From: Maimunah Suadi
  E-mail: [EMAIL PROTECTED]
  Subject: Tentang Polemik Sastra 
To: [EMAIL PROTECTED] 
    
                     
  Saya mengikuti milis tentang Saut Situmorang dan KUK
(atau TUK). Saya bersama teman-teman peminat sastra
yang tidak pernah ikut dalam pergaulan sastrawan
merasa TIDAK PAHAM  dengan  yang  terjadi. Jadinya
merasa terganggu kena ramai-ramainya.
   
  Saya dan teman-teman di Semarang hanya dengar-dengar
tentang KUK (atau TUK) akan tetapi, masih buta,
  (1) Di mana letak KUK? Di Jakarta, kan?
(2) Milik pemerintah atau swasta?
(3)    Berapa luas dan besarnya?
(3) Kapan didirikan? 
(4) Untuk tujuan apa ?
(5) Apa kebijakannya di bidang kesenian?
(6) Mengapa ada Radio juga?
(7) Bagaimana pendanaannya?
(8) Apa saja selama ini yang dikerjakannya?
   
  Sampai sekarang ini, tidak ada sama sekali posting
dari sastrawan KUK. Tidak ada pendapat. Goenawan
Mohamad cuma menulis surat dari Utan Kayu yang justru
bilang, kira-kira, “Sorry, gua nggak mau bertengkar,
lagi sibuk nih”. Dari Ayu Utami tidak ada suara juga.
Nirwan Dewanto diam, nol.  Sitok Srengenge embuh.
  Yang ada cuma posting dari orang yang menyerang atau
meledek Saut. 
   
  Sementara itu, dari pihak Saut Situmorang dkk juga
belum jelas benar apa pikirannya. Maaf, in mungkin
karena Saut selama ini seperti hanya berteriak, dan
mengejek. Yang saya peroleh dari postingnya hanya
kesan bahwa KUK itu jahat sekali. Sebab itu saya ingin
informasi:
   
  1. Mengapa KUK diserang?
2. Apakah KUK harus ditutup? 
3. Bagaimana caranya supaya KUK tidak mendominasi?
   
  Saya pernah membaca juga yang disebut manifesto Ode
Kampung yang digosipkan melawan TUK. Tetapi tetap
belum paham, dan ketika saya tunjukkan kepada
teman-teman, mereka juga tidak paham. Kami hanya
menduga-duga ini maunya apa. Tetapi dalam manifesto
itu KUK tidak disebut sama sekali..
   
  Jadi sekarang ini belum ada polemik yang dapat
dinikmati orang awam. Baru ledek meledek, antara Saut
dengan Radityo, antara Saut dkk dengan para simpatisan
KUK, antara Saut dengan mereka yang sebel dengan cara
Saut.
   
  Maka saya mohon penjelasan. Sebagai anggota
masyarakat pembaca sastra. Kalau tidak ada penjelasan
terus, itu berarti yang ribut ribut sekarang
(sepertinya hanya Saut, lho) cuma asyik sendiri.
  
Berarti,  sastra untuk sastrawan saja.
  
 
Maimunah Suaidi
   


e-mail: [EMAIL PROTECTED]  
  blog: http://mediacare.blogspot.com  
   

       
---------------------------------
 Check out  the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.

Kirim email ke