Setuju sm pak Manneke & bu Marthajan. Emang bener wanita di iklan itu koq mau, advokasi hrs lbh digalakkan. Tp yg jd titik tolak Media Watch itu kan bukan personal. Tapi soal citra wanita yg terbangun.
Sy tertarik banged komentar sdr/i Ade T. Badui di milis forum pembaca Kompas soal ini. Dia sebut soal fungsi iklan selaku brand awareness bukan hny product selling. Gak cuma citra wanita yg "korban", XL selaku brand jg gak peka sosial & jd "korban" branding mrk sendiri. Branding2x besar seblumnya jg udh mlakukan dekonstruxi utk product image mrk, tambahnya. Paling menarik wkt dia sbt pola kreatifitas yg dilakukan XL msh terjebak product selling & "kampungan". Sy pikir2x pendapatnya ada benarnya. Cth saja Sampoerna A Mild, kreatifitasnya gak habis2x. Produk rokok tp isu2x sosial disentuh pake humor. Sampoerna A Mild berhasil membentuk brand awareness mrk ke arah positif & kreatif, product selling jg drastically increase. Emang gak perlu pake wanita Rp 1,- lah utk "sadar" produk & "sadar" market. Pada tanggal 28/09/07, Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > Setuju. Seruan protes terhadap iklan Prox XL, dan juga semua posting yang > bernada kritis terhadap iklan itu, harus dibaca sebagai ajang pendidikan dan > peningkatan kesadaran publik--baik itu laki-laki maupun perempuan--untuk > lebih sensitif gender. Tapi kita jangan lupa juga bahwa yang dihadapi adalah > pemodal-pemodal besar. Maka itu, cara melawan mereka bukanlah dengan > rusak-rusakan, tetapi dengan membangun kesadaran publik. > > manneke > > > -----Original Message----- > > > Date: Thu Sep 27 16:31:21 PDT 2007 > > From: "marthajan04" <[EMAIL PROTECTED] <marthajan04%40yahoo.com>> > > Subject: [mediacare] Re: Surat Keberatan Media Watch atas iklan XL versi > Perempuan Rp 1,- > > To: [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com> > > > > sebetulnya siapa sih yang paling salah dalam hal iklan2 yang > > merendahkan wanita? > > saya yang perempuan, lebih condong malah menyalahkan si perempuan itu > > sendiri yang jadi modelnya. > > sebagai perempuan, seharusnya dia tidak tergiur oleh uang yang > > merendahkan perempuan terutama dirinya sendiri. > > pihak pengusaha memang dia nyari akal untuk melariskan dagangannya. > > pihak lelaki apa urusannya, bukan dia yang direndahkan. > > Jadi saya lebih mengharapkan lembaga2 wanita, mulailah usaha > > menyadarkan wanita2 entah goblog atau tidak punya harga diri wanita2 > > model seperti ini. caranya terserah bagaimana bijaknya anda2 saja. > > > > salam, > > mj > > > > > > > > > > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Daniel > H.T." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > Saya lihat iklan tsb masih ada di website XL (www.xl.co.id) > > > Ini dia: > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: M. Irwan Hrp > > > To: [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com> > > > Cc: Milis Perempuan ; Forum PembacaKompas ; Milis KOMNAS > > > Sent: Thursday, September 27, 2007 4:32 PM > > > Subject: Re: [mediacare] Surat Keberatan Media Watch atas iklan > > XL versi Perempuan Rp 1,- > > > > > > > > > Dear All, > > > > > > Sudah saya sampaikan ke team terkait. Semoga menjadi masukan bagi > > kita semua. > > > > > > > > > On 9/27/07, Titiana Adinda < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > MEDIA WATCH > > > Jl.Bangka Raya No 43 ,Jakarta Selatan 12770 > > > Telp: 021-7192627 Fax:021-7192523 > > > Email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > No : 001/E/MW/SK/IX/07 > > > Lamp : 1 buah foto contoh iklan > > > Hal : Surat Keberatan > > > > > > Jakarta, 26 September 2007 > > > > > > Kepada Yth. > > > Pimpinan Perusahaan > > > Kartu Seluler XL > > > di tempat > > > > > > Dengan hormat, > > > Kami bermaksud menyampaikan surat keberatan kami atas iklan XL > > versi perempuan dengan menggunakan kaos bertuliskan Rp 1/detik > > > Dari cara mempromosikan iklan tersebut menunjukkan citra yang > > melecehkan > > > perempuan, karena : > > > > > > Model yang diperagakan adalah seorang perempuan dewasa berdiri > > dan dibagian > > > perut serta sekitar payudara bertuliskan Rp 1 / per detik. > > > > > > Citraan ini sangat merendahkan perempuan, memberi kesan tubuh > > perempuan tersebut sama dengan seharga Rp 1 / per detik. Bahwa iklan > > ini menunjukkan citraan penjualan seorang perempuan, atau ide dari > > bisnis hotline. > > > > > > Dengan ini kami sangat keberatan sekali iklan tersebut terus > > menerus ditayangkan dan diterbitkan di media-media sampai sekarang > > yang dapat dilihat oleh semua orang. Masih banyak iklan XL lain > > sebelumnya yang terlihat lebih kreatif tanpa mencitrakan perempuan > > seperti itu. > > > > > > Negara Indonesia sudah sepakat untuk menghapuskan semua bentuk > > diskriminasi terhadap perempuan baik langsung maupun tidak langsung > > (UU No. 7 Tahun 1984) salah satunya peran media massa (termasuk > > iklan) > > > > > > Semoga masukan dari kami ini sangat bermanfaat bagi perusahaan > > Anda. > > > Kami sangat terbuka untuk berdialog dengan pihak XL mengenai > > keberatan kami ini. Agar terjadi pengertian masyarakat dan untuk > > selanjutnya silahkan menghubungi Dinda di 08151609391 atau email kami > > di [EMAIL PROTECTED] bila tertarik untuk merencanakan pertemuan. > > > Media Watch akan terus memantau tayangan televisi yang > > memiliki tayangan yang membuat citraan perempuan menjadi negatif. > > Tujuannya bukan untuk memberangus media industri, tetapi > > memberi 'masukan lebih' segala hal yang berhubungan dengan prinsip > > hak asasi manusia. Di negara lain metode ini sudah diterapkan, > > diantaranya di Filipina. > > > Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. > > > Hormat kami, > > > > > > Mariana Amiruddin > > > Koordinator Umum > > > > > > CC: > > > 1.Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan > > > 2.Komisi Penyiaran Indonesia > > > > > > > > > > > > Kunjungi blog aku di: > > > http://titiana- adinda.blogspot.com/ > > > > > > > > > ---------------------------------------------------------- > > -------- > > > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda > > di Yahoo! Answers > > > > > > > > > >
