Hukum shalat jum'at adalah wajib :
   
  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ 
الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ 
لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 
  Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka 
bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli [1476]. 
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. ( QS : 62: 09 )

[1476] :
  Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan mu`azzin telah azan di hari 
Jum`at, maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan mu`azzin itu dan 
meninggalakan semua pekerjaannya.



tommy edwardy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          MAAF SAYA MAU TANYA?..APAKAH 
HUKUM NYA SOLAT JUM'AT DAN KENAPA SOLAT JUM'AT DILAKUKAN PADA SAAT SOLAT DJUHUR 
DAN TIDAK SOLAT DJUHUR LAGI..BUKAN KAH SOLAT JUM'AT ITU SOLAT SUNAT KENAPA 
MENGGUGURKAN SOLAT YANG WAJIB,,DAN YANG SAYA TAU SOLAT WAJIB ITU ADA LIMA WAKTU 
SERTA BERDOSA BAGI YANG MENINGGALKANNYA MOHON DAPAT PENJELASAN BUKAN DENGAN 
KOMENTAR TAPI DENGAN PEMBUKTIAN DAN HUKUM NYA.TERIMAKASIH

  ----- Pesan Asli ----
Dari: teddy septiadi <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 11 September, 2007 10:26:47
Topik: [mediamusliminfo] Balasan: [mediamusliminfo] Re: tanya

Assalammu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Yaa,...akhi BON JOKI,...sesungguhnya agama Islam ini mudah, jika kita mau 
melaksanakan syariat yang Allah Azza wa zalla berikan melalui  Al Qur'an dan 
Sunnah Rosululloh Sholallohu'alaihi wasallam berdasarkan pemahaman para 
salafush sholeh (Shohabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in). 

Jika ada dalil yang shohih mengenai ibadah, maka kita harus memakai prinsip 
"Sami'na wa Atho'na" (kami dengar dan kami ta'at). Janganlah kita beribadah 
berdasarkan istintha (menganggap baik sesuatu hal yang tidak ada 
tuntunan/contoh dari Nabi Sholallohu'alaihi wa sallam), karena istintha 
merupakan "bibit unggul" sebuah kebid'ahan.

Cukuplah akhi Himawan membawakan dalil_2 yang shohih dari Al Qur'an dan As 
Sunnah, untuk menjadi pegangan bagi kita. Untuk itu sebelum kita melakukan 
ibadah, kita harus tahu ilmunya terlebih dahulu (berilmu dahulu baru beramal). 
Jaganlah kita seperti Yahudi yang berilmu tapi tidak beramal atau seperti 
Nasrani yang beramal tanpa Ilmu.

Mohon maaf jika ada kata_2 yang tidak berkenan....


Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

Hilwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:     DIV {MARGIN:0px;}    Ada 2 kaidah penting 
yg dipakai jumhur ulama
  1. Dalam urusan "ibadah", semuanya adalah terlarang/ haram dikerjakan kecuali 
ada PERINTAH dari Allah Ta'ala melalui contoh/ teladan dari Rasulullah SAW
  2. Dalam urusan "dunia", semuanya adalah boleh/ mubah/ halal kecuali ada 
LARANGAN dari Allah Ta'ala
   
  Alhamdulillah, Allah Ta'ala telah mengutus Rasul dan Nabi terakhir Muhammad 
SAW dengan syariat yang sempurna: dari urusan Ibadah, ahlak, cara makan, cara 
bersuci, cara berpakaian, cara jihad, cara bernegara, dsb. dari perkara yang 
paling kecil/remeh sampai perkara terbesar sudah lengkap disampaikan kita 
tinggal meneladaninya.
   
    "... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah 
Kucukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu 
..." (QS Al Maidah 03)
   
  Rasulullah SAW sebagai utusan Allah Ta'ala kepada ummat ini telah menunaikan 
amanah dan menyampaikan risalah dari Allah dengan sempurna. Maka tidaklah 
beliau Rasulullah SAW wafat melainkan beliau telah menjelaskan kepada ummatnya 
seluruhnya.
  
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, 
ia berkata : "Sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam berkhutbah di hadapan 
kami dengan suatu khutbah yang beliau tidak meninggalkan sedikitpun perkara 
yang akan berlangsung sampai hari kiamat kecuali beliau sebutkan ilmunya ... ." 
(Shahih Bukhari nomor 6604).
  
