-----Original Message-----
From: Qc [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 28, 2007 1:41 PM
To: '"[EMAIL PROTECTED]"@ptjaya.com';
'"[EMAIL PROTECTED]"@ptjaya.com';
'"[EMAIL PROTECTED]"@ptjaya.com';
'"[EMAIL PROTECTED]"@ptjaya.com'; '"[EMAIL PROTECTED]"@ptjaya.com'
Cc: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: CERAMAH TAUFIK KIEMAS DI RSIS-SINGAPURA
-----Original Message-----
From: Qc [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, September 28, 2007 1:34 PM
To: 'Anggoro Yulianto'
Subject: RE: CERAMAH TAUFIK KIEMAS DI RSIS-SINGAPURA
selamat siang,
kepada yang terhormat SUHUD ALYNUDIN,
Saya mau komentar tentang paparan artikel anda ini!.
Sebelumnya izinkan saya menyatakan diri saya: Saya adalah orang
Nasionalis dan keturunan dari Nasionalis. Saya cinta negara dan bangsa
ini!!!
dan bangga dengan Pancasila dan sampai detik ini sya masih bangga dengan
UUD'45!!!.
pertanyaan saya:
Kamu ini manusia atau binatang!!!
Apa maksud kamu dengan ; "Sebab jika Anda melihat Indonesia secara
keseluruhan, maka sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia
berpendidikan rendah yang mudah dibohongi oleh para elit partai".
Hoi bangsat, kau ingat ini : Apa yang keluar dari mulut kau, tidak ada
bedanya dengan apa yang keluar dari Pantat kau!!!.
1. Dari mana dan dasar apa kau bilang Rakyat ini Bodoh!!!.
2. Apa buktinya bahwa para Pemimpin partai Membohongi para Rakyat?...
Percuma Bapak mu dan Ibu mu menyekolahkan Kau kenegri seberang disana,
jika hasilnya tercipta manusia yang berpikiran Licik dan Kerdil seperti Kau
ini!
Saya sebagai bagian dari Rakyat indonesia dan Generasi bangsa Indonesia,
tidak menerima dengan pernyataan kau ini!!!
Sekarang kau kirim alamat kau di Indonesia ini, biar kami datang minta
pertanggung jawaban kamu!!!
Hoi..SUHUD ALYNUDIN bangsat ingat ini,
Biar kau bilang apa kami ini tapi kami tetap bangga dan mencintai negara
Persada ini ( "dari Sabang Sampai Merauke" ). Tidak seperti kau!!!
Kalau kau ingin membela PKS jangan menghina Rakyat Republik Indonesia
ini!!!, Tidak ada artinya PKS itu bagi kami dibandingi NKRI ini!!!.
Ingat.... Kami dan bahkan Orang - orang yang membaca ini akan menuntut
kamu bahkan akan ke Kantor Imigrasi dan Departement Luar Negri agar
menuntut kamu atas penghinaan terhadap Rakyat Republik Indonesia!!!.
ini alamat kamu akan kami Sharing ke semua NETTER : 50 Nanyang Crescent
Graduate Hall #03-18 Singapore 637598
Phone: +65-81716441
Hormat Kami,
Gerakan Penjaga Maruah Bangsa (GPMB)
-----Original Message-----
From: Anggoro Yulianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, September 26, 2007 4:29 PM
To: Suriadji Suryajaya (E-mail); BAMULYA (E-mail); Budi (E-mail); budi
setiadi (E-mail); Irwan Kahar (E-mail); Jasmetal (E-mail) (E-mail); Nefrizal
(E-mail); Osutisna (E-mail); Pc_Fspmi (E-mail) (E-mail);
Solidaritas_Pekerja_Batam (E-mail); SPMI_MKPI (E-mail); SPMI_PSECB (E-mail);
Union_researchers (E-mail); W. Agung (E-mail); yulianlcm (E-mail); Yusuf
Norrisaudin (E-mail); AGUS SUSWANTO (E-mail); alfian fspmi (E-mail); Ambang
(E-mail); Antik. Sugiharto (E-mail); Anto. Sujanto (E-mail); Arie. P
(E-mail)
Subject: FW: CERAMAH TAUFIK KIEMAS DI RSIS-SINGAPURA
Subject: CERAMAH TAUFIK KIEMAS DI RSIS-SINGAPURA
CERAMAH TAUFIK KIEMAS DI RSIS-SINGAPURA
Selasa, 11/9/07, saya menghadiri ceramah Taufik Kiemas, suami mantan
Presiden Megawati, dalam acara seminar yang diadakan RSIS ( Rajaratman
School of International Studies) tempat saya kuliah. Seminar merupakan
bagian dari mata kuliah yang wajib saya ikuti.
Taufik Kiemas datang atas undangan Indonesian Center RSIS yang
dipimpin oleh Prof. Dr. Leonard Sebastian (Indonesianis Singapura). Tampak
hadir menyertai
Taufik para petinggi PDIP, di antaranya Pramono Anung, Sutradara
Ginting, Puan Maharani dan beberapa yang tidak saya kenal.
Dalam kesempatan itu Taufik memaparkan dua hal pokok. Pertama, soal
perkembangan PDIP dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Kedua soal terorisme
dan sektarianisme di Indonesia . Pada poin pertama Taufik, dengan bahasa
Indonesia yang diterjemahkan oleh seorang translator, memaparkan tentang
cita-cita PDIP untuk membangun Indonesia sebagai rumah besar nasionalisme
yang bertujuan mempertahankan Pancasila, NKRI dan mewujudkan pluralisme.
"Mustahil nasionalisme tanpa pluraslisme, " tukas Taufik.
Untuk mewujudkan rumah besar itu, PDIP harus bekerjasama dengan pihak
eksternal. Dalam hal ini ia menyebut Golkar untuk dalam negeri dan Amerika
Serikat yang dianggap memiliki kemampuan campur tangan terhadap negara lain.
"Saya tidak butuh orang-orang golkar. Yang saya butuhkan adalah Partai
Golkar yang berhaluan pluralis," ujar Taufk.
Sikap itu juga disampaikan saat Taufik dan kawan-kawan berkunjung ke
Amerika Serikat (AS). Menurut Taufik, saat di AS ia menegaskan kembali
tentang sikap PDIP sebagai partai oposisi di Indonesia dan sebagai partai
nasionalisme yang menjunjung tinggi pluralisme.
Saat membahas bagian kedua dari ceramahnya tentang pluralisme dan
terorisme di Indonesia , ia menyebutkan bahwa nasionalisme/ pluralisme di
Indonesia sedang menghadapi apa yang ia sebut sektarianisme. Sektarianisme
inilah yang menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila
kelompok teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk
menumpasnya, tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai
politik sehingga lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut
PKS.
Lebih lanjut ia menjelaskan, karena itulah mengapa kelompok nasionalis
yang memperjuangan pluralisme di Indonesia bersatu melawan PKS dalam Pilkada
di DKI Jakarta . Karena hanya dengan bersatu padu itulah mereka dapat
mengalahkan PKS di sejumlah daerah. "Tampaknya melihat kaum pluralis bersatu
mereka takut juga," tandas Taufik.
Ia juga sempat menyitir pidato Pak Hidayat Nur Wahid, yang saya tidak
tahu dimana, bahwa Pak Dayat berbicara tentang nasionalisme dan pluralisme,
seolah-olah ia lebih nasionalis dari orang nasionalis sendiri.
Terus terang, mendengar paparan Taufik itu dada saya langsung
bergemuruh. Tadinya tidak ada niat saya untuk bertanya. Saya datang hanya
untuk menggugurkan kewajiban kuliah saja. Dan kita juga sama-sama tahulah
kualitas Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil. Di
samping, kedatangan saya juga untuk menjaga hubungan baik saya dengan Andi
Widjajanto (anak Theo Syafei yang sedang mengambil Phd. Di Singapura) teman
sekelas saya di satu mata kuliah. Saya juga tahu Andi kini menjadi salah
satu advicer penting di PDIP terkait persoalan militer.
Pada saat masuk sesi tanya jawab, reflek saya angkat tangan. Saya
katakan, sebelum masuk ke pertanyaan saya ingin menanggapi dulu apa yang
disampaikan Taufik tentang PKS. Saya perlu meluruskan masalah ini ke
audience karena yang hadir adalah para mahasiswa RSIS dari berbagai negara.
Apa jadinya jika mereka beranggapan bahwa setiap muslim harus dicurigai
sebagai teroris sebagaimana yang disampaikan Taufik. Lebih berbahaya kalau
mereka beranggapan PKS adalah supporter teroris di Indonesia .
Dengan sedikit emosi saya katakan, PKS adalah a small party in
Indoensia, only 7 percent. PKS dibentuk oleh para generasi muda Indonesia
yang mecoba mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Indonesia . Mereka
bercita-cita ingin membangun apa yang mereka sebut "The New Indoensia"/
Indonesia Baru. Dan perlu dicatat, mereka adalah lulusan universitas secular
di Indonesia, seperti UI, UGM, ITB dan IPB.
Lalu saya jelaskan, tampaknya cita-cita mereka ini ditangkap oleh
sebagian masyarakat Indonesia berpendidikan dan menginginkan perubahan.
Karena itu terbukti, PKS unggul di Jakarta . Di sini saya memberi penekanan:
" Jakarta adalah tolok ukur politik di Indonesia . Jika Anda ingin
mengatahui the real politics in Indonesia dan proses demokratisasi di
Indonesia, look at Jakarta !" Sebab jika Anda melihat Indonesia secara
keseluruhan, maka sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia
berpendidikan rendah yang mudah dibohongi oleh para elit partai.
Setalah itu barulah saya masuk ke pertanyaan sederhana: Apa konsep
PDIP untuk membangun Indonesia . Pertanyaan itu tak dijawab secara baik oleh
Taufik, karena mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara
hadirin. Setelah tahu saya orang PKS pernyataannya menjadi melunak, ia
katakan syukurlah kalo ternyata PKS sudah berubah.
Alhamdulillah, tampaknya hadirin mendapatkan informasi lain tentang
PKS, hal itu terlihat dari pertanyaan2 yang terlontar, baik dari orang
Indonesia sediri, Singaporean, Malaysian, semua tampak bernada positif
terhadap PKS. Beberapa kawan dari Indonesia dan beberapa negara menghampiri
saya mengomentari penjelasan singkat saya itu.
Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap
angina lalu. Boleh jadi inilah gambaran sikap PDIP sendiri dan sikap
partai-partai lain secara umum terhadap PKS. Sikap ini tampaknya akan
melatari kebijakan partai untuk menghadapi Pemilu 2009. Isu terorisme,
sektarianisme adalah isu usang namun efektif untuk menjatuhkan citra partai
Islam. Sebagaimana tudingan militer secular Turki yang menuding Justice
Party di Turki memiliki hidden agenda islamisme.
Wallahu a'lam
SUHUD ALYNUDIN
50 Nanyang Crescent Graduate Hall #03-18 Singapore 637598
Phone: +65-81716441
--
The Canggih Corporation
___