Terima kasih Maria. Kutipan "surga"nya menarik:

Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih apa yang
kita inginkan dalam hidup. Anda tidak (seharusnya)
dihakimi oleh siapapun. Tuhan (Yesus) mengatakan,
surga ada dalam diri Anda sendiri. Surga tersebut
adalah kebaikan yang kita ciptakan sendiri, bagi diri
kita dan sesama. Kita bisa memilih untuk menebarkan
kebaikan atau ikut ambil bagian dalam menebar
kejahatan. Kita diberikan kebebasan memilih, oleh
karena itu, buatlah keputusan-keputusan yang tepat.




  ----- Original Message ----- 
  From: maria maghi 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, September 25, 2007 8:09 AM
  Subject: [mediacare] Tentang "Rahasia Hidup" dari acara Oprah Show


  Dear all,

  Kemarin hari Minggu, iseng-iseng saya nonton acara
  Oprah Winfrey dengan tema "The Secret" yang ternyata
  merupakan kelanjutan dari episode sebelumnya (yang
  tidak saya tonton, jadi mau cek di internet). Acaranya
  bagi saya sangat menggugah. Pinjam istilah Airin
  (teman saya, dan juga untuk tidak menyebut diri
  sendiri :-)) waktu baca ringkasan saya, "Gue
  banget!!!", hahaha.... Saking tertarik dengan yang
  disampaikan, saya sekalian catat poin-poin penting
  yang muncul. Saya pikir 'rahasia' hidup yang
  disampaikan sangat menarik dan mengena dan
  mudah-mudahan juga bermanfaat bagi teman-teman semua. 

  Buat teman-teman yang Muslim, kebetulan salah satu
  penulis buku ini adalah pendeta, jadi dia pakai
  ungkapan Yesus. Tapi saya kira semua ajaran sebetulnya
  mengajarkan hal yang sama atau paling tidak mirip,
  jadi pesannya aja yang dipakai ya... Selamat berpuasa.

  Ringkasan dari pesan-pesan dalam acara Oprah tersebut
  ada di bawah ini. Mohon maaf kalau ada salah-salah
  kutip atau interpretasi. Saya tahu topik ini bukan
  baru, jadi kalau ada informasi tambahan, boleh dong
  saling sharing.

  Selamat membaca, semoga bermanfaat. 

  Peace,

  Rini

  PS. Sorry for cross-posting
  --------------------------------------------------

  THE SECRET (OPRAH SHOW)

  Metro TV, pukul 11.00 

  Minggu, 23 September 2007 

  Kata, perbuatan, cinta dan hal baik lainnya yang kita
  sebar, akan kembali ke diri kita.

  Kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri dan
  setiap pilihan membuat perubahan pada hidup kita. Yang
  paling penting adalah kita membuat keputusan yang baik
  dalam menjalani hidup ini. Lalu, biarlah semua
  berjalan apa adanya. Dunia akan berubah ketika kita
  mau mengubah diri sendiri.

  Kabar baiknya, kekuatan ada pada diri kita sendiri
  untuk membuat hidup kita lebih baik.

  Perasaan dan pikiran yang kita punyailah yang
  menentukan energi yang kita keluarkan. Jika kita
  berpikir secara negatif maka hal negatiflah yang akan
  muncul dalam hidup kita sendiri dan jika kita berpikir
  secara positif dan membahasakan apa yang kita pikirkan
  secara positif maka kita akan menjalani hidup yang
  positif karena energi positif tersebut kita ciptakan
  bagi kita dan orang di sekeliling kita. 

