IMAN DAN SIFATNYA
Ketika kita mendengar dan menyebut kata Iman tentu kita akan berfikir
hanya Agama Islamlah satu-satunya yang mempunyai keImanan Haqiqi dan
diterima oleh Allah SWT dan ini sesui dengan Firman Nya:
"Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang
benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang
musyrik membenci"{Ash Shaff.9}
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan
untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan
yang menentukan tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya
orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih"{Asy
Syuura.21}
". Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam...{Ali
'Imran.19}
Dari Firman-firman Allah SWT tersebut dapat kita simpulkan bahwa Selain
dari Agama Islam akan Tertolak (Baca:Kafir)
Kerabkali kita sebagai Umat Islam yang menyatakan diri Beriman,tetapi
banyak perbuatan-perbuatan kita yang bersebrangan dengan Keimanan,layaknya
orang yang tidak beriman.Dalam kehidupan dimasyarakat kita Karakteristik
orang Beriman itu hanya sebatas Sholat,puasa,zakat dan hajji dan pemikiran
seperti ini yang selalu diAdopsi oleh Masyarakat kita turun temurun.
Memang sebagai Umat Islam kita diperintahkan atau diWajibkan melaksanakan
Sholat,Puasa,Zakat,Haji sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW:
"Islam itu ialah Engkau akan menyembah Allah dan tidak menyekutukannya
akan sesuatu,Mendirikan Sholat,Menunaikan Zakat yang diwajibkan,Puasa
Ramadhan dan Berhaji ke baitul haram"{HR.Bukhari dan Muslim}
Untuk mengimplementasikan Hadist diatas tentu tidak segamblang yang kita
bayangkan,karna tidak sedikit Manusia yang Mengakui Allah Sesembahannya
tetapi tetap melakukan praktek Kemusyrikan,percaya dukun,Ramalan
bintang,Kuraffat,Meminta kepada orang yang sudah Mati. Dll.
Dan tidak sedikit pula orang yang melakukan Sholat tapi hanya menggugurkan
Kewajibanya saja,membayar Zakat dengan keterpaksaan,Berpuasa karna
ikut-ikutan malu jika dilihat orang jika tidak berpuasa atau Berpuasa
hanya sebatas menahan Haus dan Lapar,Menunaikan Haji karna ingin
mendapatkan Titel Haji,Pamer.Apakah semua ini bisa disebut Ciri-ciri orang
Beriman?Tentu jawaban hanya ada pada Diri kita masing-masing.Decadensi
Keimanan yang terjadi membuat Kegersangan dalam Hati kita,Haruskah kita
larut dalam Kelalaian ini???
Dalam Kitab Fathul Baari,Iman itu adalah Perkataan dan Perbuatan yang
berpotensi bertambah dan berkurang atau Fluktuatif dan ini diterangkan
secara Tekstual dalam Al Quran:
"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min
supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka...{Al Fath.4}
"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat
petunjuk...{Maryam.76}
"Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka ada yang
berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan surat
ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya,
dan mereka merasa gembira"{At Taubah.124}
Dan dalam Hadist yang diriwatkan dari Abu Hurairah Radiallahu 'anhu
Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasalam Bersabda:"Seorang Pezina tidak akan
berzina jika pada saat itu Dia berada dalam keimanan,seorang Pencuri tidak
akan mencuri jika pada saat mencuri Dia berada dalam Keimanan,Demikian
pula Peminum Arak tidak akan meminum arak jika ketika itu Dia berada dalam
keimanan yang sempurna"{HR.Mutafaqun 'alaih}
Hadis ini menerangkan Pasang Surutnya Iman seseorang,Iman akan berkurang
apabila pemiliknya melakukan perbuatan Maksiat.Seseorang yang selalu
melakukan perbuatan Maksiat tidak pernah memiliki Iman yang sempurna,akan
tetapi bagi orang yang selalu melaksanakan perinta Agama dengan baik Dia
akan memiliki Keimanan yang sempurna,sebab kesempurnaan Iman hanya bisa
diraih dengan meningkatkan kualitas beribadah kepada Allah SWT.
Muadz berkata:"Duduklah bersama Kami,mari kita memperbaharui Iman kita
dengan berdzikir sejenak"
Dari perkataan Muadz bin Jabal kepada Al Aswad bin Hilal jelas bahwa
Maksudnya adalah untuk menambah atau memperbaharui Keimanan dengan
berdzikir kepada Allah SWT,dan Bukan untuk memulai Beriman,Karna Muadz
adalah orang yang sudah beriman.
Berdzikir kepada Allah SWT adalah Al Inhak atau Solusi dalam memperbaharui
Iman,karna pelaku Maksiat dalam melakukan kemaksiatan tidak mungkin berada
dalam kategori Berdzikir kepada Allah SWT.Walaupun seseorang dalam
melakukan kemaksiatan Dia ingat bahwa Perbuatannya ini Berdosa,karna Iman
adalah Perkataan dan Hati yang diaplekasikan dengan Perbuatan atau
tindakan.
Sabda Rasulullah Shalallahu a'laihi wasalam:
"Tiga kelompok diantaramu yang akan mendapatkan Manisnya keimanan
1.Dia yang menjadikan Allah dan Rasul Nya untuk lebih dicintai dari selain
keduanya.
2.Dia mencintai seseorang yang Ia tidak mencintai kecuali Allah.
3.Dia membenci untuk kembali pada kekafiran setelah Allah menyelamatkan
baginya,sebagaimana Ia benci dilemparkan ke dalam Neraka {HR.Mutafaqun
'alaih}
Sifat iman yang Fluktuatif sangat mempengaruhi keadaan dan kondisi
seseorang,Mari kita menjaga dan selalu Memperbaharui Keimanan kita dalam
kondisi apapun,semoga kita bisa mengkondisikan Diri kita selalu dalam
Berdzikir kepada Allah SWT.Dan dapat menghapus fasilitas-fasilitas yang
dapat menghantarkan kita kepada Kekufuran.
"Dari Jarir bin abdullah Radhiallahu 'anhu berkata:Aku pernah berbait
kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi Wasalam untuk selalu mendirikan
sholat,mengeluarkan Zakat dan Memberi Nasehat baik terhadap setiap
Muslim"{HR.Mutafaqun 'alaih}
Agama itu Nasehat akan tetapi jangan pernah berfikir atau merasa Digurui
ataupun Menggurui dalam Hal yang Haq.Jika kita mengganggap seseorang yang
sepertinya tidak ingin digurui atau menggurui percayalah Mungkin itu hanya
Hipotesa kita saja,bisa saja Moment atau cara kita yang tidak tepat untuk
orang lain.Dan jangan pernah melontarkan kata-kata Digurui atau Menggurui
karna kata-kata ini nyaris tidak mempunyai unsur Positifnya dan tidak
mampu merubah apapun,bisa jadi bukan merubah tapi menambah permasalahan
yang baru.Mohon Maaf jika ada kesalah.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Refrerensi
1.Fathul Baari.
2.Jamius Shohih.Bukhari dan Muslim
Oleh:Ahmad Wanto
Jakarta 09 Januari 2007
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan
email ke [email protected]
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---