Ini agak berbeda dengan yang saya (1940) ketahui. Ketika saya di SMA, 
diadakan festival Pemuda dan Mahasiswa seDunia di Moskow, 1956. Kembali
dari sana seorang seniman asal Sunda, terkenal sebagai Mang Kokok dengan
acara babodoran (lelucon) nya di RRI, mulai membuat lagu rakyat tsb yang berasal
dari Rusia (juga konon Ukraina) "Oci corne" menjadi sangat populer dengan
teks dan judul Sunda "Panon Hideung", artinya sama: "Mata Hitam". 
Inilah yang tersebar di masyarakat waktu itu. Entah versi mana yang benar.

Kini kalau terpaksa menyanyi di KBRI, itu saja yang dapat saya nyanyikan,
karena temperamennya yang khas, melankolik, romantik dan mengesankan
luasnya dataran Euroasian yang hampir tak berbatas cakrawalanya.
Tentu tidak seindah oleh tenoris R. Domingo, yang bersama J. Careras teman
akrabnya alm. L. Pavarotti.

Salam, Bismo DG, Praha

  ----- Original Message ----- 
  From: pandu ganesa 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; m-claro 
  Cc: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, September 08, 2007 5:05 AM
  Subject: [mediacare] Panon Hideungnya Putin


  Di detik.com disampaikan bahwa Pak Putin tanya pak SBY, bagaimana ceritanya, 
  kok lagu Panon Hideung bisa menjadi lagu Sunda. Di berita itu, pak SBY 
  katanya tidak bisa menjelaskan.

  Berikut komentar saya:

  Kalau saja pak Putin maupun pak SBY suka baca tulisan-tulisannya Remy 
  Silado, pasti akan tahu bahwa lagu Panon Hideung itu bukan lagu Sunda, tapi 
  lagu Rusia yang pernah dibawakan dan dipopulerkan seniman asal Rusia dan 
  kemudian tinggal di Bandung, sewaktu zaman kolonial Belanda.

  Artikel-artikel semacam itu ditulis dan dijadikan buku oleh Remy Silado, 
  dengan judul: 9 dari 10 kata Indonesia berasal dari bahasa asing (atau 
  kira-kira begitulah judulnya).

  Lain kali kalau PM Spanyol bertanya, pak SBY harus bisa menjawab bahwa lagu 
  Kopi Dangdut, itu juga bukan lagu Indonesia, tapi asal Spanyol. Orang 
  Indonesianya sih, dalam kasus lagu ini, hanya sekedar spanyol saja, alias 
  SPAro NYOLong.

  gono



   

Kirim email ke