Dear all,

Kemarin hari Minggu, iseng-iseng saya nonton acara
Oprah Winfrey dengan tema "The Secret" yang ternyata
merupakan kelanjutan dari episode sebelumnya (yang
tidak saya tonton, jadi mau cek di internet). Acaranya
bagi saya sangat menggugah. Pinjam istilah Airin
(teman saya, dan juga untuk tidak menyebut diri
sendiri :-)) waktu baca ringkasan saya, "Gue
banget!!!", hahaha.... Saking tertarik dengan yang
disampaikan, saya sekalian catat poin-poin penting
yang muncul. Saya pikir 'rahasia' hidup yang
disampaikan sangat menarik dan mengena dan
mudah-mudahan juga bermanfaat bagi teman-teman semua. 

Buat teman-teman yang Muslim, kebetulan salah satu
penulis buku ini adalah pendeta, jadi dia pakai
ungkapan Yesus. Tapi saya kira semua ajaran sebetulnya
mengajarkan hal yang sama atau paling tidak mirip,
jadi pesannya aja yang dipakai ya... Selamat berpuasa.

Ringkasan dari pesan-pesan dalam acara Oprah tersebut
ada di bawah ini. Mohon maaf kalau ada salah-salah
kutip atau interpretasi. Saya tahu topik ini bukan
baru, jadi kalau ada informasi tambahan, boleh dong
saling sharing.

Selamat membaca, semoga bermanfaat. 

Peace,

Rini

PS. Sorry for cross-posting
--------------------------------------------------

THE SECRET (OPRAH SHOW)

 

Metro TV, pukul 11.00 

 

Minggu, 23 September 2007 

 

Kata, perbuatan, cinta dan hal baik lainnya yang kita
sebar, akan kembali ke diri kita.

 

Kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri dan
setiap pilihan membuat perubahan pada hidup kita. Yang
paling penting adalah kita membuat keputusan yang baik
dalam menjalani hidup ini. Lalu, biarlah semua
berjalan apa adanya. Dunia akan berubah ketika kita
mau mengubah diri sendiri.

 

Kabar baiknya, kekuatan ada pada diri kita sendiri
untuk membuat hidup kita lebih baik.

 

Perasaan dan pikiran yang kita punyailah yang
menentukan energi yang kita keluarkan. Jika kita
berpikir secara negatif maka hal negatiflah yang akan
muncul dalam hidup kita sendiri dan jika kita berpikir
secara positif dan membahasakan apa yang kita pikirkan
secara positif maka kita akan menjalani hidup yang
positif karena energi positif tersebut kita ciptakan
bagi kita dan orang di sekeliling kita. 

 

Energi bergerak ke arah minat yang kita bangun dalam
memikirkan persoalan hidup kita. Kebanyakan orang
keliru dalam menempatkan fokus hidupnya, karena
seringkali fokus hidup diarahkan pada apa yang
ditakutkan akan terjadi, daripada apa yang kita
inginkan terjadi. Energi (yang kita ciptakan)
menangkap apa yang menjadi minat kita. Jika kita terus
berpikir tentang apa yang kita takutkan atau
khawatirkan akan terjadi, maka energi mencerna hal itu
sebagai minat kita. Oleh karena itu, jika kita
berfokus pada masalah, maka kita akan terus menemui
masalah karena energi kita diarahkan ke sana. Dalam
beberapa tahun yang akan datang, kita mungkin akan
bertanya, kenapa hal ini terjadi pada diriku? Aku
telah berusaha menghindarinya tetapi kenapa terjadi
lagi? Jawabannya, itu karena Anda adalah tetap orang
yang sama dengan energi dari pikiran dan perasaan yang
sama seperti sebelumnya, meski mungkin Anda telah
berada di tempat yang berbeda, mengenal orang-orang
yang berbeda, memiliki jabatan yang berbeda, memiliki
usia dan pengalaman yang bertambah, lingkungan yang
berbeda, dan seterusnya. Anda harus mulai menempatkan
fokus pada hal-hal yang positif. Pada apa yang
sesungguhnya Anda ingin terjadi, daripada pada
memikirkan apa yang Anda tidak inginkan terjadi.  

 

Doa, kepercayaan dan harapan yang dibangun merupakan
hal baik yang perlu terus dipupuk. Anda juga harus
merasa Anda sudah memiliki apa yang Anda inginkan,
karena hal tersebut akan mengarahkan diri Anda pada
apa yang Anda inginkan terjadi. Merasa sudah memiliki
apa yang Anda inginkan akan mengarahkan sikap dan
perilaku hidup Anda pada apa yang Anda inginkan dalam
hidup ini. Jadi, kita tidak menunggu untuk ada pada
posisi atau situasi yang kita inginkan untuk bersikap
sesuai dengan situasi tersebut, tetapi bersikaplah
seolah-olah Anda sudah ada pada posisi yang Anda
inginkan dan berikan fokus pada meraih apa yang Anda
inginkan tersebut. Dengan begitu, perlu kesadaran akan
tujuan hidup Anda serta usaha untuk mewujudkannya
selangkah demi selangkah.

