BUKAN SAJAK, BUKAN CERPEN…TAPI NOVEL:)
BUKU BARU NIH!!




PERI KECIL DI SUNGAI NIPAH

Judul           : Peri Kecil di Sungai Nipah
Genre           : Novel
Penulis         : Dyah Merta
Penerbit        : Koekoesan
Cetak I         : September 2007
ISBN            : 9789791442077
Harga           : Rp. 32.000

Sebelum Dagu diculik, ia pernah mengatakan pada Gora bahwa kapal 
yang mengangkut para buruh pabrik tebu tenggelam di sungai Nipah. 
Dikabarkan seratus limapuluh orang hilang. Tapi ternyata kapal itu 
utuh dan berlabuh di pelabuhan laut utara. Anehnya, seluruh awak 
yang semula menaiki kapal itu tak seorangpun yang terlihat, termasuk 
seratus limapuluh orang buruh yang diangkut kapal itu, tak tampak 
mereka turun dari kapal. Dagu menceritakannya dengan wajah memendam 
kekecewaan. Gora tak bisa membayangkan ke mana perginya buruh-buruh 
yang diangkut setelah demonstrasi besar-besaran siang itu.
"Barangkali mereka bisa berjalan di atas air."
"Ya, tentu saja sekarang mereka akan melakukan itu," ujar Dagu 
sambil menghisap rokonya.
"Maksudmu? Balik Gora bertanya.
"Mereka berjalan dan menjadi hantu di sungai itu."
"Seratus limapuluh hantu bergentayangan di Sungai Nipah?"
"Tentu saja, dan hantu-hantu itu akan menangkap setiap orang yang 
mencoba lewat di situ!"
"Jangan menakut-nakuti aku!" Teriak Gora.
"Coba bayangkan, ke mana mereka bisa lenyap dalam semalam 
terkecuali...," Dagu menghentikan ucapannya.
"Kecuali apa?" Tanya Gora.
"Kecuali mereka dibunuh di Sungai Nipah...," 

***

TENTANG PENULIS 
DYAH MERTA lahir di Ponorogo, 21 Juli 1978. Bukunya yang telah 
terbit HETAIRA (Orakel, 2005). Selain menulis cerpen dan novel, ia 
juga menulis untuk anak-anak, diantaranya sekuel PINISSI; 
Petualangan Orang-orang Setinggi Lutut (Liliput, 2005). Saat ini 
tinggal di Yogya. 

***

Prof. Dr. Melani Budianta
Guru Besar Ilmu Susastra, FIB, Univ. Indonesia

Suasana nglangut, mistis, dan motif balas dendam anak haram 
mengingatkan kita pada karya Isabelle Allende, The House of Spirits 
yang filmnya beredar di Indonesia. Alurnya yang berputar seperti 
spiral, detilnya yang bagai mozaik mengingatkan kita pada karya 
Arundhati Roy. The God of Small Things. Dengan adegan-adegan filmis, 
suasana mencekam, dan struktur yang tertata, novel ini membawa angin 
segar pada kesusasteraan Indonesia. Jika mampu mengembangkan warna 
lokal yang kuat dan penguasaan tata bahasa yang lebih rapi, novelis 
ini akan meletakkan sastra Indonesia di blantika sastra dunia.

***

PENERBIT KOEKOESAN
Jl. K.H. Ahmad Dahlan V No.10 Kukusan, Depok 16425
Telp : 021-7869883
Fax : 021-78893410
Email : [EMAIL PROTECTED]
www.penerbitkoekoesan.com
Layanan SMS : 08888 591 100









Kirim email ke