SUARA PEMBARUAN DAILY   
---------------------------------
    Jumat, RI-PBB Bahas Harta Soeharto       [JAKARTA] Kejaksaan Agung belum 
bisa bersikap karena belum mengetahui adanya inisiatif PBB dan Bank Dunia untuk 
mengusut harta mantan Presiden Soeharto yang diduga dari hasil korupsi. "Saya 
belum membaca beritanya," ujar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kemas 
Yahya Rahman, di Jakarta, Rabu (19/9) pagi, saat dimintai penjelasan mengenai 
langkah Kejaksaan Agung menyikapi masalah tersebut.   Namun, pada kesempatan 
sebelumnya, Direktur Perjanjian Internasional Departemen Luar Negeri, Arif 
Havas Oegroseno mengungkapkan, Indonesia akan mengajukan permintaan bantuan PBB 
untuk mengembalikan kekayaan negara yang diduga dikorupsi Soeharto semasa 
berkuasa.   Sebagaimana dilaporkan Antara, Havas akan bertemu Bank Dunia di 
Washington DC pada Jumat (21/9), guna membahas rencana tersebut.   Nama mantan 
Presiden Soeharto menempati urutan pertama pada daftar pemimpin dunia yang 
diduga mencuri kekayaan negara selama berkuasa. Daftar itu
 dicantumkan pada laporan PBB dan Bank Dunia, mengenai Stolen Asset Recovery 
(StAR) Initiative (Prakarsa Pengembalian Kekayaan Negara yang Dicuri).   
Prakarsa tersebut dimaksudkan untuk membantu negara-negara berkembang 
memperoleh kembali aset yang dicuri pemimpin mereka. Selanjutnya, uang tersebut 
dapat digunakan untuk program sosial atau pembangunan infrastruktur yang sangat 
dibutuhkan.   Setiap US$ 100 juta yang dikembalikan, dapat mendanai program 
imunisasi bagi empat juta anak, menyediakan saluran air untuk 250.000 rumah 
tangga, atau mendanai perawatan untuk 600.000 penderita HIV/AIDS selama setahun 
penuh. [E-8/L-10]     
---------------------------------
  Last modified: 19/9/07 
       
---------------------------------
Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.

Kirim email ke