  Energi bergerak ke arah minat yang kita bangun dalam
  memikirkan persoalan hidup kita. Kebanyakan orang
  keliru dalam menempatkan fokus hidupnya, karena
  seringkali fokus hidup diarahkan pada apa yang
  ditakutkan akan terjadi, daripada apa yang kita
  inginkan terjadi. Energi (yang kita ciptakan)
  menangkap apa yang menjadi minat kita. Jika kita terus
  berpikir tentang apa yang kita takutkan atau
  khawatirkan akan terjadi, maka energi mencerna hal itu
  sebagai minat kita. Oleh karena itu, jika kita
  berfokus pada masalah, maka kita akan terus menemui
  masalah karena energi kita diarahkan ke sana. Dalam
  beberapa tahun yang akan datang, kita mungkin akan
  bertanya, kenapa hal ini terjadi pada diriku? Aku
  telah berusaha menghindarinya tetapi kenapa terjadi
  lagi? Jawabannya, itu karena Anda adalah tetap orang
  yang sama dengan energi dari pikiran dan perasaan yang
  sama seperti sebelumnya, meski mungkin Anda telah
  berada di tempat yang berbeda, mengenal orang-orang
  yang berbeda, memiliki jabatan yang berbeda, memiliki
  usia dan pengalaman yang bertambah, lingkungan yang
  berbeda, dan seterusnya. Anda harus mulai menempatkan
  fokus pada hal-hal yang positif. Pada apa yang
  sesungguhnya Anda ingin terjadi, daripada pada
  memikirkan apa yang Anda tidak inginkan terjadi. 

  Doa, kepercayaan dan harapan yang dibangun merupakan
  hal baik yang perlu terus dipupuk. Anda juga harus
  merasa Anda sudah memiliki apa yang Anda inginkan,
  karena hal tersebut akan mengarahkan diri Anda pada
  apa yang Anda inginkan terjadi. Merasa sudah memiliki
  apa yang Anda inginkan akan mengarahkan sikap dan
  perilaku hidup Anda pada apa yang Anda inginkan dalam
  hidup ini. Jadi, kita tidak menunggu untuk ada pada
  posisi atau situasi yang kita inginkan untuk bersikap
  sesuai dengan situasi tersebut, tetapi bersikaplah
  seolah-olah Anda sudah ada pada posisi yang Anda
  inginkan dan berikan fokus pada meraih apa yang Anda
  inginkan tersebut. Dengan begitu, perlu kesadaran akan
  tujuan hidup Anda serta usaha untuk mewujudkannya
  selangkah demi selangkah.

  Tuhan memberi kita kebebasan untuk memilih apa yang
  kita inginkan dalam hidup. Anda tidak (seharusnya)
  dihakimi oleh siapapun. Tuhan (Yesus) mengatakan,
  surga ada dalam diri Anda sendiri. Surga tersebut
  adalah kebaikan yang kita ciptakan sendiri, bagi diri
  kita dan sesama. Kita bisa memilih untuk menebarkan
  kebaikan atau ikut ambil bagian dalam menebar
  kejahatan. Kita diberikan kebebasan memilih, oleh
  karena itu, buatlah keputusan-keputusan yang tepat.

  Bersyukur merupakan rahasia untuk sikap yang positif
  dalam hidup. Jika kita tahu bersyukur atas apa segala
  yang terjadi dalam hidup kita, kita siap untuk
  bersyukur akan hal-hal baik lain yang akan muncul
  dalam hidup. Bersyukur juga memberi rasa damai dalam
  hati dan pikiran kita sendiri. 

  Hidup ini luar biasa dan patut disyukuri dan dirayakan
  keberadaannya. Kita perlu mencari jalan untuk
  berpartisipasi secara penuh dalam hidup. Kita tak
  perlu takut akan apa yang akan terjadi kemudian lalu
  mengambil langkah untuk mengantisipasi hal buruk yang
  akan terjadi, karena itu sesuatu kemungkinan yang akan
  terjadi di waktu mendatang. Tetapi hidup kita adalah
  mengenai apa yang terjadi sekarang, dan yang terjadi
  sekaranglah yang penting untuk dijalani. 

