Bulan September hampir usai. Sejarah mengajak kita menilik apa yang terjadi di 
bulan September di tahun2...di tahun2 ...yang telah lalu.
   
  Bagi Indonesia untuk mempercerah benak pikiran ada dua hal yang sementara ini 
sempat aku pikirkan.
   
  Tahun 1965 bulan September di bumi pertiwi ini terjadi sebuah tragedi. Kita 
sampingkan dulu siapa yang jadi aktor intelektualnya, siapa yang bersalah siapa 
yang telah jatuh korban. Tapi bulan September tahun 1965 adalah suatu  saat 
dimana tragedi nasional telah terjadi.
   
  Kemudian kita simak sekali lagi suatu tragedi yang terjadi di bulan September 
tapi kejadian ini baru 3 tahun berlalu. Tragedi seorang anak bangsayangingin 
negaranya maju dalam era reformasi menjadi negara yang adil makmur ternyata 
menjadi korban keganasan tangan2 setan.
   
  Kedua2nya ,....satu, skala besar, melihat jumlah orang yang terbunuh dan yang 
terachir di bulan September 3 tahun selang seorang individu telah terbunuh. 
Kedua2nya adalah suatu tragedi, tidak perduli berapa banyak nyawa yang telah 
melayang, satu nyawa atau ribuan bukan menjadi soal. 
   
  Proses ketidak adilan memang mulai dari suatu tindakan yang menyentuh naluri 
orang banyak, orang banyak yang mengalami pelecehan hak azasinya yang 
berkembang menjadi suatu tragedi.
   
  Proses tragedi disusul dengan suatu penipuan, suatu...farce. Tragedi tidak 
akan berkembang menjadi suatu penipuan suatu ...farce ...apabila semua yang 
bersangkutan mengambil jalan yang benar dalam membenahi suatu penipuan.
   
  Kejadian sejarah, sejarah yang penuh tragedi, sejarah pembantaian September 
tahun 1965 dan pembantaian seorang Munir 3 tahun yang lalu...merupakan suatu 
tragedi yang berkembang menjadi suatu penipuan sejarah suatu ...historical 
farce.
   
  Mengungkap, melihat meninjau pekerjaan sejarah ini sendiri kita bisa dengan 
enteng bisa ber-ucap inilah suatu tragedi nasional.
  Menjadi suatu tragedi karena penuntasannya tidak ada.
   
  Pikiran kita masih segar, Presideng SBY yang sempat membuang waktunya 
mengangkat suatu komisi yang menangani perkara Munir tapi hasilnya tidak ada. 
Malahan perkara ini yang di pentaskan di peradialn kita berubah menjadi 
sandiwara yang penuh dengan penipuan ...penuh dengan ..farce, becoming a 
rediculous and empty show! Belum lagi urusan harta Mbah Harto yang secara 
indirek mendapat pengesah-annya oleh MA. Komplitlah ke deldel duwel-an negara 
ini setidak tidaknya dalam aspek peradilan.
   
  Apa yang akan terjadi dengan negara yang tidak bisa menangani proses 
peradilan dalam kasus2 yang penting bagi masa depan bangsa dan negara? Tidak 
lain proses sejarahnya akan jadi ....history, they say, plays the first time as 
tragedy, the second time as farce and the third time....descending into a state 
of .....deldel duwel......
   
  Harry Adinegara
   
   

       
---------------------------------
Sick of deleting your inbox? Yahoo!7 Mail has free unlimited storage. Get it 
now.

Kirim email ke