assalaamualaikum wr wb terima kasih atas masukannya, tp saya masih penasaran krn rosulullah tdk mungkin sholat utk menghormati dirinys sendiri tp kalo tdk salah beliau pernah sholat utk menghormati nabi ibrahim tepat di maqom ibrahim depan ka'bah. mohon berikan pencerahan krn sholat utk menghormati rosulullah bukan berarti menyembahnya sama dgn menghormati masjid kan bukan berarti kita menyembahnya
----- Pesan Asli ---- Dari: teddy septiadi <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 11 September, 2007 11:26:47 Topik: [mediamusliminfo] Balasan: [mediamusliminfo] Re: tanya Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh Yaa,...akhi BON JOKI,...sesungguhnya agama Islam ini mudah, jika kita mau melaksanakan syariat yang Allah Azza wa zalla berikan melalui Al Qur'an dan Sunnah Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam berdasarkan pemahaman para salafush sholeh (Shohabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in). Jika ada dalil yang shohih mengenai ibadah, maka kita harus memakai prinsip "Sami'na wa Atho'na" (kami dengar dan kami ta'at). Janganlah kita beribadah berdasarkan istintha (menganggap baik sesuatu hal yang tidak ada tuntunan/contoh dari Nabi Sholallohu'alaihi wa sallam), karena istintha merupakan "bibit unggul" sebuah kebid'ahan. Cukuplah akhi Himawan membawakan dalil_2 yang shohih dari Al Qur'an dan As Sunnah, untuk menjadi pegangan bagi kita. Untuk itu sebelum kita melakukan ibadah, kita harus tahu ilmunya terlebih dahulu (berilmu dahulu baru beramal). Jaganlah kita seperti Yahudi yang berilmu tapi tidak beramal atau seperti Nasrani yang beramal tanpa Ilmu. Mohon maaf jika ada kata_2 yang tidak berkenan.... Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh Hilwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: DIV {MARGIN:0px;} Ada 2 kaidah penting yg dipakai jumhur ulama 1. Dalam urusan "ibadah", semuanya adalah terlarang/ haram dikerjakan kecuali ada PERINTAH dari Allah Ta'ala melalui contoh/ teladan dari Rasulullah SAW 2. Dalam urusan "dunia", semuanya adalah boleh/ mubah/ halal kecuali ada LARANGAN dari Allah Ta'ala Alhamdulillah, Allah Ta'ala telah mengutus Rasul dan Nabi terakhir Muhammad SAW dengan syariat yang sempurna: dari urusan Ibadah, ahlak, cara makan, cara bersuci, cara berpakaian, cara jihad, cara bernegara, dsb. dari perkara yang paling kecil/remeh sampai perkara terbesar sudah lengkap disampaikan kita tinggal meneladaninya. "... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu ..." (QS Al Maidah 03) Rasulullah SAW sebagai utusan Allah Ta'ala kepada ummat ini telah menunaikan amanah dan menyampaikan risalah dari Allah dengan sempurna. Maka tidaklah beliau Rasulullah SAW wafat melainkan beliau telah menjelaskan kepada ummatnya seluruhnya. Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : "Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam berkhutbah di hadapan kami dengan suatu khutbah yang beliau tidak meninggalkan sedikitpun perkara yang akan berlangsung sampai hari kiamat kecuali beliau sebutkan ilmunya ... ." (Shahih Bukhari nomor 6604). Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (juz 4 halaman 2217) dari Abu Zaid Amr bin Akhthab radhiallahu 'anhu, ia berkata : "Rasullullah shallallahu alaihi wasallam shalat Shubuh bersama kami.(Selesai shalat) beliau naik ke mimbar lalu berkhutbah di hadapan kami hingga tiba waktu Dhuhur, beliau turun dari mimbar dan shalat Dhuhur. Kemudian beliau naik lagi ke mimbar lalu berkhutbah di hadapan kami hingga tiba waktu Ashar, kemudian beliau turun dari mimbar dan shalat Ashar. (Setelah shalat Ashar) beliau naik ke mimbar lalu mengkhutbahi kami hingga tenggelam matahari. Dalam khutbah tersebut beliau mengabarkan pada kami apa yang telah berlangsung dan apa yang akan berlangsung ... ." Abu Dzar kemudian berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : "Tidaklah tertinggal sesuatu yang dapat mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka kecuali telah diterangkan pada kalian." (HR. Thabrani) Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (Al-Ahzab : 21) "Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah agar kalian bertaqwa." (Al An'aam: 153) Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 208) Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [Al Anam 116] Sesungguhnya sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabulloh (Al Quran) dan sebaik-baiknya petunjuk adalah Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salla (Al Hadits) Sejelek-jeleknya perkara ialah yang diada-adakan (bid'ah) dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. (HR.Muslim, Ahmad, Nasa'i) Dari Abu Hurairah, ia berkata : 'Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya