http://www.berpolitik.com/news.pl
Jumat, 28 September 2007 Berbekal Isu Nasionalisasi, Amien Kembali Bertarung?
Tags: Sangat Bermanfaat
Total penilai: 0
Nilai: Belum Ada Penilai
11 views
Berpolitik.com Satu per satu, muka lama kembali menyatakan kesediaannya.
Setelah Megawati Soekarnoputri dan Abdurrahman Wahid, belakangan tersiar kabar,
Amien Rais juga kembali digadang-gadang.
"Kemarin lusa, para politisi die hard-nya pak Amien di PAN sudah
berkumpul," ujar seorang aktivis muda yang bersua dengan berpolitik. Dalam
pertemuan yang berlangsung di sebuah restoran mewah di bilangan bundaran HI
itu, para pendukung kelas berat Amien Rais tengah mencanang tekad untuk
mendorong lagi jagoan mereka kembali "mentas politik".
Hingga kini, belum diketahui bagaimana reaksi dari Amien Rais sendiri
terhadap inisiatif para pendukungnya. Tapi, dari sinyal-sinyal yang dilontarkan
Guru Besar Ilmu Politik di UGM selama ini, tak sulit untuk menyatakan bahwa
dirinya belum sama sekali sudah mengubur impian menjadi orang nomor satu di
Indonesia.
Dalam pengamatan berpolitik, meski pernah getol mewacanakan majunya
pemimpin-pemimpin muda dalam pilpres 2009, Amien masih mengimbuhi dengan
kata-kata bersayap. Dia sempat bilang, kalau dari yang muda-muda tak ada yang
berani maju, ya jangan salahkan kaum tua kembali mencalonkan diri.
Di lain kesempatan, Amien juga sempat bilang tak bakal maju lagi karena
dibutuhkan banyak duit untuk biaya kampanye. Tapi, dia juga bilang, jika
disediakan duit yang banyak, dia menyatakan akan membuka peluang untuk kembali
bertarung untuk ketiga kalinya.
Peluru baru: Nasionalisasi
Dari sisi gagasan, Amien sebenarnya juga tak lagi melulu menggosok mantra
reformasi. Meski masih meneriakkan "sempurnakan reformasi", Amien punya bekal
baru untuk bertarung. Kali ini, Amien sepertinya lebih mengedepankan isu yang
lebih menohok hati pemilih.
Dalam pengamatan berpolitik, setahun terakhir ini, Amien terbilang rajin
mengumbar pernyataan soal pengelolaan sumber daya alam. Lebih tepatnya, dia
secara konsisten terus melansir keperluan untuk menasionalisasi tambang-tambang
yang kini banyak dikuasai perusahaan-perusahaan asing.
Isu nasionalisasi jelas isu yang seksi meski bikin pening para pelaku
usaha pertambangan."Saya pernah minta agar pak Amien menyodorkan angka-angka
hingga sampai pada kesimpulan kita sudah terlalu dirugikan. Kami punya
perhitungan sebaliknya, tapi sepertinya tak dianggap," keluh seorang mantan
menteri yang paham seluk-beluk bisnis pertambangan.
Tidak salah jika ada yang bilang Amien terinsiprasi dari gerakan yang
dilakukan dua meteor baru dari Amerika Latin: Evo Morales (Bolivia) dan Hugo
Chaves (Venezeula). Meski mendapat kecaman dari Amerika Serikat dan para
sekutu-sekutunya, keduanya mendulang popularitas yang cukup dahsyat di dalam
negeri. Gagasan itu pula yang menyumbang pemenangan mereka dalam pertarungan
memperebutkan kursi presiden di negaranya masing-masing.
Dengan isu nasionalisasi ini, Amien diyakini punya bekal yang cukup untuk
bertarung dengan SBY. Isu ini sepertinya bakal dipakai untuk membuat kontras
yang tajam dengan incumbent. Apalagi, sudah cukup lama SBY oleh berbagai pihak
diwacanakan sebagai presiden yang lebih banyak melayani kepentingan orang
asing.
Para "muka lama" juga bakal kerepotan jika Amien memakai isu ini.
Megawati, umpamanya, bakal dengan mudah disudutkan. Penjualan BUMN-BUMN
strategis yang terjadi ketika dirinya menjadi presiden bakal diungkit-ungkit
lagi dengan intens.
Dengan Gus Dur pun, Amien bakal berhadap-hadapan, meski tak sengit.
Perbedaan pokoknya barangkali menyangkut soal apa yang harus didahulukan:
kelestarian lingkungan atau pemanfaatan ekonomisnya. Jika konsisten dengan
platform PKB sebagai partai hijau, Gus Dur seharusnya mengusung isu yang
pertama, sedangkan Amien akan menonjolkan pesan yang kedua.
Barangkali, hanya dengan Wiranto, Amien "berbagi". Soalnya, Wiranto sudah
lama dikenal sebagai jenderal 'merah-putih'. Meski begitu, Amien masih bisa
menyudutkan Wiranto soal kedekatan historisnya dengan Soeharto. Kalaupun tak
memainkan isu itu, pihak-pihak ketiga, semisal aktivis HAM, akan siap
menggegroti kredibilitas Wiranto.
Masalahnya, Amien masih punya persoalan pada dirinya sendiri. Para
lawan-lawannya akan memanfaatkan sikapnya yang suka berubah-ubah. Oleh para
lawannya, Amien dengan mudah dikampanyekan sebagai sosok pemimpin yang
plin-plan.
Selain itu, sikap garang Amien juga dianggap sebagai sebuah persoalan.
Kuntowijoyo pernah menulis, kegagalan Amien dalam pemilu 2004 lebih disebabkan
karena sikapnya yang konfrontatif. Sikap itu pula, masih kata Kuntowijoyo, yang
memberikan keuntungan pada SBY yang mengambil posisi di tengah karena di sisi
kanan ada Wiranto yang dianggap konservatif.
Kita tunggu saja, langkah Amien selanjutnya.
www.berpolitik.com
Bukan situs berita, mari bicara
Cyber Building. Lt.5
Jl. Kuningan Barat no. 8, Jakarta
Tlp: 021-5277830
Fax: 021-5269680<<star_sm.gif>>
<<ori_7985.jpg>>
