> "pandu ganesa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sedang yang "pasukan tidak dikenal" itu, itu juga tidak tepat, > karena semuanya "dikenal" (walau belakangan), karena itu pasukan > RPKAD di bawah Kemal Idris.
Kalo ada pasukan Amerika masuk dengan memakai seragam Batalyon Brawijaya ataupun Diponegoro, apakah termasuk pasukan yang dikenal atau tidak dikenal ??? Pasukan itu tdd orang2 semuanya orang jawa, bisa bahasa jawa, dan memang orang Indonesia yang jadi warganegara Amerika yang kemudian dilatih jadi tentara khusus Amerika. Dua anak gadis saya, adalah pilot pesawat tempur US Air Force !!! Masih ada puluhan anak2 teman2 saya yang juga orang Indonesia menjadi US Marine yang sekarang sedang bertugas ke Iraq. Anda harusnya tahu, bahwa Amerika memiliki tentara yang berasal dari bangsa2 yang ada diseluruh dunia. Semua pasukan Amerika yang menyerang dan menduduki Amerika Latin adalah orang2 lokal yang diberi greencard untuk kemudian dilatih jadi tentara. Yang aneh, ke 7 jenderal yang dibunuh dilubang buaya itu ternyata juga ditempat yang sama Bung Karno bersembunyi menyelamatkan diri. Dari hasil wawancara maupun pemeriksaan mahmilub, tidak ada satupun tentara, jenderal, kolonel, bahkan LetKol Untung sendiri yang memahami apa yang sebenarnya yang terjadi. Bahkan Bung Karno sendiri dengan jelas sudah tahu ada aktivitas CIA yang lagi mendongkel dirinya. Kenapa tidak usir saja dubes Amerika itu ???? Cobalah, bisa enggak anda jelaskan, kenapa Bung Karno konfrontasi dengan Amerika secara terbuka begitu tetapi kedubes Amerika tetap tidak diusir, dubes-nya tidak dipersona grata-kan. Sukarno sangat tahu kalo Ali Murtopo itu agen CIA, tapi kenapa dia malah diangkat jadi orang penting dekat Bung Karno ??? Perlu juga anda ketahui, kekuatan pasukan Amerika cukup satu kompi bisa menduduki Indonesia, bisa kudeta tanpa pertumpahan darah. Persenjataan tentara Indonesia sangatlah parah, memang senjata modern ada dimiliki, tetapi supply pelor, dan maintenance-nya sama sekali 100% bergantung kepada luar negeri, sekali di embargo tidak mampu perang, dan korban tentara TNI yang mati di Aceh jadi menumpuk gara2 di embargo. Pindad yang merupakan pabrik senjata Indonesia tidak bisa produksi peluru karena memang semua bahannya di import dari luar negeri. Sebaiknya janganlah terlalu muluk2 membayangkan kejadian G30S itu sebagai konspirasi besar, kejadian itu hanyalah sandiwara yang ditayangkan oleh Dubes Amerika di Indonesia. Suharto diperintah begini dan begitu, dan pasukan Amerika bergentayangan di jakarta menculiki jenderal2. Jenderal apaan yang bisa diculik cuma oleh beberapa orang tentara???? Masalahnya tentara yang nyulik jenderal2 itu bukanlah tentara biasa, dilengkapi dengan alat2 modern yang belum dikenal oleh ahli2 Indonesia, apalagi oleh tentara Indonesia. Cukup satu malam, 7 Jenderal diculik, gampang banget ya ??? Setelah jenderal itu diculik, tak ada satupun yang tahu siapa penculiknya, kalo memang LetKol Untung yang menculik, apa susahnya untuk menggagalkan penculikan itu karena ilmu nya sama. Sekali lagi, Amerika sudah lama mengeluarkan dana kepada jenderal2 Indonesia untuk melakukan kudeta, kenyataannya, uangnya habis dimakan para jenderal2 itu, tapi Sukarno masih tetap saja berkuasa. Masyumi diberi dana, Omar Dhani juga diberi dana untuk gulingkan Sukarno, (jangan salah, Omar Dhani juga pernah ditawari oleh CIA dengan terang2an agar gulingkan Bung Karno. Sukarno menggunakan Dewi untuk meredam kemarahan CIA. Perselisihan Bung Karno dengan Amerika sebenarnya sederhana bukan urusan ideologi, melainkan urusan suksesi sehubungan dia tidak membibit penggantinya melainkan mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup. Amerika menganggap Indonesia adalah partnernya, sehingga kalo Indonesia ambruk maka kegiatan operasi intelnya ke china dan vietnam akan terganggu. Saya sama sekali enggak bohong kalo menyatakan bahwa Bung Karno memang pernah merupakan agen CIA yang paling penting sehubungan dengan kegiatan Amerika di Asia Tenggara. Besar kemungkinan, terjerumusnya Amerika dalam perang VietNam gara2 dikacaukan urusannya oleh Sukarno. Juga perlu anda tahu, CIA itu adalah badan intelejens Amerika yang terbesar didunia, kegiatannya adalah menyusupkan mata2 kepihak musuh. Jadi kalo ada orang yang menyatakan "mendukung Amerika", maka dia itu bukanlah CIA, karena agen CIA selalu menyamar menjadi musuh Amerika dimanapun didunia ini. Contohnya, Ahmad Dineyad, Khadafi, Fidel Castro, Presiden Bolivia, perhatikanlah gaya mereka semua itu, setiap saat sengaja ditonjolkan ucapan2nya keseluruh dunia agar jelas bahwa dia adalah musuhnya Amerika. Kalo di Indonesia, yang perlu anda curigai dibiayai CIA adalah FPI, dan organisasi2 Islam ekstreem lainnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