mendatangiku di telaga (syurga)". (HR Hakim) "Barang siapa yang berbuat sesuatu pada urusan kami (agama ini), yang bukan berasal dari kami maka tertolak" (HR.Bukhari & Muslim) "Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka tertolak" (HR.Muslim) Imam Malik rahimahullah berkata : Barangsiapa yang mengada-adakan dalam Islam sesuatu kebid'ahan dan menganggapnya baik berarti ia telah menuduh Rasulullah telah berkhianat dalam menyampaikan risalah Kembali ke pokok masalah, sholat tahiyatul masjid disyariatkan, bahkan pada saat sedang khutbah Jum'at Rasulullah SAW memerintahkan seseorang yang baru masuk masjid untuk sholat tahiyatul masjid padahal mendengarkan khutbah jum'at adalah wajib, ini menunjukan derajat/ keutamaan yg besar dari sholat tahiyatul masjid. Bagaimana dengan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW ? Menghormati/ mencintai Rasulullah SAW adalah wajib bagi setiap muslim Dengan cara apa ? Tentunya dengan cara meneladaninya, mengikuti perintahnya/seruannya/anjurannya, meninggalkan/menjauhi larangannya, bersholawat sebagaimana diajarkannya Adapun dengan cara melakukan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW, apakah ada contoh/ teladan dari Rasulullah atau para sahabatnya Bila tidak ada contoh atau teladan maka lebih selamat tidak dilakukan, masih sangat banyak amal sholeh sesuai teladan Rasulullah SAW yang bisa kita kerjakan Betul yang berhak menetukan boleh atau tidak, baik atau buruk amalan tersebut adalah Allah Ta'ala Namun bila kita merenungkan dalil-dalil Al Quran dan Hadits di atas, amalan bila tidak ada perintah/ contoh maka tertolak bahkan yang diharapkan adalah pahala malah yang didapat adalah dosa. Betul Rasulullah SAW atas izin Allah dapat memberikan syafaat kepada umatnya, tentunya untuk umatnya yang patuh, taat, dan meneladaninya. sedangkan dalam hal kita tidak meneladaninya bagaimana kita bisa mendapatkan syafaatnya. Coba kita mengambil pelajaran dari umat nasrani/ kristen, apakah para pengikut (umat) Nabi Isa AS menganggap Nabi Isa sebagai tuhan, tentunya tidak Orang-orang yang menuhankan (menganggap) Nabi Isa sebagai tuhan adalah dari generasi ratusan tahun kemudian setelah wafatnya Nabi Isa Mereka berlebih-lebihan dalam menilai mukjijat-mukjijat yang diperoleh Nabi Isa sampai pada akhirnya mempertuhankannya, sehingga dalam banyak hadits Rasulullah SAW memeperingatkan kepada umatnya agar jangan berlebih-lebihan sehingga bisa terjerumus seperti nasrani Inilah kesempurnaan syariat Islam, jelas, mudah, ilmiah, tidak mungkin antara syariat yang satu bertentangan dengan syariat yang lain Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati. Semua itu akan diminta pertanggung jawabannya (Al Isra 36) Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tanpa petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dholim." (Al Qashash: 50) Kehidupan didunia ini ibarat mengerjakan soal ujian, bukan pilhan berganda namun essai, sangat komplek Range nilainya antara 1-10 atau A,B,C,D,E,F Kalau kita menjawab sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah sudah ada jaminan akan lulus, tentunya dengan nilai 6-10 atau A,B,C sesuai Ilmu dan kemampuan pemahaman kita tentang Al Quran dan Sunnah Kalau kita menjawab dengan meningalkan Al Quran dan Sunnah tentunya kita tidak dijamin selamat/ lulus "Apa yang menimpamu berupa kebaikan maka datangnya dari Allah dan apa yang menimpamu berupa kejahatan datangnya dari dirimu sendiri." (An-Nisaa: 79) Dan Rabb-mu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Az-Zumar: 60) Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya, maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih. (Lukman 6-7) "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), [QS Al-Baqarah 17- 18] "Barang siapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka dia telah mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka." (HR. Bukhari Muslim) Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". [Hadits Riwayat Muslim] Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, hamba meminta ampun dan bertaubat kepadaMu Wallahu'alam Barakallhufiikum Original Message ----- &nb sp; & nbsp; ; From: BON JOKI To: [email protected] Sent: Monday, September 10, 2007 8:48 PM Subject: [mediamusliminfo] tanya Assalaamu alaiukum wr.wb Kepada sodara2ku sekalian saya mau tanya Apakah termasuk Bid'ah jika kita shalat penghormatan kepada Rosulullah SAW ataupun para Nabi, mohon penjelasannya krn yg saya pikirkan kenapa kita selalu sholat penghormatan kepada masjid(tahiyatul masjid) yg sedangkan Rosulullah SAW memberikan kita syafaat bahkan Allah SWT bersholawat kepadanya Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
