Selasa, 11 September 2007  17:51:00

Ketua MPR: Silakan Kandidat Lain Maju dalam Pilpres

 

Jakarta-RoL--  Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengisyaratkan dirinya tidak
berminat untuk maju dalam kompetisi di pemilihan presiden (Pilpres) 2009 dan
mempersilakan kandidat lainnya untuk bertarung dengan cara-cara yang elegan.

 

"Anda tahu kan bahwa saya ini adalah juga mantan presiden (Presiden Partai
Keadilan Sejahtera/PKS) dan karenanya saya persilakan rekan-rekan yang ingin
bertarung ya bertarung lah dengan cara yang elegan dan mampu meningkatkan
kualitas berpolitik atau berdemokrasi," katanya menjawab pers di Jakarta,
Selasa.

 

Pernyataan itu disampaikan Hidayat menanggapi pers yang menanyakan
komentarnya apabila ada yang mencalonkannya sebagai capres menyusul
kesediaan Ketua Umum PDIP yang juga mantan Presiden RI Megawati
Soekarnoputri dicalonkan kembali sebagai presiden di pilpres 2009.

 

Menurut Hidayat, pencalonan kembali Megawati oleh partai pemenang kedua
Pemilu 2004 itu merupakan keputusan yang patut diapresiasi dalam
berdemokrasi karena memang tidak ada larangan untuk itu, baik dalam UU
Parpol maupun pilpres.

 

Namun demikian, Hidayat mengingatkan agar para kandidat presiden mendatang
jangan sekedar mencari kekuasaan karena periode 2009 sampai 2014 adalah masa
yang sangat menantang dimana Indonesia hidup di tengah masyarakat global dan
negara-negara tetangganya juga sudah sangat maju. 

 

"Karenanya sosok capres mendatang haruslah bukan saja seorang presiden tapi
juga harus mampu membawa bangsa ini lebih bermartabat di mata tetangganya
dan juga dunia," katanya. Siapapun yang mau menjadi presiden, katanya lagi,
dia juga harus benar-benar mempertimbangkan kemampuannya membawa bangsa ini
keluar dari keterpurukan dan berbagai krisis. 

 

Mengenai berbagai persyaratan yang diperlukan untuk pencalonan presiden,
Hidayat berpendapat bahwa kalau merujuk pada UUD pasal 6 ayat 1, tidak ada
syarat khusus tentang usia, ijazah, jenis kelamin. 

 

"Kalau dipersoalkan lagi masalah usia, ijazah ataupun jenis kelamin, maka
saya khawatir hal tersebut akan dimaknai sebagai upaya menelikung pihak
tertentu. Hal tersebut akan menghadirkan cara-cara berpolitik yang tidak
elegan dan mendidik," ujarnya.

 

Menurut politisi PKS itu, rakyat Indonesia sudah sangat berpengalaman dengan
sosok presiden yang beragam, mulai dari yang berlatar jenderal, profesor,
perempuan hingga kiai haji, sehingga mereka bisa memilih mana calon terbaik
yang bisa dijadikan pemimpinnya.

 

Rakyat sudah diberi kedaulatan tertinggi oleh konstitusi dan biarlah mereka
memilih mana yang terbaik, katanya.

Mengenai pencalonan Megawati, Hidayat mengatakan bahwa setiap parpol
tentunya punya kebijakan sendiri yang menjadi ciri khas masing-masing.

 

Khusus di PKS yang menjadi partainya, menurut Hidayat, cirinya adalah partai
harus bekerja maksimal dulu untuk mendapatkan kepercayaan rakyat dan nanti
setelah di pemilu berhasil mendapat suara 20 persen baru mereka berani
mencalonkan presiden atau wapres sendiri. antara/mim

 

Source : http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=306583
<http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=306583&kat_id=23>
&kat_id=23

 


Kirim email ke