Intel Arab - Re: Ada Mossad di Indonesia?
Posted by: "mediacare" [EMAIL PROTECTED]
Sun Sep 9, 2007 4:41 am (PST)
 Mossad juga pasti ada, tapi mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan 
diplomatik dengan Israel, jumlahnya tentu bisa dihitung dengan jari. Di 
zaman internet dan era telekomunikasi yang sudah maju saat ini, tiap negara 
tak perlu menyebar intel berwujud manusia di beberapa negara sebanyak zaman 
dulu kala.
#Jangankan Mossad di Indonesia, sedangkan CIA saja rupanya  tidak punya agen 
lapangan andal  yang bisa berbahasa Arab dan mampu menyelusup ke dalam 
masyarakat Arab di Timteng.
Baca: "Laporan Komisi Penyelidik 9/11", buku setebal 585 itu sudah dibuat 
komiknya setebal 130 hal saja, dan versi Indonesianya juga sudah beredar: 
"9/11: Kegagalan Amerika Melindungi Warganya", oleh Sid Jacobson dan Ernie 
Colon (dedengkot komik Amerika, yang bikin Spiderman dll). Kemarin, 9 
September (kebetulan saja) dimuat resensinya di Koran Tempo.

Sumber lain: "See No Evil: Kisah Nyata Agen Lapangan CIA di Timteng", oleh 
Robert Baer, mantan agen lapangan CIA yang mbalelo (sedang dipersiapkan 
penerbitannya dalam bahasa Indonesia) juga mengatakan hal serupa. Untuk 
mengamati Timteng, CIA terlalu menggantungkan diri mereka pada satelit dll, 
itulah sebabnya mereka gagal melulu. CIA kekurangan orang/agen lapangan yang 
bisa bahasa Arab. Jadi Anda mau melamar?


Setahuku, di masing-masing kedubes selalu ada intelnya. Biasanya mereka 
menduduki jabatan Sekretaris (wakil dubes). Untuk Kedubes Indonesia di LN, 
mereka tak atas nama staf BIN lagi, tapi atas nama staf Deplu. Kalau tak 
salah, Dubes RI di Timor Leste adalah mantan pejabat BIN.
#Pak Aa Kustia, mantan Dubes Indonesia di RRC juga pejabat BIN.

Sedang untuk mengetahui bagaimana BIN d/h BAKIN mengelola agen ganda KGB di 
Indonesia, silakan baca: "Intel: Menguak Tirai Dunia Intelijen Indonesia" 
oleh Ken Conboy. Buku itu juga menyitir  Ladislav Bittman, tokoh intel  Ceko 
yang kabur ke Barat, bahwa  ada Dubes Indonesia di negara Eropah Timur yang 
membocorkan dokumen rahasia Indonesia (zaman Orla) yang berbuntut pada 
terbitnya Dokumen Gillchrist 1965 yang heboh itu, dan ujungnya bermuara pada
G30S (pakai bumbu PKI atau tidak, terserah saja).

gono

Kirim email ke