iya kami sepakat, bahwa pola yang dibangun oleh dunia internasional sebenarnya 
memungkinkan siapa aja dapat dikategorikan teroris. Jika tidak mau dikatakan 
dijebak, maka mungkin kita digiring secara cerdas,  dan ketika kita 
berinteraksi pada titik-titik jebakan internasional, setiap saat bisa apapun 
yang kita lakukan dapat dijadikan isu teroris sebagai senjata terakkhir AS  
untuk mematahkan lawan politik atau kelompok kritis yang dianggap "not under 
contrrol".
   
  WALHI adalah organisasi yang dalam 10 tahun terakhir mulai menunjukan sikap 
banyak menentang projek globalisasi AS. Bahkan kekritisan WALHI yang terlampau 
keras dan konsisten mengakibatkan banyak investor asing, terutama perusahaan 
tambang dan migas  merasa gerah. 
   
  Sayangnya kekritisan WALHI dan sikap konsistensi itu tidak dibarengi dengan 
sikap kehati-hatian para personal WALHI dan gerakan taktis WALHI yang 
sejujurnya dalam beberapa jejak rekam aktivitas terindikasi berkolaborasi 
dengan kelompok garis keras atau dikategorikan teroris oleh PENTAGON dan WHITE 
HOUSE. Akibat ketidak hati-hatian itu, maka sebagai akumulasi dari puncak 
kekesalahan para komprador ekonomi global, mereka berupaya mengarahkan sebuah 
desain dokumen yang sungguh sulit dibantah kalau WALHI atau personal WALHI 
pernah berinteraksi dengan jaringan terorisme.
   
  Sebagai contoh misalnya, AS memiliki rekam jejak aktivitas WALHI 
berkolaborasi dengan Mer-C pada saat melakukan kegiatan Advokasi warga buyat, 
WALHI banyak terlibat dalam mengkritisi korupsi terkait kasus POSO, bahkan 
ketika terjadi ledakan BOM POSO di Parigi Sulawesi Tengah yang nota bene 
teampat asal kelahiran Direktur Eksekuitf WALHI Chalid Muhammad dan mantan 
ketua YLBHI Munarman yang saat ini ketua Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) gencar 
mendesak pemerintah terkait kasus pengeboman itu. Bahkan dalam beberapa dokumen 
Chalid terekam pernah melakukan beberapa komunikasi dengan jaringan " Kelompok 
Jihad" Posso atau jaringan teroris lokal Poso. Yang paling menarik adalah 
sehari sebelum persidangan tgl 26 juli 2007 yang akhirnya terjadi kolaborasi 
WALHI dan FUI Terkait isu Densus 88 dan Newmont, beredar sebuah rekaman 
pertemuan di sebuah restoran di Jakarta selatan yang dihadiri oleh  Direktur 
WALHI dan Ketua HTI serta beberapa pengcara Abubakar Baasir, konon dalam rekaman
 itu terlihat Chalid Muhammad begitu antusias mengusulkan koalisi Isu 
lingkungan dan Agama yang berujung pada satu musuh bersama yaitu USA. Hal 
inilah yang akibatnya membuat kedutaan AS menjadi gerah dan meminta Ian 
MacDonal senator Australia untuk melontarkan tuduhan Teroris. Hal ini semakin 
mendapat respon karena pada saat bersamaan ada momentum dimana salah satu 
kepentingan AS di Indonesia yaitu NEWMONT perusahaan emas terbesar di Dunia 
yang sedang digugat oleh WALHI secara perdata. 
   
  Mungkin Chalid tidak pernah menyadari  bahwa orang-orang yang pernah dia ajak 
bicara di Posso beberapa tahun lalu atau tokoh-tokoh HTI dan MMI yang dia kenal 
adalah beberapa nama yang masuk dalam daftar alumni Afganistan dan Morro, atau 
daftar nama yang oleh AS dianggap bagian dari sel teroris. Chalid pernah 
berinteraksi dengan kelompok masyarakat di Posso, namun dia sendiri tidak 
pernah menyadari  bahwa mereka adalah sekolompok mujahidin alumni Morro dan 
Afganistan yang didistribusi membangun basis terorisme di wilayah timur, 
seperti Posso dan Ambon.
   
  Sesungguhnya Skenario untuk mendorong isu terorisme kedalam WALHi adalah 
sesuatu yang dipersiapkan sejak lama. Satu hal yang patut menjadi catatan bagi 
kita agar kita yang terkadang kritis  perlu berhati-hati adalah. Untuk tidak 
membangun komunikasi yang fulgar atau berkolaborasi dgn beberapa jaringan yg 
terindikasi teroris menurut AS. sebab kalau tidak berhati-hari, maka proses 
komunikasi kita bisa dijadikan jebakan. sebab sesungguhnya hampir setiap 
aktivitas kita dipantau.  Jika  informasi Mantan KASAD Ryamizar Ryakudu 
dijadikan referensi bahwa ada sekitar 60.000  agent asing yang berkeliaran di 
Indonesia, maka setiap hari ada ribuan agent asing  yang  dgn teliti 
mendokumentasikan setiap jejak aktivitas kelompok2 Ormas dan NGO yang dianggap 
penting untuk di Pantau, termasuk WALHI didalamnya
   
