Nuadzubillahiminzalik.... jangan pernah menyebut diri beragama kalau masih
menanam benci tanpa melihat bukti yang jelas dan valid, apalagi benci tak
terkendali (= sebagaimana diistilahkan "termakan mitholigi"). Bagaimana
caranya : *bacalah, dengarlah, ikutilah segala informasi yang menyangkut
apa/siapa yang anda benci dan cermatilah apakah apa yang anda benci
benar-benar absolut 100 % sama sekali tidak bisa diterima semuanya ? Mungkin
dengan begitu terminologi dan diskripsi serta pemahaman yang anda miliki
bisa berkembang, dengan demikian menjadi lebih cerdik, cermat dan selektif.*
*Bahkan sampai dengan tempat yang dikuasai/didiaminya sekalipun ? *
*Bukankah "tempat" adalah sesuatu yang netral hasil ciptaanNYA ? Apakah yang
mau datang ke sana untuk suatu kunjungan politik guna mendukung siapa yang
dikunjungi ? Atau.. apakah kalau tidak mengakui sebuah negara kemudian
menjadikan tempat itu sebagai tempat terlarang ? Bagaimana dengan negara
KOMUNIS kenapa tidak sekalian dilakukan pelarangan berkunjung ke China dan
Rusia ?*
**
Seharusnyalah dengan keberagamaan itu seseorang bisa me-"MANAGE" kebencian
agar tidak "MEMBABI BUTA". Bicara soal penjajahan kepada Palestinapun anda
tidak usah terlalu heroik seperti membela negara sendiri. Bicara soal jajah
menjajah dan pendirian sebuah negara atau juga bubarnya sebuah negara bangsa
di dunia ini tidak ada bisa memastikan keabadiannya. Bagaimana pendapat anda
pada saat orang Timor Timur mesara terjajah ? Bagaimana pula pendapat anda
kalau pada saat ini ada sebagian orang Papua yang merasa dijajah oleh orang
Indonesia ?
Bagaimana juga soal berdirinya negara Indonesia ? Adakah negara Indonesia
bisa berdiri kalau tidak dijajah oleh Belanda sehingga menumbuhkan rasa
kesamaan nasib ? Pernahkah terpikirkan bahwa USSR akan bubar ? Wallahu'alam
bisawab.

Kembali ke soal Palestina, adakah israel mencaplok seluruh area Pelstina dan
memperlakukan mereka sebagai bangsa terjajah ? Tidakkah sekarang sebagian
besarpun sudah diserahkan kepada bangsa Palestina dan apa yang terjadi....?
Diantara mereka sendiri tidak akur bukan ??!!! Lalu tidakkah anda melihat
betapa penduduk Paestina miskin di Gaza banyak yang ingin mengungsi ke
Israel karena perang antar kelompok mereka sendiri ?

Mari kita belajar berpikir objecktive sebagai individu yang cerdas, sekali
lagi bukan MEMBABI BUTA. Let's see and watch the WORLD as the whole of world
wisely, not only "you"/"we" and "them".

Wassalam.






On 9/26/07, pandu ganesa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Re: KOMPAS Promosikan Israel
> Posted by: "Wielsma Baramuli" [EMAIL PROTECTED] <wedekabe%40yahoo.com>wedekabe
> Tue Sep 25, 2007 8:19 pm (PST)
> Orang-orang seperti saudara Unik nampaknya terjebak pada mitologi mengenai
>
> Israel (?) Mungkin sekali-sekali Unik perlu belajar dari mereka yang anda
> klasifikasikan sebagai kaum liberal untuk melakukan proses demitologisasi
> dalam masalah ini supaya kritik anda terhadap kelompok lain seperi Israel
> misalnya lebih proporsional dan terutama rasional.
>
> #Kalau berminat mempelajari sejarah Israel, silakan baca a.lotobiografinya
> Golda Meir. (mudah2an orang yang anti Israel tahu siapa nenek "lampir"
> ini).
> Dia bilang bahwa orang2 Israel itu membeli tanah-tanah dari tuan tanah
> Arab
> Palestina, dan ada surat-suratnya.
>
> Terserah saja, percaya atau tidak, yang penting baca dulu referensi dari
> kiri dan kanan, baru ambil kesimpulan.
>
> gono
>
> 
>

Kirim email ke