Pak Menteri KK,
Tolong disampaikan berita sadis ini ke Pak SBY dan perlu tindakan yang tegas 
dari NKRI.

Mas Agus dan Uda Rad,
Tolong diadakan pertemuan dengan semua anggota2 Mediacare dan FPK di JKT untuk 
mecari jalan keluarnya dalam menghadapai kasus penyiksaan our brothers and 
sisters di tanah Arab. Kalau perlu diundang Dubes Arab di JKT dan pemimpin FPI 
kepertemuan Forum Mediacare dan FPK.

Malaysia? sami mawon

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan 

  ----- Original Message ----- 
  From: Sunny 
  To: Undisclosed-Recipient:; 
  Sent: Sunday, September 16, 2007 5:17 PM
  Subject: [mediacare] Buruh Migran Indonesia Diamputasi setelah Disiksa Majikan


  refleksi: Masyaallouh! Bagaimana tuan-tuan dan nyonya-nyonya berkuasa, kalian 
tidak bersuara memberi perlindungan dan pembelaan kepada TKI karena merugikan 
bisnis kalian? Sebagaimana biasa tentunya MUI juga membungkam. 


  HARIAN ANALISA
  Edisi Senin, 17 September 2007 

  Buruh Migran Indonesia Diamputasi setelah Disiksa Majikan 

  Pontianak, (Analisa) 

  Lembaga swadaya peduli buruh migran, Migrant CARE, mengungkapkan bahwa 
seorang pembantu rumah tangga (PRT) migran asal Indonesia di Saudi Arabia dalam 
kondisi kritis setelah menjalani operasi amputasi kaki dan tangan yang diduga 
akibat penganiayaan majikan. 

  Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah dalam keterangan tertulis di 
Pontianak, Minggu, menyatakan hingga kini belum diketahui identitas lengkap 
dari PRT migran tersebut. 

  Namun, lanjutnya, informasi mengenai kasus itu berdasarkan laporan dari Nora 
Al Jumaih, seorang anggota Saudi National Society for Human Rights tanggal 14 
September lalu. 

  Nora menyebutkan bahwa penganiayaan keji yang dilakukan sepasang majikan itu 
antara lain dengan menjemur PRT migran tersebut setiap hari di tengah terik 
matahari, dan setelah itu dipukuli dengan batang besi. 

  Akibatnya giginya lepas dan bibirnya robek-robek. Peristiwa keji itu 
diperkirakan berlangsung selama satu bulan terakhir ini dan kasusnya tengah 
dimonitor dan akan ditindaklanjuti oleh Saudi National Society for Human 
Rights, sebuah institusi semacam KOMNAS HAM di Saudi Arabia. National Society 
for Human Rights juga mendesak adanya proses hukum terhadap kasus ini. 

  Terhadap kasus itu, Migrant CARE mendesak kepada Pemerintah RI (terutama KBRI 
Saudi Arabia) untuk segera menindaklanjutinya dengan mencari identitas lengkap 
dan mengadvokasinya. 

  Selain itu, juga melanjutkan desakan untuk kasus penganiayaan keji empat PRT 
migran lainnya. Migrant CARE juga mendukung inisiatif Saudi National Society 
for Human Rights dalam memonitor dan menindaklanjuti kasus-kasus pelanggaran 
HAM terhadap buruh migran di Saudi Arabia. (Ant

   

Kirim email ke