  Chalid muhmmad masih harus melakukan konsolidasi untuk menepis tuduhan Ian 
MacDonald, sebab berdasarkan informasi yang berseliweran di kedutaan AS dan 
Australia dokumen-dokumen yang sedang dirampungkan nampaknya mengarah pada 
upaya membuktikan ke publik dan pihak AS kalau WALHI memiliki hubungan serius 
dengan teroris. Apalagi jejak rekam itu lebih banyak mengarah kepada aktivitas 
Direktur WALHI Chalid Muhammad yang kerap membangun hubungan mesra dengan 
kelompok-kelompok Islam. 
   
  Saya kira patut dipikirkan bersama, bahwa sebagai bangsa yang merdeka tidak 
seharusnya bangsa kita dipaksakan oleh AS dan Australia untuk mengikuti 
jebakannya.
   
   
  Bang Sud__________________
   
   
   
  

Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          > Biko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bila kita mengamati bagaimana AS dan Australia (termasuk pemerintah 
> Indonesia) mengonstruksi wacana "terorisme" dan "teroris", terdapat 
> suatu pola yang sebenarnya memungkinkan siapa pun dapat 
> dikategorikan sebagai "teroris". 
> 

Tidak benar pendapat anda diatas, tidak semua orang bisa dikategorikan
terorist karena "terorisme" merupakan tindak kriminal.

http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html

Tindakan kriminal artinya tindakan yang melawan hukum, tindakan yang
bertentangan dengan hukum yang berlaku. Jadi kalo ada umat Islam yang
beranggapan bahwa UU negara tak wajib dipatuhi karena hukum Allah saja
yang wajib kita patuhi, maka anggapan ini sudah merupakan anggapan
terorist. Kalo anda tidak patuh kepada hukum Allah, anda tidak akan
dituduh terorist, sebaliknya kalo anda melakukan tindak kriminal yang
melanggar UU negara, maka anda termasuk terorist.

> Tidak ada suatu definisi baku yang mereka sosialisasikan untuk 
> menuduh seseorang atau sekelompok orang sebagai "teroris". Jadi, 
> secara definisi istilah teroris itu adalah istilah yang liar. Kadar 
> keliarannya semakin sempurnya ketika dibungkus dengan doktrin 
> "pre-emptive strike". Dengan ini, kita bisa tahu rendahnya kadar 
> moral dan intelektualitas dari mereka yang saat ini mengampanyekan 
> "global war against terror".

http://www.unodc.org/unodc/terrorism_definitions.html

Definisinya sudah dibakukan oleh UN silahkan baca website diatas, dan
definisi ini sama sekali bukan istilah yang liar. Melawan terror
adalah demi melindungi mereka yang tidak bersalah.

Sangat berbeda dengan perbuatan terror, pelaku teror melakukan
tindakan kejahatan terhadap mereka yang tidak bersalah, sebaliknya
pemerintah yang memerangi teror justru memerangi mereka yang melakukan
pelanggaran atau kesalahan.

> Padahal, siapapun tahu, teroris yang sebenarnya adalah AS, 
> Australia, dan semua pemerintahan yang mendukungnya. faktanya bisa 
> kita lihat dari seberapa besar kerusakan-kerusakan dan kehancuran 
> kemanusiaan yang mereka ciptakan hingga saat ini. 
>

AS dan Australia bukanlah teroris, karena kalo mereka adalah terorist,
maka mereka akan ditentang oleh seluruh dunia. Realitasnya ajaran2
Islam dengan Jihad Islamnya inilah yang sesungguhnya terorist dan bisa
kita bersama membuktikannya. Baik mereka yang Islam maupun mereka
yang bukan Islam sama2 mengalami teror2 jihad Islam ini dengan
berbagai kedok2 terselubung maupun terang2an.

Contoh yang sederhana, umat Islam Ahmadiah dibakari mesjidnya, dan
dijarah harta benda milik umatnya. Inilah yang kita namakan teror
meskipun bertujuan mencari pahala agamanya.

Gereja2 dan amoy2 yang bukan Islam, gereja dibakari, dan amoy2
diperkosa massal, dan inilah merupakan terorisme yang diperangi
diseluruh dunia.

Global War Against Terorisme sudah menjadi UU Internasional yang baku
dimana semua negara2 diseluruh dunia sudah bergabung menjadi satu
dalam memahaminya.

Kalo anda menuduh AS dan Australia adalah terorist, maka siapa yang
jadi korbannya???? Jelas tidak ada, yang dikejar oleh AS dan
Australia justru terorist jihad Islam saja bukan lainnya. Hanya
mereka yang bersalah saja yang dihukum bukan semuanya tanpa pandang
bulu seperti halnya yang dilakukan oleh teroris Jihad Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



                         

       
---------------------------------
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 

Kirim email ke