Hehehe... Bung Asnawin kemakan iklan ya? "...bagi orang yang tak mampu ke 
Malaysia..." dan di balik kepala mungkin tertanam suatu hari mungkin kalau ada 
uang bisa juga buktikan apa betul yang dipromosikan Kompas tempo hari itu ya?

Memang garing kok ke Malaysia. Tahuh lalu saya juga rasakan sinisme supir taksi 
KL tentang  Indonesia dan bangganya ia bisa punya pembantu orang Indonesia. 
Tapi ia juga senang nonton sinetron sadis tengah malam TV3 karya produser India 
kita (seperti "Bawang Merah Bawang Putih" itu loh).

Terus ngomong-ngomong daerah indah di Indonesia, Bantimurung, Malino, Sukabumi, 
Tanjung Lesung, dan deretan pasir putih Babel, pantai panjang Bengkulu yang 
sekarang sedang goyang, dan masih ribuan tempat lain. Wuih... minta maaf, susah 
mau ke sana kalau bukan turis backpacker yang gak punya duit dan gak banyak 
masukin devisa! Bayangkan Pulau Penang dan Pulau Langkawi yang airport-nya 
berskala internasional (sungguh, lebih bagus dari airport Bali sekarang!) Bule 
segala macam bangsa berlenggang dan buang uang liburan berminggu-minggu... atau 
sekalian Genting Highland tempat judi (baca: money laundering) yang dihalalkan 
pemerintah sana hehehe

Itu bedanya ribuan daerah indah di Indonesia, dan dua-tiga daerah yang masukin 
duit di Malaysia. Hayo, cerdas mana?

Hasimah

Asnawin Aminuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Setuju.
 Ya, sebaiknya tak usah ditanggapi mengapa Kompas memuat promo 
 Malaysia di hari Sabtu. Tetapi bagi orang yang tak mampu ke Malaysia, 
 yang tinggal jauh di pelosok kabupaten di luar Pulau Jawa, promo 
 Malaysia di Kompas sekaligus merupakan informasi dan buku pelajaran 
 yang mudah-mudahan berharga.
 Tapi ngomong-ngomong soal liburan, Tana Toraja, Bantimurung, Malino, 
 dan Pantai Pasir Putih Tanjung Bira, di Sulawesi Selatan, saya kira 
 cukup bagus untuk menyegarkan pikiran.
 
 asnawin  
 
 --- In [email protected], "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Saya rasa tak perlu dihubung-hubungkan. Iklan adalah iklan. Urusan 
 politik adalah urusan politik. Selama pengiklan masih bisa bayar 
 tarif Kompas yang selangit, kenapa tidak? Masyarakat pembacalah yang 
 menentukan. Kalau ia merasa Malaysia itu basi, ya tak bakal tertarik 
 liburan ke sana. Menurut opini pribadiku, Malaysia memang garing. 
 Rugi kalau liburan kesana....mending jalan-jalan ke Bandung, Bali, 
 Tana Toraja, atau yang paling deket ke Bogor dan Puncak, serta 
 Sukabumi..:))
 > 
 





 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke