Milton Amey (78) adalah salah satu pasien di Geriatric unit (khusus utk orang
yg sudah jompo/elderly), dari postur tubuhnya yg gagah, tegap, jangkung dan
masih kelihatan bentuk otot2 lengan, kaki dan bahu nya yg kekar, bisa diduga
Milton tentunya seorang yg phisically active, saya mengenalnya 3 minggu yg lalu
ketika dia diserang mild stroke, lalu memerlukan rehabilitation theraphy,
setiap hari istrinya Lorita mendorong kursi roda nya ke taman atau menuju ruang
rehab. Saya selalu menyapanya bila berpapasan di hall , Milton lelaki yg ramah
dan seorang pensiunan Banker berasal dari New Jersey.
Sesekali diwaktu senggang saya mengetuk kamarnya yg tak pernah sepi dari alunan
musik klasik, menawarkan jasa utk membacakan buku2 kesayangan nya, dengan
senang hati dia mendengarkan suara dan logat bicara saya yg dianggapnya sangat
lucu dan indah seperti suara malaikat dari surga, begitu pujinya setiap kali.
Seminggu yg lalu saya mendapati ranjangnya kosong, buku2 bacaan masih
tergeletak diatas meja disamping ranjang, saya menuju ruang IC (Intensive
Care), tubuhnya terbujur disana, begitu melihat saya, kedua matanya
bersinar...bibirnya mencoba tersenyum, tetapi sekujur wajahnya tidak bisa
digerak kan, saya lihat chart nya, ahhh masive stroke, stroke yg bukan saja
melumpuhkan 85% tubuhnya, tetapi juga melumpuhkan seluruh otot dan syaraf
didalam tubuhnya, akibatnya utk menelan pun tidak bisa, ada pilihan lain utk
tetap bertahan hidup Milton hrs memakai tabung makan, yaitu memasukan protein
dan cairan lewat pipa plastik ke perutnya, Lorita dan pengacaranya menolak
tawaran itu, jadi keputusan terakhirpun diambil, Milton akan mengakhiri
hidupnya dengan theraphy morphine demi kenyamanan nya.
Miton kembali ke unit, setiap hari saya selalu sempatkan waktu utk
menemaninya walau hanya 10 menit saja, Milton tidak menderita dementia sama
sekali, ingatan dan otak Milton masih bekerja dengan baik, secara jelas Milton
masih mampu berkomunikasi dengan pendengaran nya, ketika saya bertanya "
squeeze my hand if you re in pain ", Milton hanya menatap saya seperti mencoba
tersenyum, lalu saya berkata lagi " now squeeze my finger if you re okay right
now" jari saya pun di remasnya dengan kekuatan tangan bayi, saya mencium kening
nya, " now blink your eyes if you want me to sing ", Milton secepatnya
mengejapkan kedua matanya, perlahan saya mulai bernyanyi....
Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me
I once was lost but now am found
Was blind, but now, I see
T' was Grace that tought
My heart to fear
And Grace, my fears relieved
How precious did that Grace appear
The hour I first believed
Though many dangers, toil and snares
We have already come
T was Grace that brought us safe thus far
And Grace will lead us home ****
Kemarin adalah hari ke 6 Milton tak makan dan minum, hanya theraphy morpine
24 jam nonstop, sesekali saya teteskan air yg diserap kapas utk membasahi
mulutnya, kemarin denyut (pulse) Milton sudah begitu lemah, telapak kakinya
sudah dingin seperti es batu, saya duduk disisi nya rapat sekali, Lorita duduk
disudut, saya menyeret kursi disamping saya, " Mrs Amey, would you come closer
to us please " perlahan Lorita mendekati saya dan duduk disamping saya, saya
merengkuh tangan nya yg begitu pucat dan lemah sekali, wanita setia ini hampir
setiap siang dan malam menunggui suaminya dgn setia " I need you to taking care
of yourself too ok ? its been such a heavy and unbearable month for both of
you, thanks for the faith that you had, you ve been so strong to carry all this
burden on your shoulders, this is exactly what Jesus did to show what the love
is, Milton is very happy man to have a wife like you, and now his journey is
almost over with you beside him all the way,
tomorrow...tomorrow Milton will no need the pain anymore, no need any harm,
just peace, peaceful sleep....."
Kami bertiga duduk dikamar yg hening ini, diam seperti menanti sosok kematian
itu datang menjemput, kami sudah melihatnya, sosok kematian itu berdenyut
semakin perlahan dalam nadi Milton, hanya sayup2 musik mengalun perlahan,
kucium kening Milton " Everything is gonna be just fine Milton, would be
peaceful, just love, God loves you more than anybody else in this world, I m
promise...."
Milton sekuat tenaga mencoba berkata, tetapi hanya desah nafasnya yg
berhamburan, saya peluk Lorita sebelum meninggalkan kamar, perlahan saya
melangkah keluar kamar, kamar Milton yg sudah kuprehitungkan besok tak akan
lagi ada sosoknya yg gagah dikamar ini.
Hari ini, saya memasuki kamar Milton, ranjangnya sudah kosong, buku2 yg saya
baca sudah tidak tampak disana, tak ada musik, tak ada sosok Milton yg selalu
menyambut saya dengan kegembiraan sinar matanya, yg selalu tak sabar utk
merenggut tangan saya dan menjabat nya dengan ucapan bathin " hello Omie, so
glad to see you again"
Saya termangu didalam kamar putih, hanya udara yg dingin penuh dengan spirit
lelaki tua yg saya kenal sebulan ini, selamat jalan Milton, berbaringlah dengan
kedamaian tanpa sakit dan ancaman kehidupan lagi, terbanglah sebebas angin....
Just to share my daily routine
omie