> radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> hari satiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Ini ada kisah seorang teman, 
> =================
...
> Diijazah saya tercantum bahwa saya adalah jurusan Sosial
> Ekonomi Peternakan. Panitia bertanya, "Peternakan
> dengan Pertanian sama tidak?". Kemudian panitia menegaskan kembali 
> bahwa ketentuan BI adalah jurusan Sosial Ekonomi/Ekonomi Pertanian, 
> bukan Sosial Ekonomi yang lain, Sosial Ekonomi yang lebih spesifik 
> yaitu Sosial Ekonomi Pertanian. Akhirnya, panitia di Sektor B4 tidak 
> mengizinkan saya mengikuti tes Tahap II ini, dengan alasan 
> jurusannya tidak sesuai dengan ketentuan seleksi.


Dimanapun anda melamar pekerjaan diseluruh dunia, maka pelamar harus
memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mencari
pegawai.  Yang ngelamar itu jumlahnya ribuan, bahkan ratusan ribu,
bisa juga jutaan.  Tentunya tidak mungkin dari jumlah sebanyak itu
kesemuanya diterima, oleh karena itu dilakukan test pada mereka yang
memenuhi kriterianya.  Meskipun lulus dalam mengikuti, tidak mungkin
semuanya diterima tapi disaring lagi melalui interview.  Demikianlah,
dari ber-juta2 pelamar, yang diterima mungkin cuma satu, dua orang saja.

Kenapa anda harus ngotot untuk melamar pekerjaan bukan ditempat
seharusnya anda bekerja???  Kalo anda jurusan peternakan, kenapa harus
bekerja di Bank, kenapa bukan melamar bekerja diperusahaan peternakan?
 Begitulah, dilemma anda sebenarnya cuma ingin bekerja dimana lapangan
pekerjaan sangatlah minim di Indonesia sekarang ini.  Pengangguran
di-mana2, dan hal inipun sudah menjadi dilemma nasional, pemerintah
sendiri tak mampu mengatasinya.  Jadi enggak ada gunanya ngadu kesana
kemari.  Masih ada puluhan juta penduduk Indonesia yang juga sama2
mencari pekerjaan seperti anda, kemana mereka mau mengadu???  Bahkan
yang sudah bekerja sekalipun mengalami pemecatan karena investornya
kabur.  Lihatlah ribuan pegawai PT Dirgantara yang menganggur, mereka
juga berijazah dari berbagai kesarjanaan, namun terpaksa dirumahkan
karena perusahaannya bangkrut.

Kalopun misalnya anda bisa diterima karena ada koneksi orang dalam,
tentu pelamar2 lain yang tidak diterima tentunya marah karena anda
bukan dari jurusan yang dipersyaratkan tapi diterima sedangkan mereka
dari jurusan yang benar2 dipersyaratkan malah tidak diterima.

Kesimpulannya sederhana saja, keluhan anda hanyalah keluhan satu
penganggur yang kebingungan tidak bisa mendapatkan pekerjaan.  Dunia
bukanlah seluas daun kelor, tidak dapat bekerja di Indonesia masih
bisa mencari kerjaan diluar negeri, yang penting anda harus mampu
mempersiapkan diri untuk bisa diterima atau dipekerjakan oleh mereka
yang membutuhkan.  Pekerjaan apapun yang anda dapatkan tak perlu
mengharuskan anda bekerja dibidang kesarjanaan anda.

Pandangan anda sangat sempit, kalopun saya jadi panitia penerimaan,
orang2 seperti anda atau calon2 pegawai seperti anda sudah pasti saya
tendang keluar.  Dimana rasionalitas anda? Sudah tidak memenuhi
persyaratan yang dicari oleh perusahaan tapi masih tetap menyalahkan.
 Yang salah itu anda bukan panitia penerima pegawai.  Kenapa masih mau
memaksa agar anda diterima meskipun jelas2 anda bukan calon pegawai
yang dicari!!!

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke