jilbabnya diusung, hatinya nggak.
kmrn gue liat ibu2 bawa bayi naik busway 
di bangku blkg ke isi penuh ma yg pake jilbab 5 orang cewek2 muda.
tapi gada tuh yg ngasih bangku buat tuh ibu. padahal si ibu udah
capek banget. what a jilbab.....
 
tapi jgn salahin agamanya....yg di busway sih kebeneran ajah ktm ma yg
geblek jilbabnya.
 
-------Original Message-------
 
From: Al-Mahmud Abbas
Date: 9/6/2007 4:47:02 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mediacare] Gile, kok bisak maniak ugamak bener sih!
 
 
Sementara itu kemiskinan ditutup-tutupi bahkan si miskin di Cilegon itu
justru dianiaya batinnya gara2 secara kebetulan diekspose kemiskinannya.
LIBIDO AGAMA yang bersifat jasmaniah dibesar-besarkan sementara itu sikap,
perilaku, kepribadian, kepedulian, spiritualitas, ketangguhan psikis menahan
angkara, dll.dll. tidak pernah diasah dan ditingkatkan. Seolah-olah dengan
mengenakan jilbab otomatis suci dan dianggap suci luar dalam. Sekalipun ada
ayatnya tak harus diartikan apa adanya, kupaslah inti spriritnya : untuk dan
agar supaya berperilaku sopan, tidak vulgar.. itu saja cukuplah.  
 
 
 


 
On 9/6/07, godamlima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
GILE,MANIAK UGAMAK?
5 SEPTEMBER 2007,REBO KEPARAT

Hmm,guweh bener2 enggak habis mingkir.

Apah gaweannyah,para wangkil maksiat di gedong pari pari,DPR.

Apah cuman melocoh dan ngerumpih bini katiganyah? 

Sementara ulah para uler ijoh ituh,tambah mangkak hajah.

Enggak ketulungan betina2nyah jugak,

Yang berdemo DENGEN ARI JILBAB SAK-DUNIAH NYAH?
Hari Jilbab Internasional; Jilbab Hak Azasi 



Semarang, WASPADA Online

Hari Jilbab Internasional diperingati di Semarang dengan aksi damai, 
Selasa (4/9). Peringatan ini dihadiri sekitar 300 mahasiswi yang 
tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Kota Semarang. 

Koordinator aksi, Lulu Jamaliah, mengatakan, hari jilbab tahun ini 
merupakan peringatan yang kelima sejak tahun 2003. Namun dia 
menyayangkan masyarakat Muslim di Indonesia belum banyak yang 
mengetahui akan hal ini. Maka, aksi ini sekaligus sebagai 
sosialisasi.
"Awalnya, 4 September itu diperingati untuk solidaritas umat Muslim 
di Perancis yang ketika itu para Muslimahnya dilarang mengenakan 
jilbab, tetapi tahun 2002 menjadi awal ditetapkannya Hari Jilbab 
Internasional," katanya.

Lulu yang juga mahasiswi Jurusan Psikologi Undip ini mengatakan, 
dalam aksi ini, mereka mengusung dua tema, yakni simpatik jilbab dan 
jilbab simpatik. "Simpatik jilbab berisi pesan moral bahwa 
permasalahan jilbab merupakan bagian dari HAM yang tidak boleh 
diganggu siapapun. Negara tidak boleh melarang warganya memakai 
jilbab," kata Lulu dengan bersemangat.

Dia menambahkan, "Jilbab simpatik berisi ajakan agar Muslimah di 
Indonesia yang belum berjilbab agar memakai jilbab. Apalagi ini 
momen yang tepat karena menjelang Ramadan". 
Para mahasiswi yang ikut dalam aksi tersebut berjalan kaki dengan 
mengambil rute dari depan Masjid Baiturrahman, Simpanglima, menuju 
gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswi membagikan bunga dan selebaran 
kepada pengguna jalan di Simpanglima. Selain itu, mereka juga 
mendirikan posko di depan Masjid Baiturrahman sebagai tempat untuk 
membagikan jilbab kepada masyarakat secara gratis. 
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Ah..bener2 Islam tambah jadi sampar buat duniah!!

Lalu apah sih yang bisak dibanggaken ke maniakan ugamak inih? 

>>>>>>>>>>>>>>>>>




 
 

<<faint_grain.jpg>>

<<imstp_heads_by_im_en.gif>>

Kirim email ke