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya (juz 4 halaman 2217) dari Abu Zaid 
Amr bin Akhthab radhiallahu 'anhu, ia berkata : "Rasullullah shallallahu alaihi 
wasallam shalat Shubuh bersama kami.(Selesai shalat) beliau naik ke mimbar lalu 
berkhutbah di hadapan kami hingga tiba waktu Dhuhur, beliau turun dari mimbar 
dan shalat Dhuhur. Kemudian beliau naik lagi ke mimbar lalu berkhutbah di 
hadapan kami hingga tiba waktu Ashar, kemudian beliau turun dari mimbar dan 
shalat Ashar. (Setelah shalat Ashar) beliau naik ke mimbar lalu mengkhutbahi 
kami hingga tenggelam matahari. Dalam khutbah tersebut beliau mengabarkan pada 
kami apa yang telah berlangsung dan apa yang akan berlangsung ... ."
   
  Abu Dzar kemudian berkata : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 
"Tidaklah tertinggal sesuatu yang dapat mendekatkan ke Surga dan menjauhkan 
dari Neraka kecuali telah diterangkan pada kalian." (HR. Thabrani)
  

   
    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik 
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari 
kiamat dan dia banyak menyebut Allah". (Al-Ahzab : 21)
   
  "Dan sesungguhnya inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan itu dan 
janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain karena jalan-jalan itu 
mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan Allah 
agar kalian bertaqwa." (Al An'aam: 153)
   
  Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara 
keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya 
syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah 208)
   
  Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya 
mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah 
mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap 
Allah). [Al Anam 116]
   
  Sesungguhnya sebenar-benarnya perkataan adalah Kitabulloh (Al Quran) dan 
sebaik-baiknya petunjuk adalah Sunnah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Salla 
(Al Hadits) Sejelek-jeleknya perkara ialah yang diada-adakan (bid'ah) dan 
setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. 
(HR.Muslim, Ahmad, Nasa'i)
   
  Dari Abu Hurairah, ia berkata : 'Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam, Aku tinggalkan dua perkara yang apabila kalian berpegang 
teguh pada keduanya maka tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan 
Sunnahku, serta keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya mendatangiku di 
telaga (syurga)". (HR Hakim)
   
  "Barang siapa yang berbuat sesuatu pada urusan kami (agama ini), yang bukan 
berasal dari kami maka  tertolak" (HR.Bukhari & Muslim)
  "Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, 
maka tertolak" (HR.Muslim)
   
  Imam Malik rahimahullah berkata : Barangsiapa yang mengada-adakan dalam Islam 
sesuatu kebid'ahan dan menganggapnya baik berarti ia telah menuduh Rasulullah 
telah berkhianat dalam menyampaikan risalah
   
  Kembali ke pokok masalah, sholat tahiyatul masjid disyariatkan, bahkan pada 
saat sedang khutbah Jum'at Rasulullah SAW memerintahkan seseorang yang baru 
masuk masjid untuk sholat tahiyatul masjid padahal mendengarkan khutbah jum'at 
adalah wajib, ini menunjukan derajat/ keutamaan yg besar dari sholat tahiyatul 
masjid.
  Bagaimana dengan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW ?
  Menghormati/ mencintai Rasulullah SAW adalah wajib bagi setiap muslim
  Dengan cara apa ?
  Tentunya dengan cara meneladaninya, mengikuti 
perintahnya/seruannya/anjurannya, meninggalkan/menjauhi larangannya, 
bersholawat sebagaimana diajarkannya
  Adapun dengan cara melakukan sholat penghormatan kepada Rasulullah SAW, 
apakah ada contoh/ teladan dari Rasulullah atau para sahabatnya
  Bila tidak ada contoh atau teladan maka lebih selamat tidak dilakukan, masih 
sangat banyak amal sholeh sesuai teladan Rasulullah SAW yang bisa kita kerjakan
  Betul yang berhak menetukan boleh atau tidak, baik atau buruk amalan tersebut 
adalah Allah Ta'ala
  Namun bila kita merenungkan dalil-dalil Al Quran dan Hadits di atas, amalan 
bila tidak ada perintah/ contoh maka tertolak bahkan yang diharapkan adalah 
pahala malah yang didapat adalah dosa.
  Betul Rasulullah SAW atas izin Allah dapat memberikan syafaat kepada umatnya, 
tentunya untuk umatnya yang patuh, taat, dan meneladaninya. sedangkan dalam hal 
kita tidak meneladaninya bagaimana kita bisa mendapatkan syafaatnya.
   
