Bung Salim yang serba tahu,

Nampaknya keangkuhan anda sudah keterlaluan, dan rasa peri keadilan anda
nampaknya absen atau kalau ada itu pun hanya dia terbatas di layar kaca
komputer. Dalam banyak hal nampaknya anda cerdas tapi dalam tayangan anda
yang satu ini saya akan tunjukkan selain anda angkuh ternyata kecerdasan
anda tak seberapa. Anda hanya pintar berkoar dibalik nama samaran yang
double misleading.

On 10/1/07, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   > radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > hari satiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ini ada kisah seorang teman,
> > =================
> ...
> > Diijazah saya tercantum bahwa saya adalah jurusan Sosial
> > Ekonomi Peternakan. Panitia bertanya, "Peternakan
> > dengan Pertanian sama tidak?". Kemudian panitia menegaskan kembali
> > bahwa ketentuan BI adalah jurusan Sosial Ekonomi/Ekonomi Pertanian,
> > bukan Sosial Ekonomi yang lain, Sosial Ekonomi yang lebih spesifik
> > yaitu Sosial Ekonomi Pertanian. Akhirnya, panitia di Sektor B4 tidak
> > mengizinkan saya mengikuti tes Tahap II ini, dengan alasan
> > jurusannya tidak sesuai dengan ketentuan seleksi.
>

Salim Nulis:


>   Dimanapun anda melamar pekerjaan diseluruh dunia, maka pelamar harus
> memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan yang mencari
> pegawai. Yang ngelamar itu jumlahnya ribuan, bahkan ratusan ribu,
> bisa juga jutaan. Tentunya tidak mungkin dari jumlah sebanyak itu
> kesemuanya diterima, oleh karena itu dilakukan test pada mereka yang
> memenuhi kriterianya. Meskipun lulus dalam mengikuti, tidak mungkin
> semuanya diterima tapi disaring lagi melalui interview. Demikianlah,
> dari ber-juta2 pelamar, yang diterima mungkin cuma satu, dua orang saja.
>
>
Saya jawab:
Betul memang yang diterima hanya beberapa gelintir orang saja tapi kalau
anda diperlakukan tidak-adil tetap saja terasa sangat sakit. Kalau membaca
tulisan asli Devi Dwi Anitasari, dia sudah jelaskan bahwa Test yang pertama
adalah test admisnistrasi dan dia sudah lulus, berarti semua persyaratan
yang ditentukan sudah dipenuhi oleh Devi. Dan penolakan panitia test kedua
jelas membuat Devi merasa diperlakukan semena-mena.  Dan saya pikir ini
merupakan bentuk kesewenangan orang yang merasa dia memiliki kekuasaan.
Kalau anda lihat di banyak universitas di luar dan di dalam negeri, Jurusan
Peternakan, Perkebunan, Irigasi, Ilmu tanah (soil science) dan banyak lagi
semua mengelompok di bawah Departement of Agriculture Science. Kebetulan
saya sendiri lulusan program Master of Agriculture (M. Agr.) dari Colorado
State University, Fort Collins, Colorado.  Fokus studi saya adalah bidang
Agricultural Economics, dan dan fakultas saya bernaung di bawah Department
of Agriculture, Colorado State University, Fort Collins, Colorado.
Hanya orang yang sok keminter seperti petugas yang mengeluarkan Devi dan
anda itulah Bung Salim tidak melihat bahwa Fakultas Peternakan itu adanya di
bawah Jurusan Pertanian.

Dan kalau petugas penyeleksi itu cerdas dan tanggap akan kesalahan awal
mereka, mereka seharusnya membiarkan Devi ikut test kedua, dan kalau dia
memang bukan calon yang tepat tentu dia akan gugur dengan sendirinya pada
test kedua itu.  Jadi tak perlu mempermalukan dia dengan membuat pengusiran
Devi dari ruang test. Kesannya jadi sangat tidak manusiawi dan sok-sokan.

Salim nulis:

>   Kenapa anda harus ngotot untuk melamar pekerjaan bukan ditempat
> seharusnya anda bekerja??? Kalo anda jurusan peternakan, kenapa harus
> bekerja di Bank, kenapa bukan melamar bekerja diperusahaan peternakan?
> Begitulah, dilemma anda sebenarnya cuma ingin bekerja dimana lapangan
> pekerjaan sangatlah minim di Indonesia sekarang ini. Pengangguran
> di-mana2, dan hal inipun sudah menjadi dilemma nasional, pemerintah
> sendiri tak mampu mengatasinya. Jadi enggak ada gunanya ngadu kesana
> kemari. Masih ada puluhan juta penduduk Indonesia yang juga sama2
> mencari pekerjaan seperti anda, kemana mereka mau mengadu??? Bahkan
> yang sudah bekerja sekalipun mengalami pemecatan karena investornya
> kabur. Lihatlah ribuan pegawai PT Dirgantara yang menganggur, mereka
> juga berijazah dari berbagai kesarjanaan, namun terpaksa dirumahkan
> karena perusahaannya bangkrut.
>