  Pikiran kita sangatlah kuat (powerful) dalam
  menentukan arah hidup kita. Jauhkan diri dari rasa
  mengasihani diri dan "kesadaran sebagai korban"
  (victim awareness). Orang cenderung menempatkan
  dirinya sebagai korban atas perlakuan/ketidakadilan
  orang lain atas dirinya. Lalu melemparkan tanggung
  jawab atas kegagalan dirinya kepada orang lain. Dengan
  kata lain, membangun kesadaran dirinya sebagai korban.
  Hal ini berarti mengecilkan kekuatan diri sendiri dan
  membiarkan orang lain mengambil kendali atas hidup
  kita. Ini juga berarti kita tidak bertanggung jawab
  atas kehidupan yang telah dianugerahkanNya kepada
  kita. Padahal, hidup merupakan anugerah terindah yang
  patut dirayakan. 

  Dr. Michael Beckwith, penulis "The Secret" mengatakan,
  jika kita mau mengubah haluan hidup kita, pada awalnya
  kita perlu mulai menggambarkan apa yang kita mau dalam
  hidup. Sedetail mungkin, jabarkan hidup seperti apa
  yang kita mau dalam hidup. Lalu bentuk keinginan yang
  kuat atau tujuan/intensi (intention) untuk
  mewujudkannya. Bukan sekadar berharap atau
  membayangkannya, tetapi intensi untuk mulai maju
  langkah demi langkah. Dengan begitu, kita menarik
  peluang-peluang yang mengarahkan diri pada tujuan yang
  ingin kita wujudkan tersebut.

  Kita mungkin akan gagal, tapi kita gagal dengan
  terhormat karena kita telah berupaya dan setidaknya
  kita telah membentuk pribadi yang positif dan tahu
  bersyukur. Karena yang paling penting dalam hidup
  adalah kekayaan harmoni, bukan sekadar kekayaan
  materi. Oleh karena orang kaya seringkali menghabiskan
  begitu banyak uang untuk membeli kekayaan harmoni yang
  mereka inginkan dalam hidup ini. Kekayaan harmoni
  perlu kita bangun dari dalam diri kita sendiri. 

  Mulailah menuliskan daftar tentang apa yang kau
  inginkan dalam hidupmu, tetapi buatlah daftar yang
  dibahasakan secara positif. Misalnya jika Anda tak mau
  bangkrut, tulislah: kebebasan finansial. Jika Anda tak
  ingin berseteru dengan orang lain, tulislah: membangun
  perdamaian. Jika Anda tak ingin disakiti dalam
  hubungan, tulislah: hubungan yang harmonis, dan
  seterusnya. Ketika Bunda Teresa diundang untuk
  mengikuti demonstrasi untuk melawan peperangan, beliau
  menolaknya dan bilang, "Jika saya diundang untuk
  mengkampanyekan perdamaian, saya akan ikut". Beliau
  mau menuntun kita untuk melihat ke arah yang positif.
  Memberi fokus pada perdamaian, dan bukannya
  peperangan, terorisme dan sebagainya. Jika kita
  memberi fokus pada hal negatif seperti 'melawan
  peperangan', 'melawan terorisme' dan sebagainya, kita
  akan cenderung membangun energi yang bernuansa
  kompetisi, keserakahan, iri hati, kebencian, dan
  sebagainya. Seorang Filosofis, Ernest... mengatakan:
  "Alangkah baiknya jika ada sekelompok orang yang
  datang ke dunia dengan tujuan, dan bukan untuk
  melakukan perlawanan". Jika kita bisa membalikkan cara
  berpikir, maka akan terjadi semacam lompatan quantum
  bagi diri kita sendiri. Bacalah Mazmur 37:4 (atau
  Mazmur 34:7?). 

  Kebanyakan orang tidak tahu tujuan hidupnya dan tidak
  mau/tahu menciptakan tujuan hidupnya sendiri.
  Menjalani hidup apa adanya dan tidak membuat perubahan
  sama sekali dalam hidupnya maupun dalam hidup orang
  lain karena merasa cukup nyaman menjadi bagian dari
  kelompok masyarakat/lingkungannya sendiri, dan
  membiarkan dirinya terombang-ambing tanpa arah yang
  jelas. Sebagian dari kita juga mungkin sudah
  menerapkan hal-hal yang positif yang disebutkan di
  atas, meski belum membaca artikel mengenai ini. Jika
  itu terjadi, bagus sekali. Kita perlu merayakan
  keberhasilan orang yang menjalani hidup secara baik.