  Coba kita mengambil pelajaran dari umat nasrani/ kristen, apakah para 
pengikut (umat) Nabi Isa AS menganggap Nabi Isa sebagai tuhan, tentunya tidak
  Orang-orang yang menuhankan (menganggap) Nabi Isa sebagai tuhan adalah dari 
generasi ratusan tahun kemudian setelah wafatnya Nabi Isa
  Mereka berlebih-lebihan dalam menilai mukjijat-mukjijat yang diperoleh Nabi 
Isa sampai pada akhirnya mempertuhankannya, sehingga dalam banyak hadits 
Rasulullah SAW memeperingatkan kepada umatnya agar jangan berlebih-lebihan 
sehingga bisa terjerumus seperti nasrani
   
  Inilah kesempurnaan syariat Islam, jelas, mudah, ilmiah, tidak mungkin antara 
syariat yang satu bertentangan dengan syariat yang lain
   
  Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan 
tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati. Semua itu akan 
diminta pertanggung jawabannya (Al Isra 36)
   
  Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya 
dengan tanpa petunjuk dari Allah sedikitpun.. Sesungguhnya Allah tidak memberi 
petunjuk kepada orang-orang yang dholim." (Al Qashash: 50)
   
  Kehidupan didunia ini ibarat mengerjakan soal ujian, bukan pilhan berganda 
namun essai, sangat komplek
  Range nilainya antara 1-10 atau A,B,C,D,E,F
  Kalau kita menjawab sesuai dengan Al Qur'an dan Sunnah sudah ada jaminan akan 
lulus, tentunya dengan nilai 6-10 atau A,B,C sesuai Ilmu dan kemampuan 
pemahaman kita tentang Al Quran dan Sunnah
  Kalau kita menjawab dengan meningalkan Al Quran dan Sunnah tentunya kita 
tidak dijamin selamat/ lulus
   
  "Apa yang menimpamu berupa kebaikan maka datangnya dari Allah dan apa yang 
menimpamu berupa kejahatan datangnya dari dirimu sendiri." (An-Nisaa: 79)
   
  Dan Rabb-mu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan 
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan 
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Az-Zumar: 60)
   
  Dan di antara manusia (ada)  orang  yang  mempergunakan  perkataan  yang 
tidak  berguna  untuk menyesatkan  (manusia)  dari  jalan  Allah  tanpa 
pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu  akan 
memperoleh azab yang menghinakan.
  Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan 
menyombongkan  diri  seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat 
di kedua telinganya,  maka  beri  kabar  gembiralah  dia dengan azab yang 
pedih. (Lukman 6-7)
  
    
  "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah 
api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) 
mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.  Mereka 
tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar),   
     [QS Al-Baqarah 17- 18]
   
  "Barang siapa yang dengan sengaja berdusta atas namaku, maka dia telah 
mempersiapkan tempat duduknya dalam api neraka." (HR. Bukhari Muslim)
  
    
  Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain". [Hadits Riwayat 
Muslim]
  
   
  
  Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang 
berhak diibadahi kecuali Engkau, hamba meminta ampun dan bertaubat kepadaMu
   
  Wallahu'alam
  Barakallhufiikum
   
  
Original Message -----   

                                                                                
                                                                                
   &n bsp;  &nb sp;                                                             
                                                                                
                   &nb sp;   & nbsp;                                            
                                                                                
                                    & nbsp;    ;                                
                                                                                
                   From: BON JOKI 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, September 10, 2007 8:48 PM
  Subject: [mediamusliminfo] tanya
  

    Assalaamu alaiukum wr.wb
Kepada sodara2ku sekalian saya mau tanya Apakah termasuk Bid'ah jika kita 
shalat penghormatan kepada Rosulullah SAW ataupun para Nabi, mohon 
penjelasannya krn yg saya pikirkan kenapa kita selalu sholat penghormatan 
kepada masjid(tahiyatul masjid) yg sedangkan Rosulullah SAW memberikan kita 
syafaat bahkan Allah SWT bersholawat kepadanya




  
---------------------------------
  Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
  
---------------------------------
  Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers







       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke