Ass wr. wb,
maaf nich hamba yang fakir tentang agama, ingin menyampaikan pengalaman
rohani tentang "Shalat Khusyu" Sebenarnya...tidak terlalu sulit koq....tapi
tentunya memerlukan waktu dengan kesabaran dan ketekunan....Insya Allah,
tulisan ini ada manfaatnya. Jika ada kesempatan bisa baca buku Pelatihan
Shalat Khusu - Abu Sangkan.......atau bagi yang ada waktu bisa datang ke
Masjid Bank Indonesia pada hari Minggu 21 Jan 2007 jam 11:30 s/d selesai,
acara Praktek Shalat Khusu dipandu langsung oleh Abu Sangkan........
Satu prinsip utama dalam kiat Shalat Khusu; jangan 'mencari' khusyu', cukup
siapkan diri untuk 'menerima' khusyu' itu, karena khusyu' bukan kita
ciptakan tapi 'diberi langsung' oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita
menemuiNya. Tips yang sangat sederhana, tapi ini bagi saya adalah lompatan
paradigma!
Berdiri rileks, kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh laksana kain basah
yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan mengumpul di kaki yang
kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi. Berdiri santai, senyaman
kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan laksana pohon cemara, meluruh
atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes tertiup angin namun tak roboh.
Bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap 'menerima' karunia khusyu',
karena khusyu' itu diberi bukan kita ciptakan.
Lalu mulai bertakbir, Allahu Akbar, selanjutnya baca dengan pelan-pelan,
rendahkan suara kita. Berdirilah agak lama, berusaha menangkap kehadiran
Tuhan yang sesungguhnya amat dekat dengan kita, namun kita tumpul untuk
merasakannya. Kita sedang menemuiNya sekarang. Ruh kita tepatnya. Badan
fisik ini hanyalah alat yang mengantar ruh ini berjumpa kembali dengan yang
dicintainya, ialah Allah yang meniupkan ruh ini dahulu ke dalam badan fisik.
Ketika kita sholat, selain badan fisik kita ini sholat pula ruh kita. Ruh
inilah yang benar-benar ingin sholat kembali menemui Tuhannya- sementara
badan fisik ini sarana kita mengantarnya dengan gerakan dan bacaan. Ruh kita
ini sesungguhnya ingin sholat dengan tenang, santai, tuma'ninah. Sayangnya
badan kita 'ngebut', jadilah ruh kita itu jengkel sejengkel-jengkelnya
karena selalu ketinggalan gerakan badan. Maka tips sederhana dari buku itu
adalah jika ruku', tunggu, tunggu hingga ruh ikut mantap dalam ruku' itu.
Saat I'tidal, tunggu, tunggu hingga ruh-mu ikut mantap I'tidal. Demikian
pula saat sujud, duduk antara dua sujud, juga duduk tasyahud. Tunggu, tunggu
hingga ruh-mu ikut sujud, ikut duduk, ikut tasyahud.
Berikan kesempatan ruh kita -sebut saja "aku" yang sejati- untuk mengambil
sikap sholatnya. Dia agak lamban, namun sholat ini utamanya untuk 'aku" (ruh
kita), bukan untuk badan fisik kita.
Mari kita shalat dengan sangat pelan. Santai. kalau sedang malas baca, kita
diam saja. menikmati kepasrahan kita hadir menemui Tuhan. Baca bacaan sholat
dengan pelan. Kita sedang berdialog dengan sang "AKU" (ALLAH), dan itulah
memang esensi sholat.
Esensi sholat adalah doa, berdialog dengan Allah secara langsung.
Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan
kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan, rizki,
kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu
dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh bisa merasakannya, namun
kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh gerakan badan, maka dia tidak
sempat menikmati pertemuan dengan Allah itu.
Saat ruku' saya ruku' lama, sambil menarik regang kaki dan punggung. Nikmati
saja seperti menikmati peregangan bila senam. Saat sujud, tumpukan kepala
sebagai tumpuan utama. Nikmat rasanya 'terpijat' dahi ini oleh gerak sujud.
Saat ruh telah ikut sujud à baca dengan penghayatan, "Subhana robbiyal
a'laa wa bi hamdih" (Maha Suci Engkau yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji).
Rasanya nikmat sekali sujud lama.