  Terkadang, kita dibebani atau membebani diri dengan
  rasa benci pada orang lain atas apa yang terjadi dalam
  hidup kita. Hal yang paling membebaskan kita untuk
  bisa meraih tujuan yang lebih baik adalah pengampunan
  sejati. Tak mau memaafkan, bak minum racun. Tindakan
  memaafkan, bisa jadi merupakan hal yang penting bagi
  orang yang kita benci. Mereka mungkin menerima atau
  menolak dimaafkan karena satu dan lain alasan. Tetapi
  tindakan memaafkan sebetulnya lebih penting bagi diri
  Anda sendiri, karena dengan demikian Anda melepaskan
  racun yang Anda simpan sendiri. Dengan begitu, Anda
  akan merasa lebih lega dalam melangkah. Jika ada
  hal-hal yang membuat Anda marah atau benci kepada
  seseorang di masa lalu, usahakan agar Anda tak
  menyimpan perasaan negatif tersebut, karena beban
  tersebut, Anda sendirilah yang memikulnya. Anda
  sendirilah yang meminum racun kebencian tersebut.
  Semua yang terjadi dalam hidup, sebagaimana getirnya,
  selalu memberi pelajaran akan suatu hal. Selalu ada
  hikmahnya (blessing in disguise), atau setidaknya
  membantumu melihat hidup dari perspektif yang berbeda
  jika Anda mau menjadikannya pelajaran. Tak seorangpun
  menginginkan hal buruk terjadi dalam hidupnya. Tetapi
  jika terjadi juga, biarlah itu terjadi. Tak seorangpun
  berhak menghakimi Anda. Tuhan tidak menghakimi Anda,
  jadi mengapa Anda menghakimi diri sendiri secara
  berlebihan? Katakanlah pada diri sendiri, aku tak mau 
  hal itu (hal menyakitkan yang dulu terjadi) berubah,
  karena hal itu memberikan banyak hikmah bagiku. 

  Pola hidup baru harus terus dibangun dan dipelihara
  agar selalu diingat. Perlu kesadaran yang dibangun dan
  dipupuk dengan tindakan yang tepat. Karena kita diberi
  kebebasan untuk membuat pilihan.

  Orang biasa (yang tidak suka perubahan) cenderung
  menyerang kesempurnaan dari apa yang dilakukan orang
  yang mau berubah. Oleh karena itu, setiap ada hal baik
  yang menimpa orang lain, rayakan itu, sebab hal-hal
  baik akan memberimu energi tambahan yang baik. Orang
  biasa tak suka melihat orang lain lebih dari dirinya
  sendiri karena mereka lebih suka orang lain setara
  dengan dirinya sendiri. Kelebihan orang lain membuat
  dirinya merasa tak nyaman sehingga mereka berupaya
  agar orang lain menjadi setara dengan dirinya.
  Sesungguhnya mereka bertanya-tanya, kenapa aku tak
  seperti dia? Tetapi mereka tak punya cukup nyali untuk
  mengakui kelebihan orang lain, maupun rasa iri yang
  ada dalam dirinya. Dengan demikian, jika Anda mau
  berubah menjadi orang yang berbeda dari orang biasa,
  Anda harus kuat dalam pendirian Anda dan apa yang Anda
  yakini benar untuk dijalani. 

  Pesan utama dari acara ini (Oprah Winfrey Show)
  adalah: tentang kekuatan diri, pengampunan, dan rasa
  syukur.

  Rekomendasinya, baca buku "The measure of a man" oleh
  Sidney Poitier. Juga baca tentang, "The Law of
  Attraction". 

  __________________________________________________________
  Need a vacation? Get great deals
  to amazing places on Yahoo! Travel.
  http://travel.yahoo.com/


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.13.30/1025 - Release Date: 23/09/2007 
13:53

Kirim email ke