Assalamu'alaikum

Jadi ingin ikut nimbrung nih bicara wanita karir,
Kalo pendapat saya kita tidak bisa membuat kategorisasi pekerjaan yang pantas buat perempuan dengan hanya melihat bahwa jenis pekerjaan tersebut terlihat lebih mulia dibanding yang lain saja misalnya kategorisasi dokter, guru sebagai syar'i dan yang di luar itu sebagai jenis pekerjaan yang tidak syar'i. Ada berbagai macam alasan mengapa perempuan bekerja di luar rumah dengan berbagai macam bentuk dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan mulai dari alasan ekonomi sampai aktualisasi diri. Dan kita tidak tahu niat dan tujuan mereka, jadi menurut saya kita tidak berhak menghakimi seseorang yang tidak sama dengan kita itu diennya nggak sempurnalah atau apalah. (bukankah hanya Allah yang berhak menjadi hakim atas keimanan kita). Dan terus mengapa perempuan bekerja dengan alasan ekonomi lebih bisa kita mafhumi ketimbang alasan aktualisasi diri? bukankah dalam piramida kebutuhan manusia 'aktualisasi diri juga merupakan kebutuhan disamping kebutuhan ekonomi dan juga kebutuhan untuk beragama?
Untuk kasus yg dicontohkan oleh saudari dija
Ada dua kepentingan dalam keluarga dokter tersebut -isteri dan suami-
Suami ingin isteri lebih memperhatikan anak
sedangkan isteri ingin mengaktualisasikan diri (tapi saya yakin dia juga tetap 
akan memperhatikan si anak).
Kenapa kita selalu mengedepankan keinginan suami dan tidak memperhatikan bahkan 
mengecam keinginan isteri? Apakah isteri tidak boleh punya keinginan? Apakah 
salah kalo isteri punya keinginan?

Saya teringat ajaran seorang sufi Imam Al-Ghozali dalam kitab Ihya' Ulumuddien
'Selalu jagalah hati dan tata hati kita supaya kita tidak terkena penyakit hati 
seprti riya, sombong dan takabur' beliau mencontohkan
'Ketika engkau melihat seorang yang lebih tua dari kamu, maka katkanlah dalam 
hatimu bahwa dia lebih baik dari kamu karena dia lahir lebih dahulu dan oleh 
karena itu dia lebih banyak mengamalkan kebaikan2 daripada kita'
Jika engkau melihat anak kecil katakanlah dalam hatimu bahwa dia lebih baik 
dari kamu karena dia lebih sedikit melakukan amal perbuatan yang jelek atau 
dosa.
Dan jika engkau melihat seseorang berbuat salah katakanlah bahwa ia lebih baik 
dari kita karena mungkin dia berbuat salah karena kebodohan atau ketidaktahuan 
mereka sedangkan kita kadangkala berbuat hal yang buruk padahal kita tahu itu 
salah'

Maksud saya mengutip ajaran ini adalah janganlah kita cepat dan mudah 
menyimpulkan bahkan menghakimi segala sesuatu itu dengan hitam dan putih. Ada 
berbagai dan beribu2 alasan dan sebab mengapa orang melakukan suatu hal seperti 
halnya perempuan bekerja di luar rumah dan menjadi sekretaris dan tidak menjadi 
dokter (lagian sekarang kan sekolah dokter mahaaaaaaalnya minta ampun) gimana 
dong mas risdy kalo mampunya kita cuma bayar kuliah dan lolosnya cuma D1 
sekretaris.

Saya sebagai perempuan dan juga berkarir dan juga sedang menyelesaikan studi 
saya di Australia  (wah pendapat saya nanti diangap bias nih gara2 kuliah di 
luar negeri), saya berkeyakinan dan ingin mengatakan kami perempuan masih punya 
nurani, cerdas, baek hati pula jadi tolonglah sudah cukup akhiri mengatakan 
bahwa kami diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan patut di luruskan ato 
apalah ......
Kami ingin dihargai dan tidak selalu diolok2
Kami ingin disayangi, tidak dicaci maki bahkan di 'Poligami'
Kami juga manusia seperti kaum laki2 so please humanize us as human

Aniwei, I really enjoy joining this forum

Wassalam

peace and cheers
Salam hangat dari Canberra
-ulfah-



----- Original Message ----
From: dija dija <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, January 18, 2007 8:28:42 PM
Subject: [mediamusliminfo] Re: Hukum Wanita Karier Dan Tampil dimuka Umum

Assalamu'alaikum,
Hanya ingin menambahkan beberapa poin untuk penegasan atas pendapat saya di 
e-mail sebelumnya.
Terutama bagi yang mungkin salah paham.