Setelah sujud. baca sepotong-sepotong bacaannya;
a.. Robbighfirlii (Ya Tuhan ampunilah aku), lalu diam, betapa dalam
makna kalimat pengaduan ini. Kita minta secara langsung untuk
dimaafkan . Ruh kita meminta secara langsung, dan Allah
menjawabnya. Saya menangis. Ruh saya, kita yang sejati,menangis.
b.. War hamnii (dan sayangilah aku), air mata itupun tumpah.
c.. Wajburnii (cukupkanlah kekuranganku)...... Diam.
d.. War fa'nii (angkatlah derajatku)...... Diam, Saya makin menangis.
e.. Warzuqnii (beri rizki padaku -Ya Allah), air mata saya tumpah,
betul-betul saya tiba-tiba sadar bahwa selama ini saya mengejar-
ngejar rizki tapi tidak serius mengakui itu dariNya, lalu saat ini
saya
sedang memintanya langsung!
f.. Wahdinii (tunjukilah aku -karena aku sedang bingung dan tak tahu).
Diam, saya menangis.
g.. Wa'aafinii (dan sehatkan aku, -aku yang sedang sakit......).
h.. Wa'fuannii (dan maafkan aku- yang banyak dosa ini). Saya duduk
lama sekali. Sambil mengusap air mata yang bercucuran.
Ditutup dengan tasyahud yang menggetarkan. Apalagi ketika membaca
"Assalaamu'alainaa wa 'alaa ibaadillahisshoolihiin" (keselamatan mohon
dikaruniakan kepada kami -para ruh yang sedang menemuiMu- dan atas ruh-ruh
ahli-ahli ibadah yang sholih). Saya menangis terus-menerus, sehingga
berulang kali mengusap lendir yang keluar dari hidung.
Setelah shalat, sesuai dengan tips buku itu, saya mulai berdoa dengan
meratap. Saya ucapkan hanya, "Ya Allah. Ya Allah. Ya Allah.", sambil
mengangkat tangan setinggi wajah seperti seorang pengemis yang
meminta-minta. Berkali-kali, hingga hati saya siap berdoa.
Al Ghazali mengatakan, didalam bukunya Rahasia Shalat, kalau kita ingin
dekat dengan Allah maka kita harus sungguh-sungguh memanggilnya laksana
seorang anak kecil yang ketakutan karena ada ular atau bahaya, lalu
memanggil-manggil ayahnya, "Ayah. Ayah. Ayah.", maka ayahnya pasti datang
dengan seruan itu dan melindungi anak tersebut. Demikianlah kalau kita ingin
bebas dari maksiat, kata Al Ghazali, maka kita harus panggil dengan
betul-betul ketakutan akan maksiat tersebut, kita panggil pelindung kita
dengan sungguh-sungguh seakan anak kecil memanggil-manggil ayahnya, maka
akan dilindungi kita dari maksiat tersebut.
Lalu kita berdoa, mengadu dan masih mengadu di depan Tuhan secara
langsung. Kita terima dengan hati yang ikhlas apapun jawaban dari doa kita
tersebut.
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of ahmad wanto
Sent: Tuesday, January 09, 2007 11:59 AM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Membantu
Wa'alaikumsalam Warahmatullah Wabarakatuh.
Kita memang diperintahkan khusuk dalam dalam sholat tapi jika harus
mendefenisikan setiap orang pasti akan mempunyai difinisi masing-masing
yang mungkin saling berbenturan tapi kita tentu akan sepakat bila
dikatakan Parameter Sholat khusu itu Hanya Nabi Muhammad SAW,Beliaulah
tolak ukur khusuk.
Dari Mu`awiyah bin Al-Hakam As-Sulami bahwa dia mendengar Rasulullah SAW
bersabda,Shalat kita itu tidak boleh ada di dalamnya perkataan manusia,
Kecuali tasbih, tahlil, tahmid dan bacaan Al-Quran. (HR. Muslim, Abu Daud,
Nasai).
