----- Original Message -----
From: May Teo
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, September 25, 2007 4:31 PM
Subject: [pepicek-post] Fw: BBC NEWS
Laptop '$100 dijual untuk umum
Penggemar komputer di negara maju akan segera mendapatkan apa yang disebut
"laptop $ 100".
Organisasi dibelakang proyek itu telah meluncurkan program "beri satu, dapat
satu" yang membolehkan warga Amerika membeli dua laptop dengan harga $ 399.
Satu laptop akan dikirim ke pembeli sedangkan satu lagi ke dikirimkan ke
seorang anak di negara berkembang.
Program G1G1 akan menawarkan laptop selama dua pekan mulai 12 November.
"Sejak hari pertama banyak orang menyatakan berminat kepada cara dimana
masyarakat di negara maju dapat berpartisipasi dalam program itu," ujar Walter
Bender, kepala pengembang piranti lunak One Laptop per Child (OLPC) kepada BBC.
Laptop XO telah dikembangkan untuk digunakan anak-anak dan harganya
murah, tahan lama dan mudah digunakan.
Terdapat beberapa inovasi dalam laptop ini seperti layar yang bisa dibaca
di bawah sinar matahari sehingga dapat digunakan di luar ruangan.
Laptop ini tidak memiliki bagian-bagian dapat lepas, dapat diberi tenaga
surya, pompa kaki atau pengisi bateri dengan tali dan ditempatkan dalam
penyimpan tahan air.
Harga komputer ini baru-baru ini naik dari $ 176 menjadi $ 188 meskipun
tujuannya menjual laptop seharga $ 100.
Pemerintah dapat membeli laptop berwarna hijau dan putih ini sampai
250.000 buah.
Bulan Juli, pemasok perangkat keras itu diberi lampu hijau untuk menambah
produksi semua komponen yang diperlukan membuat komputer murah ini.
Keputusan itu menandakan organisasi itu telah memenuhi atau melebihi tiga
juta pesanan yang diperlukan agar produksi itu memadai.
Nama-nama pemerintah yang membeli komputer di gelombang pertama belum
diumumkan.
Namun menurut OLPC perhatian yang besar juga datang dari invididual di
negara maju terhadap laptop XO.
"Saya tidak tahu berapa kali orang menambahkan pertanyaan dalam situs
wiki kami 'bagaimana saya bisa mendapatkannya?' atau 'saya senang jika membayar
satu untuk seorang anak jika saya dapat satu'," kata Bender.
Organisasi sebelumnya memberikan petunjuk bahwa mereka sedang
mempertimbangkan penjualan laptop dengan program beli satu dapat satu namun
tidak secepat ini.
Bulan Januari, Michalis Bletsas, pejabat tinggi proyek ini mengatakan
kepada BBC bahwa OLPC berharap menjual laptop ini untuk umum "tahun depan".
Nicholas Negroponte, pendiri OLPC, juga sebelumnya mengatakan, "Banyak
program komersial telah dipertimbangkan dan diusulkan mungkin tahun 2008 atau
sesudahnya, salah satunya 'beli 2 dan dapat 1'."
Menurut Bender, OLPC melihat beberapa keuntungan menawarkan laptop ke
negara maju.
"Akan banyak orang mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan isi,
perangkat lunak dan pendukungnya," ujar Bender.
Namun terutama, katanya, cara memperluas proyek laptop ke negara-negara
yang tidak mampu berpartisipasi.
Negara pertama yang menerima sumbangan laptop ini adalah Kamboja,
Afghanistan, Rwanda dan Haiti.