http://www.antara.co.id/arc/2007/9/13/lima-ruko-amblas-hingga-2-5-meter-akibat-gempa/

13/09/07 00:08

Lima Ruko Amblas Hingga 2,5 Meter Akibat Gempa

Bengkulu (ANTARA News) - Lima ruko berlantai tiga yang terletak di Jl. Sutoyo 
Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu amblas ke dalam tanah 
hingga 2,5 meter akibat guncangan gempa berkekutan 7,9 Skala Richter (SR) yang 
mengguncang daerah itu Rabu petang pukul 18.10 WIB.

Wartawan ANTARA News di tempat kejadian melaporkan, satu dari tiga lantai rumah 
toko (Ruko) tersebut amblas ke tanah akibat kencangnya goyangan gempa tektonik 
itu.

Bangunan Ruko yang cukup megah itu baru selesai dibangun dan baru satu unit 
yang digunakan untuk berjualan aneka kerajinan rotan dan kue-kue. Selain lantai 
dasar amblas badan bangunan juga terlihat retak-retak.

Depi, salah saorang warga setempat menjelaskan, Ruko itu amblas karena tanah 
yang dijadikan lokasi pembangunan merupakan tanah urukan.

Kerusakan cukup para juga dialami gedung DPRD Provinsi Bengkulu, dan gedung 
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

Bagian dinding DPRD itu retak-retak, dan pada bagian lantai terlihat banyak 
bekas reruntuhan semen, sementara gedung RSUD M Yunus hampir seluruhnya 
mengalami retak-retak.

Akibat kerusakan itu, pihak RSUD M Yunus memindahkan sebanyak 280 pasien rawat 
inap ke lapangan yang berada di depan gedung tersebut.

Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,9 SR mengguncang Bengkulu, pada Rabu (12/9) 
pukul pukul 18.10 WIB. Gempa tersebut berlokasi 159 kilometer arah Barat Daya 
Bengkulu, pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah dengan kordinat 
4,69 Lintang Selatan (LS) dan 101,13 Bujur Timur (BT).

Selain menimbulkan kerusakan, guncangan gempa itu juga telah mengakibatkan dua 
orang korban meninggal dunia dan 13 luka-luka yang saat ini sedang menjalani 
perawatan di RSUD M Yunus.

Pada 4 Juni 2000, Bengkulu juga diguncang gempa tektonik berkekuatan 7,3 SR 
yang mengakibatkan ratusan ribu warga setempat mengalami luka-luak dan 94 
meninggal dunia.
Gempa tersebut juga mengoperakporandakan ribuan rumah penduduk dan bangunan 
umum lainnya, dengan kerugian mencapai Rp400 miliar lebih

Kirim email ke