Dan ada satu lagi informasi tentang emas di papua yang hingga hari ini belum ada klarifikasi, dan rasanya belum ada yang mengangkat ke media massa (mungkin saya yang tidak melihat).
Informasi tersebut adalah begini. Perjanjian freeport dengan Indonesia adalah penambangan emas. Dan dalam prakteknya, yang dibawa keluar oleh freepport dari tanah papua bukan dalam bentuk emas murni batangan. Tapi masih dalam bentuk belum diolah (anggap secara kasar saya gambarkan sebagai bongkahan hasil galian), dan diolahnya di luar Indonesia. Nanti dilaporkan berapa banyak kandungan emasnya. Sisanya tentu masuk kategori sampah. Kabarnya, ternyata yang disebut sampah oleh mereka itu didalamnya ada terkandung batubara, perak, dan mineral-mineral lain yang tidak kalah berharganya dengan emas. Kalau hal ini benar, apa bukan namanya kita (bangsa ini) dibodohi habis-habisan dan dirampok habis-habisan lewat perjanjian kerjasama antar Indonesia dan Freeport ini ? Kalau ada yang punya informasi tentang hal ini bisa donk, tolong di share. Regards, Paulus T. On 9/28/07, Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Supaya Anda tahu. Pendapatan perusahaan - segala onkos [termasuk pajak] > = laba atau rugi. Tentu dalam hal ini PTFI memperoleh laba. Laba > ini biasanya sebahgian antara lain reinvestasi adan sisanya dibagi-bagi > kepada pemegang saham. Makin banyak jumlah saham dimiliki Anda , makin > besar duit masuk kantong Anda. > > Kalau tidak keliru "Indonesia" hanya memiliki kurang lebih 13% dari saham > PTFI, dimana 10% adalah milik privat dan 3 % milik NKRI. Yang menarik > ialah siapa saja privat Indonesia yang memiliki 10% itu. > >