Sholat yg khusu bukan berarti meninggalkan alam yang nyata terus
berfantasi seolah-olah kita bertemu Allah atau berada di Shirotul
muntaha,dan bukan juga kita menutup mata,telinga agar konsentrasi tentu
cara ini tidak dibenarkan.Jika seseorang menutup mata dalam melakukan
sholat dan berkhayal seolah-olah bertemu Allah SWT ini adalah perbuatan
mengada-ngada karna tanpa disadari kita mendeskripsikan Bentuk Allah
dengan daya khayal kita yang Haram Hukumnya.Dan bila menutup telinga atau
tidak mau mendengar apa-apa yang ada disekitar kita ini juga tidak mungkin
karna Rasulullah SAW pernah mempercepat shalatnya saat menjadi imam, hanya
lantaran beliau mendengar ada anak kecil menangis,Rasulullah SAW pernah
memperlama sujudnya, karena ada cucunya yang naik ke atas
punggungnya,Rasulullah SAW pernah melakukan shalat di atas kendaraan
(hewan tunggangan/ unta) yang berjalan, baik shalat wajib maupun shalat
sunnah, beliau membiarkan tunggangannya menghadap kemana pun .
Apakah Beliau tidak Khusuk sholatnya tentu kita akan sepakat mengatakan
Bahwa Beliau tetap Khusuk.
Jadi Bagaimana?Tentu Kesimpulannya Sholat yg khusuk tidak meninggalkan
alam nyata tapi kita tentu harus mengetahui dan mengerti apa yang kita
Baca agar kita dapat mengkonsentrasikan pikiran kita,tidak melayang
kemana-mana fakus pada apa yang kita lakukan,jika terjadi sesekali pikiran
kita keluar dari ritual sholat tarik atau seret kembali pikiran kita untuk
kembali kepada apa yang sedang kita lakukan karna memang sangat wajar hal
ini terjadi pada kita-kita,karna setan akan selalu mengodak pikiran kita
untuk keluar dari bentuk-bentuk peribadan yang Khusuk,kita berusaha
semaksimal mungkin untuk meminimize fasilitas-fasilitas setan untuk
mengoda kita.
Banyak membaca tentang Sholat baik tentang-tentang Hukum yang bersinergi
dengan sholat itu sendiri,baik temapat sholat,pakaian dalam melakukan
sholat,wudhu,Rukun2 sholat,keutamaan2 sholat dll.
''Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat
wusthaa,Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu''{Al Baqoroh
238}
Walallahu a'lam Bi Shawab
Wassalammu'alikum Warahmatullah Wabarakatuh.
>
>
> --- teddy septiadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> Assalammu'alaikum,...........
>>
>> Rekan-rekan, saya mohon pendapat dari rekan-rekan
>> sekalian. Bagaimana caranya agar kita, khususnya
>> saya dapat shalat dengan khusu',....? Terus terang,
>> sampai saat ini saya belum pernah merasakan shalat
>> dengan khusu'. Terkadang saat saya shalat, ada saja
>> pikiran/terbersit di hati tentang hal-hal yg tidak
>> ada hubungannya dengan shalat.
>> Seseorang pernah memberitahu saya agar dalam hati
>> kita menyebut asma "Allah" dan bibir mengucapkan
>> bacaan_2 shalat. Ini sudah dan sampai saat ini masih
>> tetap saya lakukan, tetapi kadang_2 pikiran/hati
>> masih aja suka "melenceng" (terbersit pikiran_2
>> lain).
>> Atas saran dari rekan_2 saya ucapkan terimakasih,
>> dan semoga Allah Azza wa Zalla membalas sumbangan
>> saran dari rekan_2 dengan sebaik-baiknya balasan.
>>
>> Jazzakumullah khairun katsiraa,
>>
>> Wassalam.........
>>
>> =====================================
>
> assalamualaykum wr wb, afwan baru baca email
>
> shalat khusyu itu memang susah, tapi di dalam hadits
> ada yg berbunyi kurang lebih begini "berbuatbaiklah
> seakan-akan kamu melihat wajah Allah SWT, kalo kamu
> tdk tau, maka berbuat ibadahlah seakan-akan kamu
> dilihat oleh Allah SWT"
>
> segala sesuatu tergantung niat, atau kalo antum lagi
> shalat, ingatlah arti dr baca'an tersebut, sehingga
> kita tau apa yg kita baca"
>>
>>
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
>>
>>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> >>
>>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> >
>
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
>>
>>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> >>
>>
>
>
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> >
>
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--
''Tidak semua yang kita anggap baik bagus untuk kita
tetapi yang kita anggap jelek malah bagus untuk kita''
--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.410 / Virus Database: 268.16.12/630 - Release Date: 1/15/2007
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan
email ke [email protected]
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---