Tanggapan dari Komunitas Utan Kayu (KU) untuk Riza Maulana
Sehubungan dengan tulisan Riza Maulana, yang meminta KUK memberikan daftar
peserta (daerah) dalam festival sastra dua tahunan (biennale) yang
diselenggarakan sejak 2001-2007, bersama ini saya kirimkan daftar tersebut
untuk diketahui semua pihak.
Dari daftar itu dapat dilihat bahwa Goenawan Mohamad, Hasif Amini, Nirwan
Dewanto dan Sitok Srengenge tidak pernah diikut sertakan. Baru di tahun 2007,
Ayu Utami ikut dalam festival di Borobudur. Sejak 2004 Ayu Utami tidak bekerja
sebagai kurator di TUK.
Pengirim: Asty Leonast
Dokumentasi Komunitas Utan Kayu
---------------------------------------------------------------------------------
PESERTA INDONESIA DALAM FESTIVAL SASTRA UTAN KAYU 2001:
1. Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya)
2. Arif B Prasetyo (Bali)
3. D. Zawawi Imron (Madura)
4. Dorothea Rosa Herliany (Magelang)
5. Joko Pinurbo (Yogyakarta)
6. Nenden Lilis A (Bandung)
7. Sindu Putra (Mataram)
8. Taufik Ikram Jamil (Riau)
9. Ulfatin Ch (Yogyakarta)
10. Zeffey Alkatiri (Jakarta)
PESERTA INDONESIA DALAM FESTIVAL SASTRA UTAN KAYU 2003:
Denpasar Wantilan Art Center
1. Frans Nadjira (Bali)
2. Oka Rusmini (Bali)
3. Made Taro (Bali)
4. Putu Vivi Lestari (Bali)
5. Umbu Landu Parangi (Bali)
6. Warih Watsana (Bali)
Solo T B S
1. Ahmad Tohari (Purwokerto)
2. Raudal Tanjung Banua ( Yogyakarta )
3. Mustofa Bisri (Rembang)
4. Timur Sinar Suprabana (Semarang)
5. Triyanto Triwikromo (Semarang)
6. Slamet Gundono
Jakarta TUK
1. Linda Christanty (Jakarta)
2. Putu Wijaya (Jakarta)
3. Ari Pahala Hutabarat (Lampung)
4. Sapardi Djoko Damono (Jakarta)
5. Niniek L. Karim (Jakarta)
6. Nukila Amal (Jakarta)
7. Nur Zain Hae (Jakarta)
PESERTA INDONESIA DALAM FESTIVAL SASTRA UTAN KAYU 2005:
Bandung Selasar Sunaryo Art Space
1. Saini KM (Bandung)
2. Mona Sylviana (Bandung)
3. Soni Farid Maulana (Bandung)
4. Godi Suwarna (Ciamis)
5. Eka Kurniawan (Jakarta)
6. AS Laksana (Jakarta)
7. Kurnia Effendi (Jakarta)
8. Nur Wahida Idris (Yogyakarta)
9. HU Mardiluhung (Gresik)
Lampung Komunitas Rumah Panggung
1. Inggit Putria Marga (Lampung)
2. Isbedy Stiawan ZS (Lampung)
3. Jimmy Maruli Alfian (Lampung)
4. Marhalim Zaini (Riau)
5. Tan Lioe Ie (Bali)
6. Dinar Rahayu (Bandung)
7. Martin Aleida (Jakarta)
8. Shinta Febriany (Makasar)
Jakarta TUK
1. Arswendo Atmowiloto (Jakarta)
2. N. Riantiarno (Jakarta)
3. Radhar Panca Dahana (Jakarta)
4. Landung Simatupang (Yogyakarta)
5. Gunawan Maryanto (Yogyakarta)
6. Afrizal Malna (Yogyakarta)
7. Azhari (Banda Aceh)
8. Budi Darma (Surabaya)
9. Iswadi Pratama (Lampung)
PESERTA INDONESIA DALAM FESTIVAL SASTRA UTAN KAYU 2007:
Jakarta Teater Kecil, TIM
1. Gus tf (Padang)
2. Triyanto Triwikromo (Semarang)
3. Laksmi Pamuntjak (Jakarta)
4. Abdul Hadi WM (Jakarta)
5. Beni Setia (Caruban)
6. Agus Noor (Yoyakarta)
Jakarta TUK
1. Ugoran Prasad (Yogyakarta)
2. Oka Rusmini (Bali)
3. F. Rahardi (Jakarta)
4. Intan Paramaditha (Jakarta)
5. Amarzan Ismail Hamid (Jakarta)
6. Dewi Lestari (Bandung)
7. Remy Sylado (Jakarta)
Magelang Galeri Langgeng
1. Dorothea Rosa Herliany (Magelang)
2. Joni Ariadinata (Yogyakarta)
3. Es Wibowo (Magelang)
4. Darmanto Jatman (Semarang) à karya dibacakan oleh Wani Dharmawan,
karena beliau sakit
5. Abidah el-Khalieqy (Yogyakarta)
Candi Borobudur
1. Hamsad Rangkuti (Jakarta)
2. Avi Basuki (Jakarta)
3. Acep Zamzam Noor (Tasikmalaya)
4. Sindhunata (Yogyakarta)
5. Iman Budhi Santosa (Yogyakarta)
6. Ayu Utami (Jakarta)
7. Joko Pinurbo (Yogyakarta)
=================================================
Oleh: Rizka Maulana
Goenawan Mohamad boleh bersikap tidak bersedia melayani serangan Saut
Situmorang dan orang-orangnya (itu dia katakan dalam Surat Dari Komunitas Utan
Kayu), akan tetapi aku berpikir kita masih wajib membuat dialog berlangsung
dengan pikiran terang dan disertai bukti atau alasan, supaya kita nggak
diracuni dusta dan kebencian doang.
Pasalnya masih ada pernyataan-pernyataan yang ditulis di depan umum akan tetapi
tetap tidak membantu kita memahami apa sebenarnya persoalan Saut dkk dengan KUK.
Ada yang barusan ngirim postingan dengan memberi cap "Kekuasaan" kepada KUK (
Komunitas Utan Kayu), lebih lengkapnya "kekuasaan" yang "menindas" dan
"meniadakan" dan "menekan".
Aku selalu bingung bagaimana sih KUK menindas? Meniadakan? Menekan? Aku perlu
contoh dan bukti yang jelas dan tidak kabur-kabur. Bahwasanya Saut dan
kawan-kawannya sekarang masih tetap dapat menulis di internet dan di media
massa, aktif dalam Festival Kesenian Yogya, membuat manifesto, menyerang GM,
dan lain-lain kan tidak memberi kesan bahwa ada penindasan oleh KUK.
Disebut-sebut dalam festival internasional ada seniman setempat yang
tidak diundang. Apakah itu menindas dan meniadakan? Memangnya kalau
nggak ikut ke festival sastrawannya tamat karirnya? Apakah ada
sastrawan yang tamat karirnya gara-gara itu? Kok nggak masuk akal.
Perlu juga bukti-bukti bahwa kalau KUK mengadakan festival internasional di
suatu tempat (kan sudah pernah di Solo, Bandung, di Bandar Lampung, di Jakarta,
di Bali, dan di Magelang) maka sastrawan setempat nggak ada yang diajak?
Kalau itu terbukti, artinya KUK dusta dan nggak beres. Kalau nggak terbukti si
Saut dkk dusta dan nggak beres. Ayo kedua belah pihak kirim bukti-bukti.
Rizka Maulana (pengunjung KUK)
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
blog: http://mediacare.blogspot.com
---------------------------------
Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos.