Disaat mendengar bahwa Fatma dalam keadaan hamil, maka ibu, bapak dan kakakku perempuan datang dengan segera dari Blitar. Mereka sangat gembira. Orangtua kami dari keduabelah pihak tinggal dengan kami dipaviljun dekat rumah hingga sang baji lahir. Bapaklah jang mengawasi segala pekerdjaan. Dialah jang duduk setiap djam memberi petundjuk kepada Fatma, bagaimana ia harus mempersiapkan dirinja. Selalu aku melihat mereka duduk bersama-sama dan selalu aku dapat mendengar bapak mengatakan sesuatu seperti, ,,Nah, djangan lupa mentjatat bedak baji, pisau ketjil untuk pemotong talipusatnja dan emban untuk menahan perutmu sendiri."
Dimalam Fatma akan melahirkan kami mendjamu tamu-tamu penting - orang Djepang dan orang Indonesia. Fatmawati sibuk melajani sebagai njonja-rumah, akan tetapi kemudian dia mulai merasa sakit. Aku sendiri membimbingnja kekamar dan memanggil dokter. Mulai dari saat itu aku tetap berada disisinja, pun tidak tidur barang satu kedjap sampai ia memberikan kepadaku seorang putera jang tidak ternilai itu. Kududuk diatas tempat-tidur mendampinginja, memegang tangannja sementara ia melahirkan. Aku bukanlah orang jang bisa tahan melihat darah, akan tetapi disaat didjadikannja seorang manusia idamanku ini adalah saat jang paling nikmat dari seluruh hidupku. Djam lima waktu subuh, ketika terdengar azan dari mesdjid memanggil ummat untuk menjembah Tuhannja, anakku jang pertama, Guntur Sukarnoputra, lahirlah. Tuhan Jang Maha-Penjajang dan Maha-Bidjaksana telah memandjangkan umur bapakku untuk dapat melihat darah-dagingku mengindjak dunia ini. Setelah itu ia djatuh sakit. Fatma merawatnya berbulan-bulan dengan tekun dan setia hingga ia menghembuskan napas jang penghabisan. Aku teringat akan ,,Si Tukang Kebun", sebuah buku tjerita jang kubatja pada waktu masib berumur 13 tahun. Waktu itu aku tidak mengerti maknanja jang lebih dalam. la mentjeritakan tentang bagaimana daun-daun kaju jang sudah tjoklat dan kering harus djatuh dan memberikan tempatnja kepada putjuk jang hidjau dan baru. Duapuluh tahun kemudian barulah aku mengerti
