Untuk mengenang Mogi Darusman,the protest singer/songwriter,yang telah
meninggal dunia semalam.
Mari kita baca sepak terjang almarhum dalam dunia musik
_______________________________________________________________
Gemerutuk Musikal Mogi Darusman
Republika Senin 9 April 2007
Denny Sakrie
Air mukanya keras. Hampir jarang menyungging senyum. Tatapan matanya tajam
seolah siap menerkam. Guratan syair lagunya sarat gugat. Ingatkah Anda dengan
penggalan lirik ini?
Kau tahu rayap-rayap, makin banyak dimana-mana
Di balik baju resmi
Merongrong tiang negara
Kau tahu babi babi makin gemuk di negeri kita
Mereka dengan tenang
Memakan kota dan desa
Rayap-rayap.........
Lirik lagu bertajuk Rayap-Rayap ini ditulis oleh Mogi Darusman dan Teguh
Esha, seniman yang melahirkan novel Ali Topan Anak Jalanan dan melodinya
diambil dari hits The Cats She Was Too Young karya Piet Veerman, sahabat Mogi
di Eropa. Lagu kontroversial ini direkam dalam album Aje Gile di tahun 1979.
Bayangkan, di era Orde Baru, ada sosok pemusik yang luar biasa berani
melakukan kritik terbuka terhadap pemerintah. Sesuatu yang di zamannya nyaris
musykil. Tapi itu dilakukan Mogi Darusman, anak seorang diplomat yang
menghabiskan separuh masa remajanya di negara-negara Eropa. Ironisnya, Mogi
menempatkan diri sebagai oposisi sejati yang sangat sinis terhadap rezim
Soeharto yang tengah berkuasa.
Hebatnya, Mogi Darusman siap menerima risiko dari apa yang telah
dilakukannya. Albumnya dibreidel. Ia pernah meringkuk di kantor Polsek Senayan,
Jakarta. Ia pernah dicekal seusai manggung, karena memojokkan Presiden Soeharto
dan berbagai aktivitas berskala ekstrem lainnya.
Alhasil, karena kredo bermusiknya yang senantiasa bermuara pada ranah kritik
sosial, sosok Mogi Darusman disejajarkan dengan pemusik-pemusik seperti Harry
Roesli, Gombloh, Leo Kristi, atau Iwan Fals. Semangat antikorupsi sudah
dicanangkannya sejak awal meniti karier di negeri tercinta ini. Sebelumnya,
sejak akhir dasawarsa 60-an, Mogi memang telah menjejakkan kaki dalam industri
musik pop di Eropa. Tahun 1969, ia telah merilis single perdananya bertajuk
Born In A Second Time yang dirilis di Jerman dan Belanda.
Mogi Darusman bahkan mewakili negara Austria dalam ajang 'World Pop Song
Festival 1971' yang berlangsung di Budokan Hall Tokyo, Jepang. Saat itu ia
sempat masuk ke tahap semifinal yang kedua pada 26 November 1971 dengan
membawakan karyanya sendiri bertajuk Puppet On Life.
Di acara yang sama, Indonesia mengirimkan wakil yaitu Elly Sri Kudus dengan
lagu With The Deepest Love of Djakarta karya Mochtar Embut. Dua tahun
berselang, Mogi yang dikenal dengan nama populer Mogi D, kembali mewakili
Austria pada Festival El Boccacio di Barcelona, Spanyol dan Folk Song Festival
North Ontarioa pada tahun 1975 di North Ontario, Kanada.
Siapa Mogi Darusman?
Jika menyebut nama ini, orang senantiasa berkonotasi tentang sosok seniman
pemberontak yang selalu menghujam pendengarnya lewat sederet lagu-lagu
beratmosfer protes. Gemerutuk lagu-lagunya gamblang, lugas bahkan nyaris tanpa
tedeng aling-aling.
Pria ini dilahirkan di Bogor, 13 September 1947, dari pasangan Boesono
Darusman dan Mariati Mahdi Marzuki. Mogi bersaudara sepupu dengan politikus,
Marzuki Darusman dan Candra Darusman, pemusik yang lebih banyak berkutat di
ranah jazz.
Karena mengikuti ayah tercinta yang berkarier sebagai diplomat, menjadikan
kehidupan masa kecil hingga remajanya justeru berpindah-pindah dari satu negara
ke negara lainnya. Ketika di bangku SD kelas 1, Mogi telah menetap di India.
Seterusnya ia dan keluarganya hengkang ke Amerika hingga Eropa. Yang lama
adalah ketika Mogi bermukim di negara asal Wolfgang Amadeus Mozart, Austria.
