http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/15/n4.htm
Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni........ Jangan Melawan Alam BERMULA dari keprihatinan yang ada di depan mata, Tim ITS ingin menyumbangkan baktinya kepada negara. Sebab, di Porong, Sidoarjo yang merupakan tetangga dekat Surabaya, ITS belum bisa berbuat apa-apa. Padahal, ada ribuan korban lumpur di tempat penampungan Pasar Baru Porong (PBP) yang menjadi korban lumpur Lapindo. Pendek kata, lumpur di depan mata, sementara ilmuwan ITS belum bisa berbuat banyak. Dengan dasar itulah, Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni, Ph.D., M.Sc., seorang ahli mekanika fluida jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri ITS, bersama Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, Ph.D., M.Sc. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITS dan beberapa rekannya memfokuskan melakukan penelitian tentang lumpur. Hasil ketekunannya itu akhirnya Prof. Dr. Ir. I Made Arya Djoni, Ph.D., M.Sc. memperkenalkan metode baru untuk membuang aliran lumpur ke wet land/tanah rawa yang jaraknya sekitar empat kilometer ke arah timur dari pusat semburan lumpur Lapindo di Banjar Panji Desa Siring, Porong dan menyetop pembuangan lumpur ke laut. Dari uji coba pertama, metode itu dianggap berhasil. Metode EBS (Energy Balance System) cukup sederhana dan diperkirakan tidak akan memakan biaya operasional terlalu besar. Sebab, metode baru ini hanya memanfaatkan kekuatan atau energi yang ada pada pusat semburan lumpur untuk membantu mendorong aliran lumpur yang akan dibuang ke tanah rawa. ''Uji coba selama dua hari lalu cukup berhasil. Tetapi, akan dilakukan uji coba lagi pekan depan sebelum metode EBS dipatenkan,'' kata Djoni, Kamis (13/9). Made Djoni, yang memperoleh gelar M.Sc. dari Iowa State University Amerika Serikat, menyatakan tidak ada motivasi apa-apa di balik akan dipatenkannya pengaliran lumpur dengan menggunakan metode EBS itu. Sebab, dengan dipatenkannya metode EBS pada akhir September ini agar menjadi karya ilmiah seseorang atau lembaga dalam hal ini LPPM ITS. Made Djoni yang kelahiran Denpasar, 25 Juni 1944 ini mengatakan, prinsip dalam metode EBS, jangan melanggar alam. Prof. Made Arya Djoni yang beristri Tatik Suparti dikaruniai empat anak. (bam)
