> Biko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bila kita mengamati bagaimana AS dan Australia (termasuk pemerintah 
> Indonesia) mengonstruksi wacana "terorisme" dan "teroris", terdapat 
> suatu pola yang sebenarnya memungkinkan siapa pun dapat 
> dikategorikan sebagai "teroris". 
> 


Tidak benar pendapat anda diatas, tidak semua orang bisa dikategorikan
terorist karena "terorisme" merupakan tindak kriminal.

http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html

Tindakan kriminal artinya tindakan yang melawan hukum, tindakan yang
bertentangan dengan hukum yang berlaku.  Jadi kalo ada umat Islam yang
beranggapan bahwa UU negara tak wajib dipatuhi karena hukum Allah saja
yang wajib kita patuhi, maka anggapan ini sudah merupakan anggapan
terorist.  Kalo anda tidak patuh kepada hukum Allah, anda tidak akan
dituduh terorist, sebaliknya kalo anda melakukan tindak kriminal yang
melanggar UU negara, maka anda termasuk terorist.



> Tidak ada suatu definisi baku yang mereka sosialisasikan untuk 
> menuduh seseorang atau sekelompok orang sebagai "teroris". Jadi, 
> secara definisi istilah teroris itu adalah istilah yang liar. Kadar 
> keliarannya semakin sempurnya ketika dibungkus dengan doktrin 
> "pre-emptive strike". Dengan ini, kita bisa tahu rendahnya kadar 
> moral dan intelektualitas dari mereka yang saat ini mengampanyekan 
> "global war against terror".


http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html

Definisinya sudah dibakukan oleh UN silahkan baca website diatas, dan
definisi ini sama sekali bukan istilah yang liar.  Melawan terror
adalah demi melindungi mereka yang tidak bersalah.

Sangat berbeda dengan perbuatan terror, pelaku teror melakukan
tindakan kejahatan terhadap mereka yang tidak bersalah, sebaliknya
pemerintah yang memerangi teror justru memerangi mereka yang melakukan
pelanggaran atau kesalahan.


> Padahal, siapapun tahu, teroris yang sebenarnya adalah AS, 
> Australia, dan semua pemerintahan yang mendukungnya. faktanya bisa 
> kita lihat dari seberapa besar kerusakan-kerusakan dan kehancuran 
> kemanusiaan yang mereka ciptakan hingga saat ini.  
>


AS dan Australia bukanlah teroris, karena kalo mereka adalah terorist,
maka mereka akan ditentang oleh seluruh dunia.  Realitasnya ajaran2
Islam dengan Jihad Islamnya inilah yang sesungguhnya terorist dan bisa
kita bersama membuktikannya.  Baik mereka yang Islam maupun mereka
yang bukan Islam sama2 mengalami teror2 jihad Islam ini dengan
berbagai kedok2 terselubung maupun terang2an.

Contoh yang sederhana, umat Islam Ahmadiah dibakari mesjidnya, dan
dijarah harta benda milik umatnya.  Inilah yang kita namakan teror
meskipun bertujuan mencari pahala agamanya.

Gereja2 dan amoy2 yang bukan Islam, gereja dibakari, dan amoy2
diperkosa massal, dan inilah merupakan terorisme yang diperangi
diseluruh dunia.

Global War Against Terorisme sudah menjadi UU Internasional yang baku
dimana semua negara2 diseluruh dunia sudah bergabung menjadi satu
dalam memahaminya.

Kalo anda menuduh AS dan Australia adalah terorist, maka siapa yang
jadi korbannya????  Jelas tidak ada, yang dikejar oleh AS dan
Australia justru terorist jihad Islam saja bukan lainnya.  Hanya
mereka yang bersalah saja yang dihukum bukan semuanya tanpa pandang
bulu seperti halnya yang dilakukan oleh teroris Jihad Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke