Selasa, 11 September 2007
Ramadhan 1428 H Tifatul dan Hidayat Kunjungi Din Syamsudin Dalam rangka menjelang bulan suci Ramadhan 1428 H, mantan Presiden PKS yang kini menjadi Ketua MPR DR Hidayat Nur Wahid, MA dan Presiden PKS Ir H Tifatul Sembiring mengunjungi Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah. Selain itu kunjungan ini juga dilaksanakan dalam rangka menjalin komunikasi yang lebih intensif mencari permasalahan bangsa. PK-Sejahtera Online: Menjelang Ramadhan, Tifatul dan pengurus PKS lainnya ingin agar hubungan antara Muhammadiyah dengan PKS yang selama ini sudah terjalin baik dapat lebih bersinergi lagi. "Kalau mau masuk Ramadhan seperti ini ada tradisi baik di kalangan kita yaitu mendatangi orang yang lebih tua. Kita minta maaf jika selama ini PKS banyak melakukan hal-hal yang kurang berkenan kepada siapapun," kata Tifatul Kunjungan silaturrahim ini berlangsung Selasa(11/9) pagi pukul 10.00. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam tersebut, Hidayat, Tifatul dan Din Syamsudin banyak membicarakan hal. Salah satunya adalah mencari solusi permasalahan pergesekan kalangan bawah diantara organisasi masyarakat (ormas)-organisasi politik (orpol), sesama orpol maupun sesama ormas. Tak hanya Ketua MPR yang mantan presiden PKS, Tifatul juga disertai dengan ketua-ketua DPP PKS. Mereka adalah Ketua Bidang Ekuintek Dr Sohibul Iman, Ketua Bidang Polhukkam Untung Wahono, Ketua badan Kehumasan A Mabruri, MA serta Ketua Departemen Dakwah Ustadz Tholhah Nuhin, Lc. Tifatul juga menjelaskan tentang banyaknya selebaran gelap yang mengatasnamakan DPP PKS yang isinya mengadu domba antara PKS dengan berbagai ormas Islam lainnya. "Kita, PKS tidak pernah membuat selebaran seperti itu. DPP PKS tidak pernah mengeluarkan edaran yang berisi bahwa PKS mengharamkan Maulid, Tahlil dan Barjanzi. Janganlah sesama komponen umat suka memfitnah. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan," kata Tifatul. Ada juga fitnah yang mengatakan PKS mau merebut masjid-masjid dan lembaga lain yang dimiliki ormas Islam. Tidak ada program seperti itu di PKS. Tidak ada instruksi seperti itu, keji sekali!" tegas Tifatul. Selebaran yang banyak beredar di masyarakat itu berisi fitnah dan hal-hal yang membuat masyarakat resah. "PKS tidak ingin umat Islam terpecah belah akibat propaganda hitam itu," ujar Tifatul. Rombongan PKS tiba di PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya tepat pukul 10.00 yang langsung disambut Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsudin. Presiden PKS Ir Tifatul Sembiring dalam pertemuan itu menginformasikan, bahwa untuk kepentingan penyatuan ummat, PKS tidak lagi mengumumkan awal Ramadhan dan Idul Fitri serta Idul Adha. Pengirim: Mohammad Yusuf Update: 12/09/2007 Oleh: Mohammad Yusuf
