Istri Idaman Karir Wanita Mulia
www.mediamuslim.info

Sungguh kaum wanita telah melewati suatu masa yang mana mereka
ditempatkan pada posisi yang tidak layak, tidak proporsional dan sangat
memilukan, tidak ada perlindungan bagi mereka, hak-hak mereka
dihancurkan, kemauan mereka dirampas, jiwa mereka dibelenggu, bahkan
saat itu mereka berada pada posisi yang amat rendah dan hina.

Pada zaman Romawi seorang suami bisa menetapkan hukuman mati kepada
istrinya jika suaminya menghendaki, bangsa Romawi menganggap bahwa
wanita adalah sama dengan harta dan perabot rumah tangga, sementara
bangsa Yahudi menganggap wanita adalah najis atau kotor, dan yang lebih
buruk lagi adalah sikap orang Nashrani yang mempertanyakan keberadaan
wanita, apakah wanita itu manusia yang memiliki jiwa atau tidak?! Yang
pada akhirnya perlakuan buruk ini mencapai puncaknya dengan menganggap
wanita sebagai sumber keburukan, di mana wanita dikubur hidup-hidup,
sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Arab Jahiliah.

Setelah melalui berbagai macam kebiadaban dan perlakuan pahit sepanjang
masa, muncullah cahaya Islam yang menempatkan wanita pada posisi yang
adil untuk melindungi kehormatan mereka. Islam memberikan hak-hak
wanita secara sempurna tanpa dikurangi, juga meninggikan derajat wanita
yang masa sebelumnya mereka dihinakan dan direndahkan sepanjang
sejarah. Islam memproklamirkan bahwa wanita adalah manusia sempurna,
memberikan hak-haknya secara wajar dan manusiawi serta menjaga mereka
agar tidak dijadikan pelampiasan syahwat belaka yang diperlakukan
seperti binatang. Islam menjadikan wanita sebagai unsur yang memegang
peranan penting dalam membangun masyarakat yang beradab.

Untuk mencapai tujuan itu, Islam menjadikan kasih sayang antara suami
dan isteri sebagai penjaga kelangsungan hidup berumah tangga. Kecintaan
dan kasih sayang seorang wanita kepada suaminya merupakan bukti adanya
karakter yang kuat dari sifat alamiah yang ada pada dirinya, sehingga
hal itu akan menghindarkan dirinya dari berselingkuh atau mencari
perhatian laki-laki lain.

Diantara kebahagian seorang suami adalah dikaruniainya isteri yang
shalehah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam,
yang artinya: "Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika
engkau meman-dangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi
darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya
dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila
engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan
kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak
merasa aman atas dirinya dan hartamu." (HR. Ibnu Hibban dan lainnya
dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282)

Dalam sabdanya yang lain, yang artinya: "Dan isteri shalehah yang
menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-sebaik
(harta) yang disimpan manusia." (HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman,
Shahihul jami' 4285)

Oleh karena itu isteri shalehah adalah idaman bagi setiap suami shaleh
di setiap waktu dan tempat. Isteri idaman dia adalah wanita mukminah,
wanita shalehah yang jiwanya sebagai cerminan ilmu syar'i yang hanif,
aqidahnya murni, akhlaknya agung, dan perangainya baik, untuk
mendapatkannya harus diperhatikan hal-hal berikut:

Cara memilih isteri idaman

Memilih wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya
sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang
artinya: "Wanita itu dinikahi karena empat hal: Hartanya, keturunannya,
kecantikan-nya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang
memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tangan-mu akan berdebu
(miskin merana)." (HR.Al-Bukhari, Fathul Bari 9/132)

Dengan memilih wanita yang berasal dari lingkungan yang baik dan
karakter yang benar-benar shalehah maka akan menghasilkan ketenangan
dalam hidup berumah tangga. Karena adat kebiasaan dan gaya hidup suatu
kaum sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya.

Diutamakan yang gadis sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa sallam, yang artinya: "(Nikahilah)gadis-gadis sesungguhnya mereka
lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima
dengan sedikit(qanaah). dan dalam riwayat lain "Lebih sedikit tipu
dayanya". (HR.Ibnu Majah No.1816 dan dalam As Silsilah ash Shahihah ,
hadits No.623)

Diutamakan wanita yang subur atau tidak mandul, sebagaimana sabda
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Kawinilah
wanita yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesung-guhnya aku
bangga dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari
kiamat." (HR. Imam Ahmad 3/245 dari Anas, dikatakan dalam Irwaul Ghalil
hadits ini shahih)

Bersambung pada Artikel: Akhlaq & Aqidah Istri Idaman
http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&task=view&id=202&Itemid=7


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu "Media 
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan 
email ke [email protected]

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke