Setuju Bang Agus... Tambahin sedikit...aku ambil contoh penulis aktif dan produktif adalah almarhum Soe Hok Gie, misalnya. Dia gak pernah mati ide/buntu otak untuk menulis, secara pada periode 60-65-an kondisi Indonesia yg carut marut banyak menjadi bahannya untuk tak henti menulis.
Lebih dari itu, sebaliknya, Soe sendiri merasa perlu mendekatkan diri degan rakyat dari dekat dengan cara jalan-jalan/naik gunung dan bertemu langsung dengan rakyat biar dia tahu masalah sebenarnya yg dialami rakyat, tidak dengan cara ngoceh dan lihat kanan atau kiri dari balik kaca mobil. Jauh di bawah Soe Hok Gie, penulis lain adalah almarhum Norman Edwin,--anggota Mapala UI yg juga mantan wartawan Kompas. Jalan- jalan dan menulis adalah dua hobi yg bak mata uang, yang selalu beriringan. "Gw akan terus menulis dan bercerita, dan elu akan terus membaca tulisan-tulisan gw dan medengar cerita-cerita gw, kelak kalau gw mat, gantian orang akan bercerita tentang gw," kata Norman, satu saat. Dan akhirnya, Norman tewas di lereng nan dingin di puncak Gunung Aconcagua, Argentina, untuk melengkapi Pendakian Puncak 7 Benua (Seven Summit) Mapala UI, almamaternya. Dan benar saja, gantian orang bercerita tentang dia....... Inti dari keduanya adalah, perbanyak melihat dari dekat fenomena yg ada dan paling dekat, serta aktuil untuk ditulis.... salam, Latief/Idekami Communication --- In [email protected], "August Parengkuan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Indonesia, menurut saya, adalah negeri yang paling "baik" untuk penulis. Sebab rakyat negeri ini menghadapi berbagai masalah, hingga yang miskin bisa lebih miskin lagi. > Harga-harga kebutuhan pokok melangit. Minyak tanah hilang dari pasaran. Minyak goreng membubung tinggi. Pengangguran bertambah angkanya. Kemiskinan dan minimnya fasilitas kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil, terutama Indonesia timur, terlihat di mana-mana bila kita ke sana. Penderitaan masyarakat korban lumpur panas di Sidoarjo, sampai sekarang belum tuntas.Banyak sekali yang bisa digali oleh seorang penulis, apalagi bila penulis itu adalah orang Indonesia. Keadaan ini pasti akan menggetarkan jiwa dan hatinya, sebab ini adalah negerinya. > Sekedar sharing dari saya. > Salam damai, > AP > > ----- Original Message ----- > From: A.Nurpatria Krisna > To: [email protected] > Sent: Wednesday, September 26, 2007 5:55 AM > Subject: Re: [mediacare] Tips Jika Otak Buntu Menulis > > > > Ada tembahan dari saya, Asbari Nurpatria Krisna, 64, novelis: > > 1. Pergilah jalan-jalan ke daerah atau negeri mana pun yang Anda pandang memberikan inspirasi. Bertemulah dengan manusia lain. Di Belanda saya banyak bertemu dengan orang,dalam rangka meliput atau wawancara. Tetapi negeri yang mapan seperti Belanda tidak inspiratif untuk saya. Eropa Timur, Italia, Jerman, Spanyol, Yunani, skandinavia malah memberikan banyak inspirasi. > > 2. Kalau sudah terlalu banyak menulis dan banyak pula buku atau novel diterbitkan, mintalah pendapat pembaca Anda, (seorang wanita lebih baik) yang memang benar-benar suka membaca. Jangan terjebak pada tema, topik dan pola cerita yang yang monoton, karena Anda bekerja sangat rutin. > > 3. Jalan-jalan ke toko buku, menyaksikan betapa karya orang lain ditulis dan terutama di cetak. Di Belanda banyak fiksi setebal- tebal bantal (ha, ha, ha --- bantal bayi!) > > 4. Menulis dengan komputer dan mesin tulis ada untung ruginya. Tetapi sebenarnya kalau didengar telinga, menulis