Bahwa klasifikasi yang saya buat, yaitu antara wanita karir dan wanita pekerja adalah penekanannya pada tujuan wanita tersebut bekerja. Yang secara sederhana,Wanita pekerja penekanannya pada bekerja untuk mencari nafkah/membiayai kehidupannya sementara wanita karir penekanannya pada mengutamakan karir atau pekerjaannya (tidak semata untuk mencari uang untuk nafkah). Berdasarkan itu saya katakan sekali lagi: Saya TIDAK SETUJU dengan WANITA KARIR, tapi BOLEH WANITA BEKERJA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHANNYA (baca: untuk nafkah, untuk survive hidup). Dengan memperhatikan batasan2nya tentu saja.

Lantas apakah bagi mereka yang bekerja di bidang yang syar'i, contoh dokter, terlepas dari kemungkinan disebut wanita karir? Saya katakan: TIDAK. Mengapa? Karena ada juga wanita yang bekerja di bidang yang syar'i terjebak menjadi wanita karir. Mungkin diantara antum sekalian pernah ada yang menemui kasus perceraian antara seorang suami yang dokter spesialis dengan istri yang juga dokter spesialis, punya seorang putri kecil umur 1 th. Di mana yang menuntut cerai adalah istri, dengan alasan al, suami tidak lagi mengerti keinginan dirinya, yaitu ingin aktualisasi diri - tidak hanya sebagai dokter yang memeriksa pasien, tapi ingin lebih dari itu; dengan segudang aktivitas sosial sehingga lebih bermanfaat ke masyarakat, juga ingin pendidikan yang lebih tinggi lagi, sampai S3. Sementara suami menginginkan istrinya untuk lebih memperhatikan putri mereka, yang otomatis tentu saja akan mengurangi aktivitas si istri di luar. Sebab si suami tidak ingin sang istri menomorduakan putrinya dan menyerahkan putrinya kepada pengasuh. Nah ini contoh istri yang meskipun punya pekerjaan syar'i tapi dia keblinger.
Menjadi wanita karir. Ini yang saya tidak setuju.

Dan saya pun tidak setuju, jika ada seorang istri atau pun wanita lajang yang terpaksa bekerja untuk kebutuhan keluarga, tetapi ia menempuh pekerjaan yang diharamkan. Bagaimana dengan bidang lain? Saya kira selama itu tidak ada unsur haram, boleh. Karena untuk selain ibadah, semuanya pada dasarnya adalah halal, kecuali yang diharamkan. Tapi tentu saja kondisi pekerjaan juga perlu diperhatikan, contoh jangan buka depot/warung makan di lingkungan lokalisasi WTS meskipun banyak mendapat pelanggan. Contoh lain, meskipun ruangan pekerjaan terdiri dari wanita semua dan tidak dilarang berbusana muslimah, tapi pekerjaannya berbau judi atau riba ya tidak boleh dilakoni.

Sekali lagi saya katakan perlu kerjasama antara pihak laki-laki dan perempuan 
jika ingin wanita tidak bertebaran di luar rumah.

Untuk laki-laki yang masih lajang dan mampu untuk menikah, jangan ragu2 untuk 
segera menikah, dengan anda menjadi kepala keluarga insyaAllah berkurang jumlah 
wanita yang harus membiayai hidupnya sendiri.
Untuk wanita yang masih lajang, jangan tergoda dengan uang dan jabatan yang 
anda miliki sekarang, wanita akan lebih mulia jika ia menjadi ratu rumah 
tangga. Jika ada laki-laki yang baik akhlaknya melamarmu, kenapa harus ragu?

Untuk laki-laki yang sudah berumah tangga, apakah pantas istrimu bekerja di 
luar rumah bahkan sampai keluar negeri, mempertaruhkan nyawa dan kehormatannya 
selama ia di luar rumah, sementara engkau ikut menikmati jerih payahnya?  
Engkau bisa mengendarai kendaraan hasil kerja istrimu, engkau bisa tidur 
nyenyak di rumah yang dibangun dari uang kiriman istrimu. Mengapa tidak engkau 
bangkit dari tempat dudukmu, bekerja, penuhi kebutuhan keluargamu?
Untuk wanita yang sudah berumah tangga,  mengapa engkau merasa berat untuk 
menjadi ratu rumah tangga? tempat di mana engkau bisa berjihad, yang balasannya 
adalah surga. Sungguh hanya orang bodoh yang mencela pekerjaan sebagai ibu 
rumah tangga.

Demikian.

wassalam,
dija





____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu "Media 
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke