Dari sekian nama yang anda bilang otoritatif dan kompeten, saya agak janggal 
dengan nama M Wahyuni Nafis MA, dulu dia memang aktivis Paramadina, lalu lompat 
ke KPUD Banten dan kesandung kasus penyimpangan dana pemilu dan duduk di kursi 
pesakitan. 

Bukankah dia di penjara  karena kasus itu? lalu apa maksud anda otoritatif dan 
kompeten? bukankah masih banyak tokoh Paramadina yang kompeten? kenapa harus 
Narapidana?  



    ----- Original Message ----- 
   From:    [EMAIL PROTECTED] 
   To: [EMAIL PROTECTED] ;    [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] 
   Sent: Thursday, September 13, 2007 11:42    AM
   Subject: [mediacare] Dengarkan obrolan    terbuka soal Islam, kerjasama 
Delta FM - Paramadina!
   

      Rekan-rekan semua.
Sepanjang Ramadhan ini, silakan dengarkan siaran    radio Delta FM (di
Jakarta, di gelombang 991,1 FM), setiap pukul    16.30-17.30
Pada jam itu, akan ada diskusi interaktif tentang agama    yang
diselenggarakan Delta FM dengan Yayasan Paramdina.

Pembahasan    agamanya akan agak lain dari biasanya. Isunya akan sangat
beragam, yang    diharapkan akan memenuhi keingintahuan banyak pendengar
tentang banyak hal    yang mungkin selama ini agak ’mengganggu’ persepsi
masyarakat    kota-modern-berpendidikan tentang agama

Isu-isu yang sudah    disiapkan antara lain:

1. Apa benar, istri harus selalu patuh pada    suami?
2. Apa benar, Islam memerintahkan orangtua memukul anak yang tidak    penurut?
3. Apakah ada feminisme dalam islam?
4. Apa benar Umat Islam    tidak boleh mengucapkan Selamat Natal?
5. Apa benar Islam melarang    berpacaran?
6. Benarkah Islam melarang perbedaan dalam beragama?
7.    Benarkah dalam Islam, pria adalah pemimpin atas perempuan?
8. Apa benar    dalam Islam, zakat tidak boleh diberikan kepada non-muslim?
9. Benarkah    umat Islam tidak boleh menafsirkan kembali Alquran?
10. Apa benar Islam    mengharamkan pendidikan seks?
11. Apa benar Tuhan tidak akan menerima    shalat yang bacaannya tidak sempurna?
dst

Diskusi akan berlangsung    secara terbuka, kritis namun tetap santun.
Diskusi akan dilakukan dengan    cara ’ngobrol’, dan bukan dengan gaya
’diskusi ilmiah’ yang rumit. Tidak    akan gaya mutlak-mutlakan.

Akan ada pula segmen interaktif dengan    pendengar. (Oh ya, bahkan pendengar
pun boleh mengajukan usulan topik untuk    dibicarakan di hari-hari
berikutnya)

Nara sumbernya adalah mereka    yang otoritatif, antara lain:

a. Prof Dr Komaruddin Hidayat
b. Nurul    Agustina, MA
c. Prod Dr Jalaluddin Rahmat
d. Dr. Haidar Bagir
e.    Prof. Dr. Mulyadi Kartanegara
f. Ihsan Ali Fauzi, MA
g. Buddy-Munawar    Rahman
f. Abdul Moqsith Ghazali
g. Dr Zainun Kamal
h. Muhammad    Wahyuni Nafis, MA
i.

Acara dipandu oleh seorang host terkemuka, Ida    Arimurti, dan co-host dari
Yayasan Paramadina (Syafiq Hasyim dan Ade    Armando)

Segmen pendengarnya sendiri beragam. Tidak hanya umat islam,    umat
non-Islam pun diharapkan bisa menikmati obrolan dengan    nyaman.

Begitu saja dulu. Mudah-mudahan informasi ini ada    manfaatnya.

Ade armando

Kirim email ke