Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa bad

Sebagaimana halnya makanan, yang dipergunakan manusia untuk kelangsungan
hidup. Karena seandainya keimanan tidak dipupuk dengan ilmu, maka ibarat
tanaman menjadi layu bahkan hancur.

Sehingga tidaklah terwujud keberadaan iman seorang kecuali dengan ilmu. Al
Imam Ahmad menyatakan : "Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekedar
menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh
manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu ilmu dibutuhkan
setiap saat." (Thobaqot Al Hanabilah)

Bahkan seluruh makhluk Allah sangat butuh kepada ilmu. Karena tidak akan
tegak urusan makhluk kecuali dengan ilmu.

Langit-langit dan bumi bisa berdiri kokoh adalah dengan ilmu, begitu pula
diturunkannya para rasul dan kitab-kitab-Nya juga dengan ilmu. Serta tidak
akan diketahui perkara halal-haram kecuali dengan ilmu.

Oleh karena itu, kewajiban seseorang dalam menuntut ilmu syar'i
berlangsung hingga menjelang wafat.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa menyampaikan
dakwah dan nasehat hingga menjelang wafat beliau.

Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Mustadraknya dan dia berkata : -di
atas syarat dua syaikh- dari hadits Anas radliyallahu'anhu dari Nabi
Shallallahu'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : "Dua keinginan
yang tidak pernah merasa puas darinya : "Keinginan terhadap ilmu dan tidak
pernah merasa puas darinya, dan keinginan terhadap dunia dan tidak pernah
merasa puas darinya.

Nabi menjadikan keinginan terhadap ilmu dan tidak pernah merasa puas
darinya sebagai komitmen iman dan sifat-sifat kaum mukminin. Oleh karena
itu para imam kaum muslimin apabila dikatakan kepada mereka : "Sampai
kapan engkau menuntut ilmu?" maka dia mengatakan : "sampai wafat!"

Nu'aim bin Hammad berkata : "Aku mendengar Abdullah ibnul Mubarak
radliyallahu'anhu berkata - sekelompok kaum mencelanya karena beliau
sering menuntut ilmu hadits.

Maka mereka mengatakan ; "sampai kapan engkau mendegarkan (hadits)? Beliau
menjawab : "sampai mati!"

Al Hasan bin Manshur Al Jashshosh berkata : "Aku mengatakan kepada Ahmad
bin Hambal radliyallahu'anhu : "Sampai kapan engkau akan menulis hadits?"
maka beliau mejawab : "Hingga wafat!"

Abdullah bin Muhammad Al Baghawi berkata : "Aku mendengar Ahmad bin Hambal
berkata : "Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai masuk ke liang kubur."

Muhammad bin Isma'il As Shooigh berkata : "Aku tinggal bersama ayahku di
Baghdad, kemudian lewat di hadapan kami Ahmad bin Hambal dalam keadaan
memegang sandal. Lantas ayahku menarik bajunya, dan berkata : "Wahai Abu
Abdillah (panggilan Ahmad bin Hambal), apakah engkau tidak malu! sampai
kapan engkau menuntut ilmu? Beliau menjawab : "sampai mati!"

Demikianlah beberapa perkataan para ulama yang menerangkan begitu
semangatnya mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga mereka mencurahkan waktu
dan tenaga untuk meraih lezatnya ilmu.

Sesungguhnya bagi siapa saja yang memahami hikmah dibalik perintah
menuntut ilmu tersebut niscaya dia tidak akan pernah menyia-nyiakan
waktunya sedikitpun dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dia akan merasa
rugi tatkala luput dari manisnya ilmu.

Dia akan memanfaatkan masa sehatnya untuk banyak menimba ilmu sebelum tiba
masa sakit. Serta dia akan mengisi waktu hidupnya dengan hal-hal yang
mengundang keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelum ajal tiba.

Begitulah seharusnya cerminan seorang mukmin yang mengharapkan perjumpaan
Rabbnya.

Seiring dengan itu, syetan juga tak pernah menyerah untuk menjerumuskan
manusia ke lembah kebodohan. Sehingga dengan kebodohan seseorang terhadap
ilmu mengakibatkan lemahnya keimanan dan minimnya ketaqwaan kepada Allah
Subhanahu wa Ta'ala.

Sesungguhnya orang yang bodoh tidak mengetahui hakekat iman dan taqwa. Dan
tidak mengetahui pula jalan untuk menuju keselamatan berdasarkan ilmu dan
keyakinan yang mantap.

Tentu saja hal ini semakin membuka peluang bagi syetan untuk menggiring
orang tersebut kepada kemaksiatan dan kesesatan. Tatkala kebodohan telah
merajalela, maka akan meningkat pula kemaksiatan, kriminalitas, cinta
kepada dunia yang berlebihan dan takut apabila kematian menjemputnya, dan
sebagainya.

Semua Ini merupakan diantara sebab lemahnya kaum muslimin, sehingga Allah
menimpakan kehinaan kepada mereka. Rasa gentar yang menghunjam pada
jiwa-jiwa musuh-musuh Islam hilang seiring dengan dicabutnya kewibawaan
kaum muslimin.

Sehingga musuh-musuh kaum Muslimin tidak segan-segan untuk mengintimidasi
dan memberangus persatuan kaum muslimin.

Sementara mayoritas manusia terlena dengan kehidupan dunia yang fana ini
dan melupakan akherat yang kekal abadi.

