Saja juga bingung mas. Sejak 17 Agustus 1945 sudah berapa kali 
Ramadhan? Apakah bangsa ini makin saleh? kayaknya makin banyak 
preman?

salam bingung

Danardono

--- In [email protected], Budi Dharma <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Entah untuk keberapakalinya kita melewati bulan puasa, tokh mental 
(pejabat) bangsa ini tetap saja bobrok, apa yang salah ? Ramadhan 
saja tidak bisa membuat orang2 Indonesia tobat, apalagi memaksakan 
diri tentang syariat ? Mungkin karena selama ini puasa dipelajari 
dengan cara yang salah, hanya memandang fisik luar semata. Wanita 
musti berjilbablah, warung2 musti tutup di siang hari, tempat2 
hiburan malam diobrak-abrik, tetapi hasilnya tokh korupsi makin 
menjadi-jadi. 
>    
>   Apakah ini kegagalan pemuka agama dalam mendidik umatnya juga ? 
yang ada malah menanamkan kebencian, pihak diluar dianggap kafir 
atau murtad, tapi nggak ngaca dengan dirinya sendiri. Menghakimi 
orang atas dasar kepentingan golongannya. Kalau berdemo, bukannya 
membela saudara sebangsa, malah mau-maunya berunjukrasa demi rakyat 
bangsa lain.
>    
>   Jadi, selama ini agama tak punya taring menjaga moral bangsa, 
hanya sekedar alat politisasi. Padahal puasa bukan ujian 
sesungguhnya, hanya proses belajar. Setelah idul fitri, itu dia 
ujian sesungguhnya. Kalau cuman tahan haus dan dahaga sich gampang, 
tapi apakah rakyat kita diajarkan untuk tahan melihat ketidakadilan 
disana-sini ? Diminta sabar saja ketika hak2 rakyat dirampas 
penguasa.
>    
>   So, apa arti puasa bagi anda pribadi ? Sekedar mengasah 
kemunafikan bahwa everything it’s ok ?! Dosa2 dalam 11 bulan bisa 
terhapus hanya dalam 1bulan ? Ditunggu komen2 pencerahannya.
>    
> 
>        
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>


Kirim email ke