Kok Australia yang di demo.
Yang seharusnya di demo adalah negara2 yang dikirimi hewan2 tsb. seperti yang
disebut di artikel ini, dimana perlakuan terhadap mereka terhadap hewan2 tsb.
dilarang di Australia.
PETA memang sering sekali melihat kuman di matanya negara2 barat tetapi tidak
melihat gajah di negara2 lain.
Mengapa tidak demo terhadap perlakuan penjagalan 'halal"nya orang2 yahudi dan
Islam, ter-lebih2 penggorokan leher binatang2 tsb. pada waktu hari raya?
Mengenai penggorokan leher, apakah manusia tidak se berharga hewan?
Bagaimana dengan penggorokan leher manusia yang sedang marak2-nya di jaman
modern ini, dan sudah menjadi modus operandi-nya pengikut Muhammad sejak jaman
Muhammad? Apakah itu tidak perlu di protes?
ReporterKenaCEKAL <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Kami dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia-Pacific akan
melakukan aksi demo pada Senin (17/9) di Kedutaan Besar Australia.
Berikut pers rilis yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama
yang diberikan, Kami ucapkan terima kasih.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak :
Ashley Fruno 0817-905-1201 ; [EMAIL PROTECTED]
Jason Baker +852-6200-7588 ; [EMAIL PROTECTED]
===================================================================================================================
17 September 2007
TENGKORAK MENYERUKAN KEPADA AUSTRALIA UNTUK MENGAKHIRI EKSPOR HEWAN HIDUP
Demonstran PETA Menggunakan Topeng Mayat Berdemo di Kedutaan Besar Australia
Jakarta Dengan mengenakan kostum tengkorak, topeng dan memegang papan
bertuliskan akhiri ekspor hewan hidup - Domba-domba Kematian, anggota dari
People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia-Pacific akan memprotes
ekspor domba dan ternak hidup Australia ke Timur Tengah dan Asia Selatan.
Adapun pelaksanaan aksi adalah sebagai berikut :
Tanggal: Senin, 17 September 2007
Waktu : 1pm (sharp)
Tempat: Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said
Kav C 15-16, Jakarta Selatan
Aksi demonstrasi ini sebagai tindaklanjut hasil nvestigasi terselubung yang
dilakukan oleh PETA dan Animals Australia, yang menemukan kekejaman yang sama
terhadap domba dan ternak yang diimpor dari Australia dan pernah ditemukan pada
investigasi yang sama di tahun 2001 dan 2004, kendati ada jaminan dari
Pemerintah Australia dan industri transport ternak hidup bahwa siksaan telah
dikurangi.
Video pendek PETA mempertunjukkan bahwa domba dan ternak yang berjuang keras
untuk bertahan hidup dii perjalanan laut dari Australia telinga dan kakinya
diseret ke kapal dan truk, mukanya ditendang dan diseret menuju halaman
belakang rumah penjagalan, dimana mereka dibunuh ketika mereka masih sadar
praktek yang illegal di Australia, Amerika Serikat dan Eropa.
Apa yang PETA pikirkan untuk transport hewan hidup? PETA percaya bahwa tidak
ada jalan yang pantas untuk mengirim satwa melintasi dunia. Hewan yang dikirim
ke Indonesia dan tempat lain dari Australia di kirim secara besar-besaran,
multi-tiered ships dengan kondisi yang padat menyebabkan banyak satwa sekarat
atau kelaparan ketika mereka tidak memiliki akses terhadap pakan dan air.
Hewan-hewan tersebut berdesakan dengan kotorannya sendiri dengan kondisi udara
yang pengap di kapal-kapal yang menampung 100,000 hewan.
Kami meminta Australia untuk menghentikan transport hewan hidup ke Timur
Tengah dan tempat-tempat lain, kata campaigner PETA Asia-Pasific,
Ashley Fruno. Jika kekejaman ini tidak dapat dihentikan untuk kebaikan satwa,
ini harus dihentikan karena masalah ini merusak reputasi Australia di seluruh
dunia.
Untuk informasi lebih lanjut dan melihat footage video dari investigasi
terselubung, kunjungi website PETA di SaveTheSheep.com.
Tommy JT
PETA Indonesia Member
081575701977
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.