Jelas, pluralisme tidak bisa hilang dan tidak bisa dihilangkan hanya karena tidak adanya PDIP ataupun Golkar. Kedua partai ini bukanlah satu-satunya yang mewakili pluralisme.
Syariah Islam tidak akan bisa ditegakkan di Indonesia karena dasar negara kita tercantum di PBB bukanlah sebagai negara berdasarkan Syariah Islam. Kalo dasar negara diubah menjadi Syariah Islam, otomatis keanggautaan RI di PBB dianulir seperti halnya Afghanistan di zaman Taliban. Mengubah dasar negara menjadi Syariah Islam hanyalah mengundang sanksi dan boikot dunia terhadap Indonesia. Tidak ada seorangpun pemimpin negeri ini akan mampu memerintah rakyatnya dengan menggunakan Syariah Islam karena akan terjadi krisis ekonomi yang mengakibatkan pemberontakan di-mana2. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], ferry irawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ikut nimbrung neh.. soal pidato, emang kita jg tahulah kualitasnya PDIP kan hanya menjual kekultusan Mega saja sbg anak Soekarno.. Tapi jelas pluralitas diperlukan di bangsa yang majemuk ini, Janganlah agenda syariat Islamnya PKS sampai hadir di bumi Indonesia apalagi dengan agenda besar mereka mengusung Kalifah Islam masa lalu.. > Jelas pengakuan dominasi mayoritas terhadap minoritas itu perlu dicegah.. > > > Posted by: "Rudy Patirajawane" [EMAIL PROTECTED] Tue Sep 25, 2007 1:04 pm (PST) Nimbrung ya. Tulisan Bung Alfi itu sukar di konfirmasikan sebagai sumber independen, karena beliau jelas seorang PKS fan. Namun andai memang TK bilang begitu, tepat pendapat Bung Gimblot! So what? > Tanpa pluralisme, NKRI akan bubar. PDIP mudah-mudahan tetap tegar sebagai benteng terbesar pluralisme. > Sekait PKS, yah kita lihatlah perkembangannya. Menyembunyikan agenda syariat yg diusungnya tahun 1999, lalu what next? > RPr > > gimblot makagiansar <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > Apa pandangan pribadi anda ttg terorisme yg berdasarkan ajaran Islam bagaimana ? > Tuduhan yg dilontarkan oleh Taufik Kiemas itu kan biasa saja dalam dunia politik, sama saja dengan tudingan tidak jelasnya agama yang dianut ibu Megawati dahulu. Apa yang dilakukan PDIP sama saja dengan yang dilakukan oleh partai politik lainnya, hanya berbeda kendaraan saja PDIP menggunakan idiom2x nasionalis dan pluralisme sementara partai lain menggunakan kendaran agama, sah kan ? > > ----- Original Message ---- > From: Alfi <[EMAIL PROTECTED] co.id>
