Agaknya telah dilakukan perbaikan transportasi binatang baik dengan kapal atau melalui jalan darat. Beberapa tahun lalu memang transportasi binatang hidup, yaitu domba dari Australia dan New Zealand kurang adekwat sehingga banyak yang mati dalam perjalanan, dan bukan itu saja kiriman binatang yang hidup tidak mau diterima oleh Arab Saudia. Akibatnya pengirim kalangkabut dan kalau tak salah binantang yang masih hidup itu dijual ke Indonesia.
Jadi mereka yang demo mungkin saja kurang info, tetapi bagaimana pun hak mereka untuk berdemo. Dan untuk mencegah terulangnya demo-demo demikian, seharusnya pihak bersangkutan memberikan informasi. Di Europa misalnya kalau mentransport binatang komersial hidup, selain sertifikat kesehatan harus disediakan makanan dan air untuk binatang selama dalam perjalanan dan lama waktu transport pun ditentukan. ----- Original Message ----- From: amartien To: [email protected] Sent: Sunday, September 16, 2007 9:33 PM Subject: Re: [mediacare] PERS RILIS Aksi Demo Senin (17/9) di Kedutaan Besar Australia Kok Australia yang di demo. Yang seharusnya di demo adalah negara2 yang dikirimi hewan2 tsb. seperti yang disebut di artikel ini, dimana perlakuan terhadap mereka terhadap hewan2 tsb. dilarang di Australia. PETA memang sering sekali melihat kuman di matanya negara2 barat tetapi tidak melihat gajah di negara2 lain. Mengapa tidak demo terhadap perlakuan penjagalan 'halal"nya orang2 yahudi dan Islam, ter-lebih2 penggorokan leher binatang2 tsb. pada waktu hari raya? Mengenai penggorokan leher, apakah manusia tidak se berharga hewan? Bagaimana dengan penggorokan leher manusia yang sedang marak2-nya di jaman modern ini, dan sudah menjadi modus operandi-nya pengikut Muhammad sejak jaman Muhammad? Apakah itu tidak perlu di protes? ReporterKenaCEKAL <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam, Kami dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia-Pacific akan melakukan aksi demo pada Senin (17/9) di Kedutaan Besar Australia. Berikut pers rilis yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama yang diberikan, Kami ucapkan terima kasih. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kontak : Ashley Fruno 0817-905-1201 ; [EMAIL PROTECTED] Jason Baker +852-6200-7588 ; [EMAIL PROTECTED] =================================================================================================================== 17 September 2007 'TENGKORAK' MENYERUKAN KEPADA AUSTRALIA UNTUK MENGAKHIRI EKSPOR HEWAN HIDUP Demonstran PETA Menggunakan Topeng Mayat Berdemo di Kedutaan Besar Australia Jakarta - Dengan mengenakan kostum tengkorak, topeng dan memegang papan bertuliskan "akhiri ekspor hewan hidup - Domba-domba Kematian", anggota dari People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia-Pacific akan memprotes ekspor domba dan ternak hidup Australia ke Timur Tengah dan Asia Selatan. Adapun pelaksanaan aksi adalah sebagai berikut : Tanggal: Senin, 17 September 2007 Waktu : 1pm (sharp) Tempat: Kedutaan Besar Australia, Jalan H.R. Rasuna Said Kav C 15-16, Jakarta Selatan Aksi demonstrasi ini sebagai tindaklanjut hasil nvestigasi terselubung yang dilakukan oleh PETA dan Animals Australia, yang menemukan kekejaman yang sama terhadap domba dan ternak yang diimpor dari Australia dan pernah ditemukan pada investigasi yang sama di tahun 2001 dan 2004, kendati ada jaminan dari Pemerintah Australia dan industri transport ternak hidup bahwa siksaan telah dikurangi. Video pendek PETA mempertunjukkan bahwa domba dan ternak yang berjuang keras untuk bertahan hidup dii perjalanan laut dari Australia telinga dan kakinya diseret ke kapal dan truk, mukanya ditendang dan diseret menuju halaman belakang rumah penjagalan, dimana mereka dibunuh ketika mereka masih sadar - praktek yang illegal di Australia, Amerika Serikat dan Eropa. Apa yang PETA pikirkan untuk transport hewan hidup? PETA percaya bahwa tidak ada jalan yang pantas untuk mengirim satwa melintasi dunia. Hewan yang dikirim ke Indonesia dan tempat lain dari Australia di kirim secara besar-besaran, multi-tiered ships dengan kondisi yang padat menyebabkan banyak satwa sekarat atau kelaparan ketika mereka tidak memiliki akses terhadap pakan dan air. Hewan-hewan tersebut berdesakan dengan kotorannya sendiri dengan kondisi udara yang pengap di kapal-kapal yang menampung 100,000 hewan. "Kami meminta Australia untuk menghentikan transport hewan hidup ke Timur Tengah dan tempat-tempat lain", kata campaigner PETA Asia-Pasific, Ashley Fruno. "Jika kekejaman ini tidak dapat dihentikan untuk kebaikan satwa, ini harus dihentikan karena masalah ini merusak reputasi Australia di seluruh dunia. Untuk informasi lebih lanjut dan melihat footage video dari investigasi terselubung, kunjungi website PETA di SaveTheSheep.com. Tommy JT PETA Indonesia Member 081575701977 ---------------------------------------------------------------------------- Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.487 / Virus Database: 269.13.21/1012 - Release Date: 9/16/2007 6:32 PM