Oleh karena itu diantara sifat-sifat penuntut ilmu yang diajarkan oleh
rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam adalah ihklas dalam menuntut ilmu.
Sebab dengan keikhlasan ini akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan
hamba yang sangat butuh kepada ilmu dan membentenginya dari riya' (ingin
dipuji oleh orang lain) dan sebagainya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Barangsiapa yang
mempelajari ilmu dari apa-apa yang dia cari dengannya wajah Allah Azza wa
Jalla. Tidaklah dia belajar kecuali untuk memperoleh bagian dari dunia,
maka dia tidak akan mencium wangi syurga pada hari kiamat." (HR Ibnu
Majah, Al Muqadimah 1/252 dan Ahmad, Al Musnad 2/338)

Dalam berhias dengan keikhlasan ini juga harus dibimbing dengan ilmu dan
tidak cukup dengan modal semangat semata. Sebab berapa banyak orang yang
pada awalnya ikhlas dalam melaksanakan amalan, namun tatkala berada di
tengah perjalanan mengalami penurunan secara drastis.

Ini semua tidak lepas daripada peran syetan dalam menggoda bani Adam.
Syetan berupaya untuk memberikan rasa was-was di dalam diri manusia
sehingga memperngaruhi keikhlasan. Oleh karena itu peran ilmu sangat besar
terhadap keikhlasan seseorang.

Cukuplah bagi seorang muslim akan berita Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa
ilmu merupakan sebaik-baik ganjaran dalam berbuat kebaikan. Allah
Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Dan orang yang membawa kebenaran
(Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka.

Demikianlah balasan bagi orang yang berbuat baik, agar Allah akan menutupi
(mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan
dan membalas mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari apa yang mereka
kerjakan." (Az Zumar 33-35). Dan ini menunjukkan dua ganjaran baik di
dunia dan akherat.

Al Hasan Berkata : "Barangsiapa yang sangat baik peribadatannya kepada
Allah pada masa mudanya, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan
menganugerahkan hikmah (Ilmu) kepadanya tatkala beranjak dewasa."

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : "Dan tatkala dia (Nabi
Yusuf) cukup dewasa kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah
kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (Al Ilmu
Fadluhu wa Syarfuhu 226-227)

Demikian sifat dan kedudukan ilmu yang sangat mulia sebagai ganjaran yang
paling berharga bagi seorang muslim yang ingin menggapainya.

Oleh karena itu kebutuhan manusia terhadap ilmu merupakan kebutuhan yang
tidak bisa ditawar-tawar lagi. Jikalau ingin mendapatkan keberuntungan
dunia dan akherat maka tempuhlah jalan ilmu syari'at. Sehingga dengan
demikian Allah akan mempermudah baginya untuk menuju surga yang
diidam-idamkan.

Kita memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati kita dengan taufik dan
hidayah-Nya. Sehingga kita senantiasa butuh kepada ilmu yang bermanfaat.
Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa mencurahkan kepada
jiwa kita perasaan cukup terhadap nikmat-nikmat yang diberikan-Nya. Amin
Yaa Mujibas Saailin.

Sedangkan Diluar Ilmu Syariah Hukumnya tentu Fardhu Kifarat mengapa
demikian karna setiap manusia tidak harus Jago komputer,tidak harus Ahli
kedokteran semua,tidak harus ahli teknologi semua Dll,cukup hanya beberapa
Manusia saja yang menguasai tapi diNikmati semua Orang,sementar Ilmu
Syariah tentu wajib setiap Umat Muslim,mengapa demikian karna tanpa Ilmu
Tidak akan bisa melaksanakan Sholat,puasa,Zakat,Haji,dan hukum-hukum
syariat yang lainnya semua pekerjaan Ibadah itu butuh Ilmu.Tetapi yang
perlu diingat Bahwa orang yang Ahli dibidang Kedokteran,teknologi tentu
terkena Hukum wajib juga mempelajari Ilmu Syariah karna ini Pondasi dari
segala bentuk Ilmu,apa jadinya jika Para Ahli-ahli tersebut tidak mengerti
Ilmu Syariah,Satu contoh mereka yang Ahli dibidang Perbankan jika tidak
mengetahui Ilmu Syariah tentu akan berkutat dalam Keribaan,ribawiyah
begitu juga Para Dokter akan seenaknya Memegang atau mengobok-obok yang
bukan Mahromnya dan sebagainya.

Mengapa orang Barat lebih Pinter dibanding Kita yang Notabenya
Muslim,sebenarnya pertanyaan seperti ini yang nanya Idealnya Orang
Barat,pertanyaan ini untuk kita Semua mengapa kita tidak bisa seperti
Mereka?

Setiap manusia itu diberi Fitrah untuk belajar baik orang barat atau timur
hanya saja Umat Islam tidak didukung dengan Fasilitas memadai dan Dana
dalam mengembangkan atau menuntut Ilmu tersebut tapi tidak dipungkiri
Bahwa banyak umat Islam yang juga Ahli dunia satu Contoh Ibnu Sina yang
sangat terkenal diBarat dengan Canons yang sampai hari ini Ilmu itu masih
digunakan Para Ahli-ahli kedokteran,Bahkan potret Ibnu Sina, hingga kini
menjadi salah satu pajangan dinding besar di gedung Fakultas Kedokteran
Universitas Paris.

Mereka Orang barat menjadi lebih Hebat dari Umat Islam mengapa?Karena
mereka Mempunyai segalanya fasilitas-fasilita yang sangat mendukung.Tapi
bukan berarti kita langsung mengklaim Islam itu yang salah Hanya
memerintahkan Ilmu Syariahnya saja,tentu tidak demikian Hanya Decadensi
Belajar Umat Islam saja yang Tidak Besar mungkin dikarnakan Hal-hal
kerterbatasan dan tanpa ada dukungan dari Penguasa.Sesungguhnya
Dalil-dalil tentang Menuntut Ilmu itu Umum hanya saja Para ulama lebih
Menyoroti Ilmu Syariahnya,tapi tidak Menampik Ilmu diluar Ilmu Syariah
itu.


Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke