ikut nimbrung juga deh. makasih banyak ya mas Asbari, dengan membaca tips-tips yang mas berikan saya jadi punya inspirasi untuk menulis lagi. mungkin satu lagi aku tambahin, dengan melihat fenomena di sekitar kita itu juga bisa dijadikan inspirasi kalau tiba-tiba saja kita merasa ndak tahu harus menulis apa. Thanks.
[EMAIL PROTECTED] wrote: NDH 26.9.2007 Mohon nimbrung Saya tiba-tiba berjumpa nama lama pernah saya kenal via e-mail Perki Eropa: - Asbari Nurpatria Krisna Arminiushof 2 1216KE Hilversum The Netherlands . - Dian Hutabarat (DH), Jakarta dalam hubungan Perki Eropa (Asbari, katanya dulu kenalan baik juga Marga Hutabarat). Dan tentu DH karena saya: ND Hutabarat, Parbaju Raja Nabolon, No 16, masih di Hamburg . Salam dari K-7 (Pak Asabari K-6,4 ?) -------- Original-Nachricht -------- Datum: Wed, 26 Sep 2007 11:14:55 +0700 Von: Dian Hutabarat An: "[email protected]" <[email protected]> Betreff: RE: [mediacare] Tips Jika Otak Buntu Menulis > Maaf agak melenceng ..... Pak Asbari, saya cuma mau > menyampaikan salam rindu pada Ibu Yuyu. Apakah beliau masih ingat saya, > Dian dari tempat kerja Ibu Yuyu di Jakarta?? Saya dengar kemarin Ibu Yuyu > pulang ke Indonesia, untuk menghadiri pesta pernikahan. Tapi sayang saya > tidak bertemu Ibu. dian - SP Dari: > [email protected] [EMAIL PROTECTED] Atas Nama > A.Nurpatria Krisna [EMAIL PROTECTED] > Terkirim: 26 September 2007 5:55 > Ke: [email protected] > Subjek: Re: [mediacare] Tips Jika Otak Buntu Menulis > > > Ada tembahan dari saya, Asbari Nurpatria Krisna, 64, novelis: > 1. Pergilah jalan-jalan ke daerah atau negeri mana pun > yang Anda pandang memberikan inspirasi. Bertemulah dengan manusia > lain. Di Belanda saya banyak bertemu dengan orang,dalam rangka meliput > atau wawancara. Tetapi negeri yang mapan seperti Belanda tidak > inspiratif untuk saya. Eropa Timur, Italia, Jerman, Spanyol, > Yunani, skandinavia malah memberikan banyak inspirasi. > 2. Kalau sudah terlalu banyak menulis dan banyak pula buku atau novel > diterbitkan, mintalah pendapat pembaca Anda, (seorang wanita lebih baik) > yang memang benar-benar suka membaca. Jangan terjebak pada tema, topik > dan pola cerita yang yang monoton, karena Anda bekerja sangat rutin. > 3. Jalan-jalan ke toko buku, menyaksikan betapa karya orang > lain ditulis dan terutama di cetak. Di Belanda banyak fiksi > setebal-tebal bantal (ha, ha, ha --- bantal bayi!) 4. > Menulis dengan komputer dan mesin tulis ada untung ruginya. Tetapi > sebenarnya kalau didengar telinga, menulis dengan mesin tulis lebih > aaaaasssssyyyyiiiiiikkkkkk, karena suara detakan tuts mesin tulis atau > fonts, walapun susah untuk mengoreksi (mesin tulis listrik lebih > gampang). > 5. Cara menyembuhkan kebuntuan adalah dengan terus menulis apa > saja, mulai dari mana saja dan jangan berhenti kalau belum benar-benar > buntu, seperti saran yang pernah saya terima dari Pramoedya Ananta Toer.. > 6. Buatlah selingan dengan menulis humor, surat cinta > (walaupun entah untuk siapa), nasihat untuk anak (kalau sudah punya anak) > atau untuk anak yang belum pernah lahir (karena belum menikah) > 7. Tetap jatuh cintalah pada seseorang agar semangat menulis > tetap berkobar-kobar. Begitu tambahan dari > saya. Salam, Asbari Nurpatria Krisna > Arminiushof 2 1216KE Hilversum The Netherlands > +31642883883 Erwin Arianto > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