Karier musiknya justeru berkembang pesat di negara ini. Mogi selama lima
tahun mengenyam pendidikan musik formal di sebuah konservatorium musik di
jurusan Penata Musik dan Instrumen Gitar. Selain menguasai permainan gitar, ia
juga terampil bermain piano hingga harmonika. Mogi pun memainkan musik rock,
jazz, hingga blues.
Pulang kampung
Di tahun 1978, Mogi yang telah menikah dengan wanita Jerman bernama Gizela,
pulang kampung ke Jakarta. Kegiatannya di dunia seni pun mulai difokuskan di
Indonesia. Mogi memang seniman komplet. Tak hanya menguasai musik, ia pun
menekuni seni teater, koreografi tari, dan seni ballet.
Makanya tak heran belum setahun bermukim di Jakarta, Mogi pun ditawari
bermain dalam film layar lebar Perawan Desa (1978), Di Ujung Malam (1979), dan
Dokter Karmila (1981). Entah kenapa dalam film-filmnya itu, Mogi senantiasa
kebagian peran antagonis. Misalnya, dalam Perawan Desa, ia memerankan sosok
anak muda berandal yang memperkosa wanita penjual jamu. Film ini memang
diinspirasikan dari peristiwa nyata tragedi Sum Kuning, tentang pemerkosaan
wanita penjual jamu di Yogyakarta.
Sejak mengeluarkan album Pusing di tahun 1992, Mogi memang nyaris tak pernah
merilis album lagi. Tiba-tiba ia seperti raib ditelan bumi. Namun, antara tahun
1998 hingga 2003, ia sesekali muncul dalam komunitas penggemar musik blues di
Jakarta. Di komunitas ini, Mogi sesekali melakukan jam session memainkan blues
melalui gerayangan jemarinya di atas tuts piano atau meniup harmonika.
Kini, Mogi Darusman yang dahulu terlihat tangguh, kini terbaring sakit tanpa
daya.
( )
BERITA LAIN Fungsi dan Peran
Kompolnas Perlu Diperkuat
PNU: Ada Rekayasa Pemangkasan Parpol
Golkar Ingin Usung Capres Sendiri
Parpol Islam Terancam Tergencet!
Pansel KPK Diminta Jangan Terpaku Kuota
Pencalonan Megawati Ditanggapi Beragam
Polda Bali Siapkan Regu Tembak untuk Amrozi
Time ';"
href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=306620&kat_id=59">MA
Bantah Ada Intervensi dalam Kasus Time
Mantan Kepala DPKD Kendal Dituntut 5 Tahun Penjara
Laporan Keuangan Yayasan Supersemar Bukti Gugatan Soeharto
function load() { lebar =
(window.screen.availWidth / 2) - 250; tinggi = (window.screen.availHeight /
2) - 200; window.open('cahaya.htm', "",
"toolbar=0,location=0,menubar=0,scrollbars=1,resizable=0,width=500,height=286,left="
+ lebar + ",top=" + tinggi); } --> -->
© 2007 Hak Cipta oleh Republika Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin
tertulis dari Republika
| Kirim Artikel Koran | Kontak Webmaster |
Dewa Nugraha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
turut berduka, semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan
remy soetansyah soetansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: MOGI DARUSMAN MENINGGAL
DUNIASep 19, '07 12:18 AM
for everyone
Tadi, pukul 18:33:26, saya menerima SMS dari mBak Yani, istri dari Mogi
Darusman, isinya adalah kabar tentang wafatnya Mogi Darusman.
Mogi Darusman adalah seorang solois yang dikenal sebagai penyanyi balada, yang
syairnya sarat dengan kritik di era orde baru. Lagunya yang terkenal adalah
Rayap-Rayap.
Beliau wafat di Rumah Sakit pondok Indah Jakarta pada pukul 19:40 WIB.
Sampai berita ini saya tulis, belum ada kabar dimana jenazah akan disemayamkan.
Juga belum diketahui jenazah Mogi Darusman akan dimakamkan besok
NB:
Baru saja saya menerima SMS sususlan dari Abay, personil Country Jack Sukabumi
dan Bani Adam (bandnya alm Farid harja) bahwa Jenazah Mogi Darusman
disemayamkan di Jl Niaga Hijau 1 No 54 Pondok Indah. Dan akan dimakamkan besok
pagi (Rabu 19 September 2007) di pemakaman umum Tanah Kusir pada pukul 10.00
pagi
Tags: mogi darusman
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.