 

Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih apa yang
kita inginkan dalam hidup. Anda tidak (seharusnya)
dihakimi oleh siapapun. Tuhan (Yesus) mengatakan,
surga ada dalam diri Anda sendiri. Surga tersebut
adalah kebaikan yang kita ciptakan sendiri, bagi diri
kita dan sesama. Kita bisa memilih untuk menebarkan
kebaikan atau ikut ambil bagian dalam menebar
kejahatan. Kita diberikan kebebasan memilih, oleh
karena itu, buatlah keputusan-keputusan yang tepat.

 

Bersyukur merupakan rahasia untuk sikap yang positif
dalam hidup. Jika kita tahu bersyukur atas apa segala
yang terjadi dalam hidup kita, kita siap untuk
bersyukur akan hal-hal baik lain yang akan muncul
dalam hidup. Bersyukur juga memberi rasa damai dalam
hati dan pikiran kita sendiri. 

 

Hidup ini luar biasa dan patut disyukuri dan dirayakan
keberadaannya. Kita perlu mencari jalan untuk
berpartisipasi secara penuh dalam hidup. Kita tak
perlu takut akan apa yang akan terjadi kemudian lalu
mengambil langkah untuk mengantisipasi hal buruk yang
akan terjadi, karena itu sesuatu kemungkinan yang akan
terjadi di waktu mendatang. Tetapi hidup kita adalah
mengenai apa yang terjadi sekarang, dan yang terjadi
sekaranglah yang penting untuk dijalani. 

 

Pikiran kita sangatlah kuat (powerful) dalam
menentukan arah hidup kita. Jauhkan diri dari rasa
mengasihani diri dan “kesadaran sebagai korban”
(victim awareness). Orang cenderung menempatkan
dirinya sebagai korban atas perlakuan/ketidakadilan
orang lain atas dirinya. Lalu melemparkan tanggung
jawab atas kegagalan dirinya kepada orang lain. Dengan
kata lain, membangun kesadaran dirinya sebagai korban.
Hal ini berarti mengecilkan kekuatan diri sendiri dan
membiarkan orang lain mengambil kendali atas hidup
kita. Ini juga berarti kita tidak bertanggung jawab
atas kehidupan yang telah dianugerahkanNya kepada
kita. Padahal, hidup merupakan anugerah terindah yang
patut dirayakan. 

 

Dr. Michael Beckwith, penulis ”The Secret” mengatakan,
jika kita mau mengubah haluan hidup kita, pada awalnya
kita perlu mulai menggambarkan apa yang kita mau dalam
hidup. Sedetail mungkin, jabarkan hidup seperti apa
yang kita mau dalam hidup. Lalu bentuk keinginan yang
kuat atau tujuan/intensi (intention) untuk
mewujudkannya. Bukan sekadar berharap atau
membayangkannya, tetapi intensi untuk mulai maju
langkah demi langkah. Dengan begitu, kita menarik
peluang-peluang yang mengarahkan diri pada tujuan yang
ingin kita wujudkan tersebut.

 

Kita mungkin akan gagal, tapi kita gagal dengan
terhormat karena kita telah berupaya dan setidaknya
kita telah membentuk pribadi yang positif dan tahu
bersyukur. Karena yang paling penting dalam hidup
adalah kekayaan harmoni, bukan sekadar kekayaan
materi. Oleh karena orang kaya seringkali menghabiskan
begitu banyak uang untuk membeli kekayaan harmoni yang
mereka inginkan dalam hidup ini. Kekayaan harmoni
perlu kita bangun dari dalam diri kita sendiri. 

 

Mulailah menuliskan daftar tentang apa yang kau
inginkan dalam hidupmu, tetapi buatlah daftar yang
dibahasakan secara positif. Misalnya jika Anda tak mau
bangkrut, tulislah: kebebasan finansial. Jika Anda tak
ingin berseteru dengan orang lain, tulislah: membangun
perdamaian. Jika Anda tak ingin disakiti dalam
hubungan, tulislah: hubungan yang harmonis, dan
seterusnya. Ketika Bunda Teresa diundang untuk
mengikuti demonstrasi untuk melawan peperangan, beliau
menolaknya dan bilang, ”Jika saya diundang untuk
mengkampanyekan perdamaian, saya akan ikut”. Beliau
mau menuntun kita untuk melihat ke arah yang positif.
Memberi fokus pada perdamaian, dan bukannya
peperangan, terorisme dan sebagainya. Jika kita
memberi fokus pada hal negatif seperti ’melawan
peperangan’, ’melawan terorisme’ dan sebagainya, kita
akan cenderung membangun energi yang bernuansa
kompetisi, keserakahan, iri hati, kebencian, dan
sebagainya. Seorang Filosofis, Ernest... mengatakan:
”Alangkah baiknya jika ada sekelompok orang yang
datang ke dunia dengan tujuan, dan bukan untuk
melakukan perlawanan”. Jika kita bisa membalikkan cara
berpikir, maka akan terjadi semacam lompatan quantum
bagi diri kita sendiri. Bacalah Mazmur 37:4 (atau
Mazmur 34:7?). 

 

Kebanyakan orang tidak tahu tujuan hidupnya dan tidak
mau/tahu menciptakan tujuan hidupnya sendiri.
Menjalani hidup apa adanya dan tidak membuat perubahan
sama sekali dalam hidupnya maupun dalam hidup orang
lain karena merasa cukup nyaman menjadi bagian dari
kelompok masyarakat/lingkungannya sendiri, dan
membiarkan dirinya terombang-ambing tanpa arah yang
jelas. Sebagian dari kita juga mungkin sudah
menerapkan hal-hal yang positif yang disebutkan di
atas, meski belum membaca artikel mengenai ini. Jika
itu terjadi, bagus sekali. Kita perlu merayakan
keberhasilan orang yang menjalani hidup secara baik.

 

Terkadang, kita dibebani atau membebani diri dengan
rasa benci pada orang lain atas apa yang terjadi dalam
hidup kita. Hal yang paling membebaskan kita untuk
bisa meraih tujuan yang lebih baik adalah pengampunan
sejati. Tak mau memaafkan, bak minum racun. Tindakan
memaafkan, bisa jadi merupakan hal yang penting bagi
orang yang kita benci. Mereka mungkin menerima atau
menolak dimaafkan karena satu dan lain alasan. Tetapi
tindakan memaafkan sebetulnya lebih penting bagi diri
Anda sendiri, karena dengan demikian Anda melepaskan
racun yang Anda simpan sendiri. Dengan begitu, Anda
akan merasa lebih lega dalam melangkah. Jika ada
hal-hal yang membuat Anda marah atau benci kepada
seseorang di masa lalu, usahakan agar Anda tak
menyimpan perasaan negatif tersebut, karena beban
tersebut, Anda sendirilah yang memikulnya. Anda
sendirilah yang meminum racun kebencian tersebut.
Semua yang terjadi dalam hidup, sebagaimana getirnya,
selalu memberi pelajaran akan suatu hal. Selalu ada
hikmahnya (blessing in disguise), atau setidaknya
membantumu melihat hidup dari perspektif yang berbeda
jika Anda mau menjadikannya pelajaran. Tak seorangpun
menginginkan hal buruk terjadi dalam hidupnya. Tetapi
jika terjadi juga, biarlah itu terjadi. Tak seorangpun
berhak menghakimi Anda. Tuhan tidak menghakimi Anda,
jadi mengapa Anda menghakimi diri sendiri secara
berlebihan? Katakanlah pada diri sendiri, aku tak mau 
hal itu (hal menyakitkan yang dulu terjadi) berubah,
karena hal itu memberikan banyak hikmah bagiku. 

 

Pola hidup baru harus terus dibangun dan dipelihara
agar selalu diingat. Perlu kesadaran yang dibangun dan
dipupuk dengan tindakan yang tepat. Karena kita diberi
kebebasan untuk membuat pilihan.

 

Orang biasa (yang tidak suka perubahan) cenderung
menyerang kesempurnaan dari apa yang dilakukan orang
yang mau berubah. Oleh karena itu, setiap ada hal baik
yang menimpa orang lain, rayakan itu, sebab hal-hal
baik akan memberimu energi tambahan yang baik. Orang
biasa tak suka melihat orang lain lebih dari dirinya
sendiri karena mereka lebih suka orang lain setara
dengan dirinya sendiri. Kelebihan orang lain membuat
dirinya merasa tak nyaman sehingga mereka berupaya
agar orang lain menjadi setara dengan dirinya.
Sesungguhnya mereka bertanya-tanya, kenapa aku tak
seperti dia? Tetapi mereka tak punya cukup nyali untuk
mengakui kelebihan orang lain, maupun rasa iri yang
ada dalam dirinya. Dengan demikian, jika Anda mau
berubah menjadi orang yang berbeda dari orang biasa,
Anda harus kuat dalam pendirian Anda dan apa yang Anda
yakini benar untuk dijalani. 

 

Pesan utama dari acara ini (Oprah Winfrey Show)
adalah: tentang kekuatan diri, pengampunan, dan rasa
syukur.

 

Rekomendasinya, baca buku “The measure of a man” oleh
Sidney Poitier. Juga baca tentang, “The Law of
Attraction”. 



       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke