Namanya saja baru tesis! Siapapun boleh menduga-duga, sekalian menggali jauh 
sejarah Papua Barat sesuai kepentingannya, apalagi kaum nasionalis Indonesia 
yang gemar (genit) obar retorika dalam memperkokoh nation yang penuh tipu daya.

Okay, benar adanya, sejarah Papua penuh dengan kepentingan ekonomi politik oleh 
siapapun dan oleh negara-negara yang pernah menginjakan kaki di Papua. Tapi, 
bukankah kekuasaan Indonesia di Papua Barat hingga hari ini adalah juga karena 
dua kepentingan itu? Sayangnya, Indonesia tidak mampu secara mandiri 
mengeksploitasi SDA di Papua atau kasarnya, melakukan penjajahan ekonomi di 
Papua dengan kekuatan nation state.

Muda-mudahan kami bisa memperoleh hasil (sumery) dari Tesis dari Bpk. Muridan, 
kalau boleh.

Salam Pembasan!

EkNas

datuksinaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kepada: [email protected]
Dari: "datuksinaro" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Tue, 11 Sep 2007 12:08:38 -0000
Topik: [mediacare] Muridan dan tesis Papua Maluku

                               Kolom IBRAHIM ISA
 -----------------------------------
 Selasa, 11 September 2007.
 
 MURIDAN  DAN TESIS PAPUA-MALUKU
 
 Hari Rabu   -   12 September 2007,  (Kukira)  mestinya  adalah hari 
 yang  p e n t i n g  dalam kehidupan intelektual sahabatku,
 cendekiawan muda Indonesia,  MURIDAN S. WIDJOYO.  Karena besok siang,
  . . . .  untuk praktisnya, sebaiknya dikutip saja di  bawah ini 
 undangan yang dikirimkan  Muridan  kepadaku: (Dalam bahasa Inggris)
 
 Defence Invitation
 
 You are cordially invited to
 the public defence of the PhD thesis
 
 Cross-Cultural Alliance-Making and Local Resistance
 in Maluku during the Revolt of Prince Nuku, c. 1780-1810
 
 by
 
 Muridan Satrio Widjojo
 on Wednesday 12 September 2007, at 15:00 to 16:00,
 at Lokhorstkerk, Pieterskerkstraat 1, 2311 SV Leiden,
 Ph. 071-512 3392.
 
 The reception will be held on the same day at 16:00 to 18:00 at
 Clusius Café, Hortus Botanicus, Rapenburg 73, 2311 GT Leiden,
 Ph. 071-527 7249. 
 
 *   *   *
 
 Jadi, besok itu,  -----  antara jam 15.00 dan jam 16.00 Muridan akan
 mempertahankan  tesisnya di Universitas Leiden untuk gelar PhD. 
 Tentu,  semakin banyak cendekiawan Indonesia, dari generasi muda, yang
  menambah  dan meningkatkan pengetahuan mereka di Indonesia maupun di
 luarnegeri,  berarti bertambah pula jumlah cendekiawan bangsa kita. 
 Perkembangan ini membesarkan hati kita sebagai orang Indonesia. 
 Setiap harinya entah berapa banyak cendekiawan Indonesia yang
 menyelesaikan  studinya dengan baik. Suatu perkembangan yang amat
 perlu diperhatikan pemerintah dan memperbesar lagi jumlah anggaran 
 pendidikan negara.  Supaya  negara menkonsekwenkan janji-janji yang
 menyatakan memperhatikan masalah pendidikan bangsa.
 
 Kemajuan suatu bangsa, dalam arti penting tergantung pada  jumlah dan
 kemampuan kaum cerdik pandainya mengabdikan  hasil studi dan
 penelitiannya untuk kepentingan kemajuan dan pertumbuhan  kekuatan
 ekonomi, politik dan budaya bangsa itu.
 
 Berhasilnya Muridan S Widjoyo menyelesaikan  postgraduate study-nya di
 Leiden, seyogianya disambut dengan gembira. Hal tsb juga merupakan
 dorongan bagi mahasiswa-mahasiwa Indonesia yang dalam jumlah besar
 sedang menempuh studinya di  Amsterdam, Leiden, Utrecht, Delft,
 Wageningen, Groningen, Rotterdam dan perguruan tinggi lainnya di Belanda. 
 
 Studi Muridan S Widjoyo memang bagiku agak istimewa. 
 Ini disebabkan oleh tema, ---  oleh masalah yang  diangkat dan
 dijadikan bahan studinya. Yaitu latar belakar sejarah Papua dan
 Maluku. Ini penting sekali. Agar dalam menelaah masalah Papua dan
 Maluku, dan kasus-kasus lainnya, tidak sekadar atas dasar apa yang
 terjadi di masa kini. Yang sering  menjadi ramai dibicarakan
 semata-mata karena kasus simbolik semata, seperti dikirbarkannya
 bendera Papua, dsb.
 
 Diharapkan dalam  meninjau dengan seksama masalah Papua, ditinjau dan
 diteliti pula latar belakang sejarahnya.  Hal ini teramat penting bagi
 politisi yang sering mengedepankan dan mengangkat sesuatu kasus
 daerah,   banyak terdorong oleh kepentingan politik seketika dari
 parpol-parpol yang bersangkutan. Lebih-lebih lagi  dilakukan tanpa 
 mempelajari dengan seksama inti masalahnya. Hal ini lebih-lebih lagi
 perlu diperhatikan bila masalahnya menyangkut kasus daerah, seperti 
 Papua, Maluku , Aceh dan lain-lain.
 
 Yang mendorong  Muridan mengapa ia memilih tema ini,  dijelaskannya
 sbb:   
 
 Konflik-konflik yang ada di antara masyarakat sekarang ini mendorong
 saya untuk melihat bagaimana sebetulnya konfigurasi masyarakat
 Indonesia Timur pada masa lalu.
 
 Seperti yang dinyatakan dalam penjelasan Muridan,  tesisnya menyangkut
 perjuangan lama yang dilakukan oleh kaum pemberontak Maluku dan Papua
 melawan VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) dalam periode antara
 kira-kira 1780 - 1810, yang berlangsung di bawah pimpinan Pangeran
 Nuku dari Tidore.  Dengan bantuan orang-orang Inggris kekuatan
 perjuangan  Maluku dan Papua Nuku berhasil merebut kembali kesultanan
 Bacan dan Tidore, yang ketika itu ada di bawah perlindungan Belanda.
 
 Selanjutnya,  tulis Muridan dalam 'Korte Samenvatting' dari tesisnya:
  -- Salah satu dari konklusi penting desertasi ialah bahwa sukses
 pemberontakan tsb tidak  seharusnya dikemukakan sebagai hasil terutama
 oleh konstruksi ideologi Maluku dan  pengikutnya, seperti dikemukkakan
 oleh historikus L.  Andaya. Sukses tsb terutama disebabkan  oleh
 kenyataan bahwa  Nuku dalam kampanyenya, secara optimal mampu
 menggunakan kekuatan pejuang-pejuangnya, kaum perampok Papua dan
 Gamrange, dan bersamaan dengan itu  secara maksimal menggunakan
 kapasitas logistik  kaum pedagang Seram Timur. Terlebih lagi Nuku
 dapat dengan  pandai  mengikat orang-oarng Inggris dan  menggunakan 
 para 'country traders' itu untuk kepentingan tujuannya
 sendiri.(terjemahan bebas dari bahasa Belanda - I.I.). 
 
 Dalam kesempatan lain Muridan menyatakan bahwa  ---  'Desertasi ini
 akan menunjukkan bahwa gerakan-gerakan rakyat yang ada sekarang ini
 sudah ada sejak lama, bahkan sejak abad XVII. Jadi sebetulnya
 aspek-aspek dasar dari gerakan-gerakan kerakyatan bisa terlihat dari situ.
 
 Bicara tentang  masalah Papua  dewasa ini,  menyangkut masalah
 identitas Papua, dikatakan Muridan a.l.  :  Problemnya adalah
 identitas itu bisa bersifat objektif atau subjektif. Ketika menjadi
 identitas subjektif seringkali menjadi audiological screen atau
 sebagai alat yang dipakai untuk melihat apa sebetulnya yang ada di
 balik pemikiran seseorang ketika dia berbicara tentang ke-Papuaan yang
 asli atau tentang Islam dan Kristen. 
 Sebenarnya apa yang ada di kepala mereka itu adalah proyek bisnis
 keamanan saja. Ada proyek-proyek yang memang mempunyai kepentingan
 ekonomi dan politik tersendiri di sana. Itu yang harus dibongkar. 
 
 Begitu juga di Papua, ada masalah separatisme, ada masalah pendatang
 dan asli, tapi sebetulnya yang ada di belakang itu adalah perebutan
 sumber daya. Itu yang harus diverifikasi sehingga kita memahami
 masalah konflik-konflik yang sekarang dan juga konflik-konflik
 vertikal dan horizontal yang ada di Indonesia Timur. Betul-betul
 melihat bahwa sumbernya ada pada persoalan ekonomi dan politik.
 (Wawancara Muridan  yg disiarkan dalam Papua Watch -- 30 April 2005.) 
 
 *   *   *
 
 Apa yang disinggung di atas mengenai tesis Muridan,  adalah  sebagian
 kecil saja. Sekadar untuk mendapat gambaran umum tentang apa yang akan
 dikemukakannya besok itu.  Hanya sebagai pemula saja. Isi dari
 tesisnya  jauh lebih luas dan lebih dalam.  Yang paling baik adalah
 mendengarkan dan membaca sendiri  tesis Murian dalam kesempatan lain.  
 
 Mudah-mudahan  pengalaman dan hasil studi Muridan S. Widjoyo  akan
 menjadi penggugah bagi kaum terpelajar kita, khususnya dari generasi
 muda, untuk lebih baik lagi mempelajari masalah daerah dan latar
 belakar sejarah suku-suku bangsa Indonesia yang  bersatu dalam satu
 nasion Indonesia. Hanya dengan cara ilmiah dan bijaksana,  Indonesia 
 akan mampu menemukan solusi sebaiknya atas kasus-kasus yang menyangkut
  daerah. 
 
 Agar  kasus-kasus daerah , tidak disalah-gunakan oleh siapapun, untuk
 menyulut  dan mengobarkan separatisme dan dengan demikian membahayakan
 eksistensi  dan kesatuan serta persatuan Indonesia sebagai bangsa dan
 negara .
 
 Kita tutup tulisan singkat ini dengan  MENGUCAPKAN SELAMAT dan SUKSES
 kepada Muridan. 
 
 *   *   *
 
 
     
                               

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke