Kalau angka korupsi Pak Harto sejumlah US$ 15-35 miliar bukan
bersumber dari World Bank (WB), kenapa WB tidak buat press release
resmi, sebagai klarifikasi kepada publik dunia?

Atau, motifnya cuma untuk menyelamatkan TIME .....
----------------------------- 


http://web.worldbank.org/WBSITE/EXTERNAL/COUNTRIES/EASTASIAPACIFICEXT/INDONESIAINBAHASAEXTN/0,,contentMDK:21484546~pagePK:1497618~piPK:217854~theSitePK:447244,00.html

Prakarsa StAR Bukan Hanya untuk Indonesia
juga tersedia di: English

Diluncurkan di New York pada 17 September lalu, Stolen Asset Recovery
(StAR) Initiative adalah suatu prakarsa internasional untuk membantu
negara berkembang mendapatkan kembali aset hasil korupsi yang
disembunyikan di luar negeri. Bank Dunia dan Perserikatan
Bangsa-Bangsa, melalui Kantor Urusan Obat Terlarang dan Kejahatan
(UNODC), menjadi tuan rumah program ini.

Dalam dokumen StAR yang dirilis kepada publik, tercantum nama 10 bekas 
pemimpin disebut sebagai pencuri aset negara bernilai miliaran dolar, 
termasuk mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Untuk mengetahui lebih
jauh perihal Prakarsa StAR dan cara kerjanya, Tempo mewawancarai Joel
Hellman, Chief Governance Advisor World Bank untuk Asia Timur dan
Pasifik, Kamis lalu.

Empat tahun menempati pos Jakarta, Hellman pernah menjadi koordinator 
sejumlah proyek World Bank di Aceh dan Sumatera Utara. Perbincangan
dengan wartawan Tempo Arti Ekawati, Budi Riza, dan Hermien Y. Kleden
berlangsung di kantor Bank Dunia, Gedung Bursa Efek Jakarta lantai 12,
Jakarta Selatan, selama hampir satu jam.


Berikut ini petikannya:

Pada Rabu pekan lalu, Kepala Bank Dunia Jakarta Joachim von Amsberg 
menyerahkan dokumen kepada Jaksa Agung Hendarman Supandji. Apa isinya?
Saya ada bersama Joachim ketika itu. Yang kami serahkan adalah dokumen
yang persis kami berikan ke Tempo sekarang ini, tidak kurang tidak
lebih (dokumen StAR-Red).

Benarkah Anda juga menyerahkan nomor-nomor bank Soeharto di luar negeri?
Sama sekali tidak (tertawa lebar). Kami berbicara tentang Prakarsa
StAR, dan menyampaikan kesiapan kami membantu jika pemerintah
Indonesia memerlukan bantuan melacak harta hasil korupsi. Perlu saya
tegaskan, StAR adalah prakarsa internasional untuk membantu negara
berkembang mana saja, dan bukan hanya Indonesia.

Apa yang harus disiapkan Indonesia agar segera bisa mendapat akses
bantuan StAR?
Komitmen pemerintah! Itu yang paling penting. Fungsi kami adalah
melakukan koordinasi internasional, asistensi, memberikan pelatihan
dan peningkatan kapasitas dalam melaksanakan pengembalian harta hasil
korupsi.

Banyak yang bilang program ini tak akan bergigi di Indonesia,
mengingat korupsi sudah berurat-akar..
Yang membuat program ini bergigi atau tidak adalah kesungguhan
pemerintah yang melaksanakannya. Kita melihat contoh sukses dari
Nigeria dan sejumlah negara lain.

Apakah StAR akan terlibat langsung dalam proses pengembalian harta curian?
Yang dapat mengambil aset curian itu adalah negara itu sendiri. Umpama 
Indonesia mau mengambil kembali harta dari, misalnya, Singapura atau
Swiss. 
Yang melakukannya, ya, bukan Bank Dunia atau PBB, melainkan pemerintah 
Indonesia sendiri. Tapi prosesnya pasti kompleks dan rumit. Nah, kami
akan menyediakan antara lain pelatihan yang tepat, koordinasi
internasional, peningkatan kapasitas agar proses itu dapat ditangani
secara efektif oleh setiap negara yang berkomitmen.

Uang hasil korupsi banyak disimpan di lembaga keuangan negara Barat
dan menguntungkan mereka. Bagaimana Bank Dunia membuat mereka bekerja
sama?
Orang mengatakan Bank Dunia selama cuma berani "menceramahi" Indonesia
dan negara berkembang lain. Sekarang kami akan "menceramahi" negara
maju. Akan kami katakan bahwa kalian negara maju harus turut memikul
tanggung jawab soal ini. Bank Dunia dan PBB bisa menggunakan
pengaruhnya kepada negara maju, menekan mereka agar lebih terbuka.

Dalam dokumen StAR, tercantum nama Soeharto yang diperkirakan mencuri
uang US$ 15-35 miliar. Benarkah data ini dari Transparansi
Internasional (TI)?
Ini isu penting bagi Indonesia dan perlu diklarifikasi. Sulit untuk
tahu angka spesifik uang yang telah dicuri, siapa mencuri apa. Kami
akui, kami tidak dapat memperkirakan angka yang spesifik. Tapi kami
yakin, sejumlah besar dana hilang lewat saluran tertentu. Ada indikasi
jumlahnya mencapai miliaran dolar. Jadi, kami menggunakan data
Transparansi Internasional, lembaga yang berpengalaman dan
berhati-hati dalam pekerjaannya. Data itu penting bagi kami sebagai
ilustrasi besaran masalah.

Anda yakin program ini akan ada hasilnya?
Yang tidak bisa saya janjikan adalah dengan ikut program ini Indonesia
akan segera mendapatkan asetnya. Ini langkah panjang, butuh waktu
10-15 tahun, sebelum standar global dapat disepakati bersama.

Majalah TEMPO - Edisi. 31/XXXVI/24 - 30 September 2007 


Kirim email ke