Saya jawab:
Bank sebagai lembaga keuangan membutuhkan staf dari pelbagai disiplin
ilmu.  Bank memerlukan mereka yang memiliki pelbagai latar belakang keahlian
untuk membantu Bank mengambil keputusan-keputusan yang cerdas terkait dengan
bidang-bidang ilmu tersebut. Jadi tak salah bahwa Sdri. Devi berharap besar
untuk berkerja di sebuah lembaga keuangan walaupun dia berlatar belakang
keilmuan dalam bidang peternakan.

Seorang lulusan Jurusan peternakan selain bekerja di tanah-tanah pertanian,
dia bisa bekerja di Bank, bejerja sebagai wartawan, Kalau dia mampu nyetir
bis bisa bekerja di Trans Jakarta sebagai supir busway; dia juga bisa
bekerja sebagai guru setelah mendapat sertifikasi mengajar tentunya.
Sebetulnya lapangan perkerjaan yang bisa ditangani cukup luas, tapi kalau
Sdr. Devi memilih mau berkerja di BI, apapun alasannya dia tidak boleh
dihalang-halangi dengan segala katebelece yang tak masuk akal.


>   Kalopun misalnya anda bisa diterima karena ada koneksi orang dalam,
> tentu pelamar2 lain yang tidak diterima tentunya marah karena anda
> bukan dari jurusan yang dipersyaratkan tapi diterima sedangkan mereka
> dari jurusan yang benar2 dipersyaratkan malah tidak diterima.
>
> Kesimpulannya sederhana saja, keluhan anda hanyalah keluhan satu
> penganggur yang kebingungan tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Dunia
> bukanlah seluas daun kelor, tidak dapat bekerja di Indonesia masih
> bisa mencari kerjaan diluar negeri, yang penting anda harus mampu
> mempersiapkan diri untuk bisa diterima atau dipekerjakan oleh mereka
> yang membutuhkan. Pekerjaan apapun yang anda dapatkan tak perlu
> mengharuskan anda bekerja dibidang kesarjanaan anda.
>
> Pandangan anda sangat sempit, kalopun saya jadi panitia penerimaan,
> orang2 seperti anda atau calon2 pegawai seperti anda sudah pasti saya
> tendang keluar. Dimana rasionalitas anda? Sudah tidak memenuhi
> persyaratan yang dicari oleh perusahaan tapi masih tetap menyalahkan.
> Yang salah itu anda bukan panitia penerima pegawai. Kenapa masih mau
> memaksa agar anda diterima meskipun jelas2 anda bukan calon pegawai
> yang dicari!!!
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>

Saya jawab:
 Bung Salim, dalam banyak hal anda nampaknya cerdas, tulisan anda tentang
"Siapa di balik G30S/PKI?" menunjukkan anda tekun menelusuri pelbagai versi
cerita dan mampu menghubung-hubungkan titik-titik yang "making sense" ini
kita kenal dalam bidang penelitian ilmu-ilmu sosial sebagai teknik
Trianggulation. Kebetulan saja, saya sudah sampai kepada kesimpulan yang
anda tulis dua hari terakhir ini kurang-lebih 10 tahun lalu.

Akan tetapi, kecerdasan dan keunggulan anda tidaklah memberi hak anda untuk
mengadili orang seperti Devi ini sebagai "berpandangan sangat sempit"
Tuduhan anda ini malah menunjukkan bahwa sesungguhnya andalah yang
berpikiran sempit :). Lha kalau orang berpikiran luas kan tidak akan asal
nyeplak.

Jadi usul saya, anda masih perlu belajar banyak, terutama kerendahan hati,
compasionate, bersikap empathy kepada orang lain terutama mereka yang merasa
diperlakukan tidak-adil dan yang hak-haknya diperkosa.  Tak perlu anda
bermulut besar, karena toh anda hanya pandai berkoar-koar di layar kaca;
dalam kehidupan sehari-hari barangkali anda juga sebuah gelembung besar yang
impoten tanpa tindakan nyata atau barangkali mesin gilas orang-orang yang
tak berdaya. Kedok anda sebagai seorang wanita muslim yang berkeluarga,
sangatlah tidak cocok dengan gaya-gaya buldoser tulisan anda yang
atheis. Cukup banyak juga orang sempat terkecoh dengan signature anda yang
misleading itu.

Salam dari Jakarta,
Elias

-- 
Dr. Elias Tana Moning M. Agr., Ed. D.
Local time: GMT + 7 hours
Skype: emoning

Kirim email ke