dengan mesin tulis lebih aaaaasssssyyyyiiiiiikkkkkk, karena suara detakan tuts mesin tulis atau fonts, walapun susah untuk mengoreksi (mesin tulis listrik lebih gampang). > > 5. Cara menyembuhkan kebuntuan adalah dengan terus menulis apa saja, mulai dari mana saja dan jangan berhenti kalau belum benar- benar buntu, seperti saran yang pernah saya terima dari Pramoedya Ananta Toer.. > > 6. Buatlah selingan dengan menulis humor, surat cinta (walaupun entah untuk siapa), nasihat untuk anak (kalau sudah punya anak) atau untuk anak yang belum pernah lahir (karena belum menikah) > > 7. Tetap jatuh cintalah pada seseorang agar semangat menulis tetap berkobar-kobar. > > > Begitu tambahan dari saya. > > Salam, > Asbari Nurpatria Krisna > Arminiushof 2 > 1216KE Hilversum > The Netherlands > +31642883883 > > > > > Erwin Arianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tips Jika Otak Buntu Menulis > Otak Buntu Menulis (Writer's Block) kerap terjadi pada siapa saja. Bahkan penulis mahir juga sering menghadapi "writer's block"¨Ckebuntuan menulis. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini? Berikut sejumlah kiat sederhana: > SIMPAN TULISAN FAVORIT ANDA > Simpan tulisan Anda yang terbagus menurut Anda. Baca kembali ketika Anda menjadi terlalu kritis terhadap diri sendiri sampai tak berdaya menulis. Ini akan mengembalikan rasa percaya diri yang akan mendorong Anda untuk mulai menulis. > UBAH SUDUT PANDANG > Cobalah untuk melihat apa saja yang Anda tulis dari sudut pandang berbeda untuk sementara waktu. Ini akan membuat Anda menilai suatu masalah secara obyektif dan secara kreatif sekaligus, serta memacu dorongan untuk menulis. > AMBIL JARAK > Seringkali Anda harus menyisihkan tulisan secara fisik dan membiarkan alam bawah sadar Anda "mengerjakan" tulisan itu. Pergilah berjalan-jalan, atau mengerjakan apa saja yang lain, dan kembalilah setelah segar. > RUNTUHKAN KERUTINAN > Coba menulis pada waktu yang berbeda dari kebiasaan Anda, makan di restoran tradisional yang baru dibuka, belanja di pasar yang berbeda atau mengambil rute lain ketika pulang ke rumah. Melakukan sesuatu secara berbeda memungkinkan Anda untuk melihat masalah secara baru dan mengeksplorasi pengalaman baru yang tidak pernah Anda lakukan. > GANTI ALAT TULIS ANDA > Jika Anda biasa menggunakan komputer pengolah kata, coba menulis dengan mesin ketik atau tulis tangan. > UBAH LINGKUNGAN KERJA > Temukan tempat baru untuk menulis. Parkir mobil Anda di tempat dengan pemandangan indah dan mulailah menulis. Atau menulislah di taman dekat rumah Anda sekadar untuk membuat perubahan suasana. > BICARALAH KEPADA ANAK-ANAK > Sungguh, cobalah bicarakan topik yang Anda tulis pada anak- anak! Bahkan jika mereka tidak sepenuhnya memahami subyek yang Anda katakan mereka umumnya memiliki pendapat yang unik dan seringkali bisa membantu Anda melihat sebuah topik dari sudut pandang yang sama sekali berbeda. > > MEMBACA BUKU > Dengan membca buku kita bisa menambah imaginasi kita dan dapat menghimpun tulisan baru > asep.wordpress.com/ > > > -- > Best Regard > Erwin Arianto,SE > ¤¨¤ë¥¦¥£¥ó¡¡¥¢¥ê¥¢¥ó¤È > Internal Auditor > PT.Sanyo Indonesia > Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi > -------------------------------------------- > See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/ > > > > > ------------------------------------------------------------------- ----------- > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more. >
