Assalamu `alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. Wash-shalatu
Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,

1. Ruang lingkup taqdir itu mencakup semua hal baik usia, rezki, jodoh
dan lain-lainnya. Apapun yang terjadi di dunia ini tidak lain melalui
proses taqdir dari Allah SWT juga.

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya dan
Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.(QS.
Al-Hijr : 21)

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.(QS. Al-Qamar
: 49)

2. Taqdir Allah adalah ketentuan yang telah Allah tetapkan. Bahkan jauh
sebelum semua makhluq diciptakan, Allah telah menuliskan semua taqdir
makhluqnya dari permulaan masa hingga hari akhir.

Namun harus kita pahami bahwa taqdir itu tidak ada yang tahu kecuali
hanya Allah. Jadi kita tidak bisa mengatakan misalnya- bahwa saya ini
tidak bisa jadi kaya karena taqdir Allah. Sebab dari mana kita tahu bahwa
di masa yang akan datang itu kita tetap miskin? Jadi bagi manusia dan
semua makhluq yagn namanya taqdir Allah itu adalah hal ghaib dan misteri.

Karena itu haram hukumnya seseorang berpangku tangan tidak berusaha
dengan alasan sudah taqdir. Padahal Allah sendiri sebagai Penulis Taqdir
telah memerintahkan kita untuk berusaha dan bekerja serta berikhtiar.
Karena itu menyalahkan taqdir adalah dosa karena melawan perintah Allah.

Jauh hari sebelum kita, orang-orangdahulu pun pernah berselisih paham
tentang takdir ini menjadi dua kubu yang ekstrem. Yang pertama yang
menyerahkan semua pada taqdir, tidak mau bekerja dan berusaha. Yang kedua
yang tidak percaya pada taqdir dan berpendirian bahwa manusia 100%
menentukan apa yang akan terjadi.
Bagi Ahlussunnah wal jamaah, posisi yang benar adalah diantara keduanya,
yaitu tidak menafikan taqdir tetapi tetap berusaha.

3. Orang yang bunuh diri tidak keluar dari taqdir Allah, karena kita baru
tahu apakah suatu kejadian itu merupakan taqdir dari Allah atau bukan
setelah kejadian itu berlangsung. Jadi bagaimana kita tahu bahwa orang
bunuh diri itu takdirnya bukan seperti itu ? Apakah kita bisa tahu taqdir
dari Allah sebelumnya sehingga bisa mengatakan bahwa taqdirnya tidak mati
bunuh diri, tapi mati di tempat lain.

Sehingga `jatah` manusia bukanlah untuk mempertanyakana apakah suatu
kejadian itu sudah sesuai dengan taqdir Allah atau tidak. Tetapi jatah
kita hanyalah berusaha untuk mendapatkan kebaikan, kesehatan,
keselamanat, keamanan dan semua yang baik-baik. Usaha itu sendiri
merupakan perintah Allah.

Dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW bersbda,Tidak ada seorang
pun dari kamu melainkan telah dicatat / ditentukan tempat kembalinya, ke
surga atau ke neraka. Para shahabat bertanya,Kalau begitu sebaiknya kita
meninggalkan ibadah dan amal lalu bertawakal saja ?. Rasulullah SAW
bersabda,Beramallah, karena semua orang dimudahkan oleh Allah sesuai
dengan penciptaannya. (HR. Bukhari, Muslim)

4. Konsep taqdir.

Taqdir itu memiliki empat tingkatan yang semuanya wajib diimani.

a. Al-`Ilmu, bahwa seseorang harus meyakini bahwa Allah mengetahui segala
sesuatu baik secara global maupun teperinci. Dia mengetahui apa yang
telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Karena segala sesuatu diketahui
oleh Allah, baik yang detail maupun jelas atas setiap gerak-gerik
makhluknya.

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan
dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia
mengetahuinya , dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam
kitab yang nyata "(QS. Al-an`am 59)

b. Al-Kitabah

Bahwa Allah mencatat semua itu dalam lauhil mahfuz, sebagaimana firman-Nya :

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja
yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat
dalam sebuah kitab . Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi
Allah.(QS. Al-Hajj : 70)

c. Al-Masyiah (kehendak)

Kehendak Allah ini bersifat umum. Bahwa tidak ada sesuatu pun di langit
maupun di bumi melainkan terjadi dengan iradat / masyiah (kehendak /
keinginan) Allah SWT. Maka tidak ada dalam kekuasaannya yang tidak
diinginkannya selamanya. Baik yang berkaitan dengan apa yang dilakukan
oleh Zat Allah atau yang dilakukan oleh makhluq-Nya.

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata
kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (QS. Yasin : 82)

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan
orang-orang sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka
beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada
diantara mereka yang beriman dan ada di antara mereka yang kafir.
Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan
tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.(QS. Al-Baqarah : 253)

4. Al-Khalqu

Bahwa tidak sesuatu pun di langit dan di bumi melainkan Allah sebagai
penciptanya, pemiliknya, pengaturnya dan menguasainya.

Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab dengan kebenaran. Maka
sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya.(QS. Az-Zumar : 2)

Wallahu alam bis-shawab
Waa'laikumsalam Warahmatullah Wbarakatuh


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke