Entah untuk keberapakalinya kita melewati bulan puasa, tokh mental (pejabat) 
bangsa ini tetap saja bobrok, apa yang salah ? Ramadhan saja tidak bisa membuat 
orang2 Indonesia tobat, apalagi memaksakan diri tentang syariat ? Mungkin 
karena selama ini puasa dipelajari dengan cara yang salah, hanya memandang 
fisik luar semata. Wanita musti berjilbablah, warung2 musti tutup di siang 
hari, tempat2 hiburan malam diobrak-abrik, tetapi hasilnya tokh korupsi makin 
menjadi-jadi. 
   
  Apakah ini kegagalan pemuka agama dalam mendidik umatnya juga ? yang ada 
malah menanamkan kebencian, pihak diluar dianggap kafir atau murtad, tapi nggak 
ngaca dengan dirinya sendiri. Menghakimi orang atas dasar kepentingan 
golongannya. Kalau berdemo, bukannya membela saudara sebangsa, malah mau-maunya 
berunjukrasa demi rakyat bangsa lain.
   
  Jadi, selama ini agama tak punya taring menjaga moral bangsa, hanya sekedar 
alat politisasi. Padahal puasa bukan ujian sesungguhnya, hanya proses belajar. 
Setelah idul fitri, itu dia ujian sesungguhnya. Kalau cuman tahan haus dan 
dahaga sich gampang, tapi apakah rakyat kita diajarkan untuk tahan melihat 
ketidakadilan disana-sini ? Diminta sabar saja ketika hak2 rakyat dirampas 
penguasa.
   
  So, apa arti puasa bagi anda pribadi ? Sekedar mengasah kemunafikan bahwa 
everything it’s ok ?! Dosa2 dalam 11 bulan bisa terhapus hanya dalam 1bulan ? 
Ditunggu komen2 pencerahannya.
   

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke