artikel ini ada di www.angelmichael.cjb.net

 [image: Balance-Keseimbangan
Karakter]<https://www.cornercake.com/cgi-bin/nph-a.cgi/THNCMEA/http/blog.360.yahoo.com/blog/slideshow.html=3fp=3d2&id=3dDN.9eKE2bqsqFCOp0B25>
[image:
magnify]<https://www.cornercake.com/cgi-bin/nph-a.cgi/THNCMEA/http/blog.360.yahoo.com/blog/slideshow.html=3fp=3d2&id=3dDN.9eKE2bqsqFCOp0B25>
*Netral, Balance dan Kebijaksanaan*

Bukan masalah benar dan salah dalam pemahaman kebijaksanaan ini, itu
terserah masing-masing, tidak ada yg diuntungkan ato dirugikan, makanya yang
harus dipegang adalah Balance, keseimbangan antara kebaikan dan keburukan,
dengan balance kita bisa bijaksana :)

Tujuan utamanya adalah, jangan jadi tuhan dengan menghakimi orang lain yang
berbeda agama ataupun kepercayaan orang lain dengan bilang " kamu tidak
bakalan masuk surga, sebaik apapun kamu berbuat didunia ini kalo kamu tidak
percaya tuhan saya, kamu pasti masuk neraka, percuma semua perbuatan baik
kamu" dan "lebih baik seorang penjahat, koruptor, pembunuh, dan
penjahat-penjahat lainnya tp masih percaya kepada tuhan saya daripada kamu
walaupun kamu paling baik didunia tapi tidak percaya tuhan saya, sebab kamu
pasti masuk neraka, sedang penjahat-penjahat itu cepat atau lambat akan
masuk surga sebab percaya tuhan saya" begitulah jualan para agamis dengan
berbagai macam jenis dan ribuan nama agamanya itu, mana yang bijak? Tidak
ada

makanya tidak heran muncul banyak "teroris relijius" dari berbagai macam
agama-agama tersebut, sebab orang diluar agamanya percuma juga hidup, ga
bakalan masuk surga versi mereka

Ingin bijak, jadilah netral, bukan baik dan buruk berdasarkan agama yang
dicari, tapi kebijaksanaanlah yang dicari :)

Jangan jadi jesus, gandi, budha, atau sebangsanya, sebab akan melihat dunia
ini tidak berarti, sampah dan tidak ada gunanya, maunya mati saja, jadi
melihat kehidupan tidak berarti

Juga jangan jadi penjahat psikopath yg maunya membantai dan jadi penjahat
nomor satu, dan tidak menghargai kehidupan

Ambil dua-duanya, balance, seimbang, bukan menghilangkan nafsu, tapi
memanage-nya
Tanpa nafsu, makan jd ga enak, mencari uang juga ogah, ngesek juga ga asek,
apalagi disurga diberi bidadari sejutapun ga bakalan digarap, bengong tanpa
nafsu

Nafsu adalah hal yang memberi semangat untuk hidup, tujuan hidup adalah
untuk bertahan hidup, bukan untuk langsung mati, sedang yang diajarkan oleh
para agamis adalah melihat hidup itu kotor, manusia adalah kotor, dan
dirinya sendiri adalah kotor dan maunya mati saja

Satu-satunya ilmu pasti adalah matematika sedang fisika, biology, kimia,
astronomi adalah pengembangan dari ilmu yang menggunakan hitungan-hitungan
dari matematika dan masih akan berkembang, didalam ilmu pengetahuan istilah
"satu-satunya yang abadi hanya perubahan itu sendiri", makanya ilmu
astronomi juga berubah, sebab sesuai dengan perkembangan cabang dari ilmu yg
sedang berkembang yg menggunakan hitungan matematika didalamnya :)

Bila ada tuhanpun, maka bila salah seorang dari kita diumpamakan jadi
seorang dalang, dan punya karakter "burisrawa" yang diberi peran karakter
jahat, lalu punya "arjuna" yang punya peran karakter baik, adu tanding
didunia balok pisang, setelah dunia hancur (baca:-pertunjukan wayang
selesai) maka burisrawa dan arjuna akan masuk kotak yang sama

Bila tangan burisrawa putus, maka tangan burisrawa akan dibenahi oleh si
tuhan (baca dalang) demikian juga bila kaki arjuna putus, juga akan dibenahi
oleh si tuhan. Kita hanya menjalankan peran kita masing-masing dan jalankan
peran kita sebaik-baiknya, jangan menghakimi orang lain dan mensejajarkan
diri kita dengan tuhan dengan menghakimi manusia lainnya masuk neraka atau
surga, sebab itu bukan urusan kita.

Hiduplah didunia ini dengan damai tanpa melihat agama, ras, kasta, kedudukan
dan gender, sebab tujuan kita adalah kebijaksaan untuk memperbaiki
nilai-nilai dan hak asasi manusia, aman, tentram dan damai :)

nah kalo salah satu agama yang hanya lelakinya saja boleh Polygami (istri
lebih dr satu), maka agar adil, wanitanya juga boleh polyandri (suami lebih
dr satu), kalo ada alasan kan nanti ga ketauan siapa bapaknya, itu cuma
alasan klasik dan egoisnya para laki, sebab kini ada test dna, bisa ketahuan
siapa bapaknya :)

Dan untuk menjaga hak asasi manusia itulah kita harus patuh pada hukum
manusia, hukum yang kita buat sendiri untuk melindungi diri kita sendiri dan
orang lain, bukan hukum dari kitab suci yang hanya berfihak pada orang-orang
yang seagama saja :)

Dan Juga Ke extriman kepada sesuatu hal diperlukan agar ada jadi pembeda
antara mana yang keterlaluan dan mana yang kurang, hingga disitu kita bisa
mengambil jalan tengah yang terbaik, tetapi ke extreme-an yang banyak
iya-nya (extrim kanan/ bebas) serta ke extriman yang banyak tidak-nya
(extrim kiri/ tidak bebas) tidak boleh dihilangkan, tetapi ditekan dan
dimanage agar kita menjadi tahu dan mengerti jalan tengah yang baik dan
balance untuk kebijaksanaan kita serta agar terjadi terobosan baru bila itu
dibidang teknologi.

angkat tinggi hukum manusia, bukan mengangkat tinggi aturan tuhan yang ada
dikitab-kitabnya, sebab dengan mengangkat tinggi aturan tuhan, maka manusia
cenderung untuk tidak peka pada permasalahan sosial, kemanusiaan dan hak
asasi manusia yang ada! bahkan merampas hak asasi manusia itu sendiri!


HIDUP HAK ASASI MANUSIA



Michael Gumelar (Angel Michael)
see my blog here: www.angelmichael.cjb.net

Kirim email ke