Membaca kolom surat pembaca di harian KOMPAS hari ini, entah musti geli, 
prihatin, atau marah. Isinya tentang seorang pembaca yg merasa dikibuli atas 
opini Abd Rohim Ghazali yang njiplak dari hasil tulisannya sendiri beberapa 
tahun lalu. Judulnya artikelnya sich keren Puasa untuk semua, tapi dibuat 
dengan cara yg tidak mencerminkan semangat puasa, cuman copy-paste doank. 
   
Ternyata seorang pakar agama pun bisa kepleset berbuat curang seperti ini, 
meski bahasan yg dikutipnya yach lumayan menarik. Etika moralnya ditaruh dimana 
? Apakah hal ini bisa dikategorikan pembohongan pada public ? Dikiranya pembaca 
tak menyadarinya, tapi masa sich sang penulis berani-beraninya mau menipu Tuhan 
?
   
Btw, tolong donk bulan puasa ini selain mendidik kita untuk menahan lapar dan 
dahaga, juga mengajar masyarakat untuk tidak berbuat curang juga bagi 
sesamanya. Contohnya banyak para pengangguran di daerah yg berbondong2 
belakangan ini datang ke ibukota untuk sementara beralih profesi jadi pengemis. 
Atau sebagian oknum mendadak mempunyai pekerjaan sampingan sebagai calo tiket 
kereta api yg bikin biaya mudik mencekik kantong rakyat kebanyakan. 

       

Kirim email ke